Home > Info Subang > Hasil (sementara) Pilkada Jawa Barat

Hasil (sementara) Pilkada Jawa Barat

no3

Liputan6.com, Bandung: Warga Jawa Barat untuk pertama kalinya memilih gubernur melalui pemilihan kepala daerah atau pilkada. Setelah pencoblosan sejak Ahad (13/4) pagi hingga siang tadi, suara lebih dari 27 juta pemilih mulai dihitung Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jabar. Berdasarkan hasil penghitungan sementara hingga sekitar pukul 17.45 WIB, pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf mengungguli kedua kandidat lainnya.

Dari penghitungan sementara KPU Jabar dan belum mencerminkan keseluruhan perolehan, pasangan Heryawan-Dede Yusuf yang didukung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional untuk sementara mendapat perolehan terbanyak, yakni 39 persen. Sedangkan pasangan Agum Gumelar dan Nu`man Abdul Hakim yang didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan meraup 35 persen. Kandidat lain, pasangan incumbent Danny Setiawan-Iwan R. Sulandjana yang diusung Partai Golkar dan Partai Demokrat hanya mampu memperoleh 27 persen.

Hasil penghitungan suara sementara versi KPU Jabar ini juga sejalan dengan hasil penghitungan cepat atau quick count yang diumumkan sebelumnya oleh beberapa lembaga survei. Reporter SCTV Bimo Cahyo melaporkan, lembaga yang turut menghitung hasil Pilkada Jabar dengan metode quick count antara lain Lingkaran Survei Indonesia, Lembaga Survei Indonesia, dan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).

Lingkaran Survei Indonesia menghitung, pasangan Danny Setiawan-Iwan R. Sulandjana meraih 26,32 persen, Agum Gumelar-Nu`man Abdul Hakim meraup 34,58 persen, Heryawan-Dede Yusuf memperoleh 39,02 persen. Sementara Lembaga Survei Indonesia menghitung, Danny Setiawan-Iwan R. Sulandjana meraih 24,8 persen, Agum Gumelar-Nu`man Abdul Hakim meraup 35,6 persen, Heryawan-Dede Yusuf memperoleh 39,6 persen. Adapun Puskaptis menghitung, Danny Setiawan-Iwan R. Sulandjana meraih 26,02 persen, Agum Gumelar-Nu`man Abdul Hakim meraup 32,85 persen, Heryawan-Dede Yusuf memperoleh 41,13 persen.

Sekalipun dianggap masih terlalu dini, sejumlah kandidat cukup terkejut dengan sejumlah hasil penghitungan cepat tersebut. Hasil itu di luar perhitungan mereka. “Itu surprise buat saya,” ucap Agum. Menurut Agum, sebelumnya diperkirakan pertarungan bakal terjadi antara pasangannya dan Danny Setiawan-Iwan R. Sulandjana. “Tapi, nyatanya [dengan] nomor tiga (pasangan Heryawan-Dede Yusuf),” imbuh Agum.

Sementara Danny Setiawan menegaskan pihaknya siap kalah dan menang. “Kalau kalah, saya kira kita berikan kesempatan kepada yang menang,” ucap Danny Setiawan, kandidat yang masih menjabat sebagai Gubernur Jabar. Lain lagi dengan Ahmad Heryawan yang bersama Dede Yusuf memimpin perolehan suara sementara. “Biasanya, kenyataannya sesuai quick count itu,” ucap Heryawan.

Menurut sejumlah lembaga, pada Pilkada Jabar, angka golput (golongan putih) alias pemilih yang tak menggunakan hak pilih diperkirakan sangat besar, yakni mencapai 37 persen. Boleh dikatakan, fenomena ini berbeda jauh dengan hasil pilkada di sejumlah daerah di Tanah Air. Tingginya angka golput pada Pilkada Jabar memang yang pertama kali terjadi di Indonesia.

Pilkada Jabar memang yang terbesar di Indonesia. Ada lebih dari 27,9 juta pemilih di 63 ribu tempat pemungutan suara (TPS) di 26 kabupaten maupun kota. Pemilihan Gubernur Jabar, bahkan juga diikuti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bersama keluarganya, Presiden datang ke TPS di dekat rumahnya di Cikeas, Gunungputri, Kabupaten Bogor. Untuk kandidat yang kalah, Presiden Yudhoyono pun berpesan. “Kita berharap bagi yang belum berhasil, menghormati keputusan. Dan kemudian mendorong konstituennya untuk mendukung pasangan gubernur dan wakil gubernur yang terpilih.

Ada yang menarik dari Pilkada Jabar. Hanya tiga dari enam calon gubernur atau calon wakil gubernur yang mempunyai hak pilih. Pada umumnya mereka yang mempunyai hak pilih mencoblos di TPS di dekat rumahnya. Adapun tiga calon lainnya tak terdaftar sebagai warga Jabar sehingga tak mempunyai hak pilih. Dan saat pemilihan, mereka hanya memantau, seperti dilakukan calon gubernur Agum Gumelar. Pun demikian dengan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf. Heryawan hanya mengantar mertuanya ke TPS di Bekasi

Sumber : Liputan6.com

About these ads
Categories: Info Subang Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: