Masih tentang WiMAX…..

17 11 2009

Sebenarnya kalau dirunut dari sejarahnya seperti di URL di bawah ini, maka WiMax 16 lebih diarahkan untuk alternatif DSL, dan bukan untuk memasuki ranah telekomunikasi bergerak.
http://en.wikipedia .org/wiki/ WiMAX
Ini dikenal dengan WiMax 16 – 2004, yaitu pada saat standar dibakukan
untuk 16d pada tahun 2004.

WiMax menghadapi WRC-2007
Cerita yang saya peroleh dari kalangan ITU dan menjelang WRC-2007, pada
saat pita frekuensi untuk IMT-2000 and beyond diperjuangkan, maka
produsen WiMax ingin agar WiMax sebagai wireless access bisa juga masuk
dan diakui sebagai IMT-2000 dst, sehingga mereka agak tergopoh-gopoh
menyiapkan standar untuk telekomunikasi bergerak. Dan keluarlah yang
disebut WiMax IEEE 16 – 2005 atau 16e. Dan oleh karena itu mereka terus
mengembangkan ke yang 16 m karena produk 16e agak tanggung, yaitu
semacam ABG (anak baru gede) untuk 4G, dan masih harus banyak
ditingkatkan untuk memberikan jaringan yang mulus bagi operator yang
harus menyesuaikan sehingga jaringan yang ada (2G/GSM dan 3G) tetap bisa
digunakan sampai habis umurnya. Jadi harus dilihat dari manfaat jaringan
keseluruhan (khususnya bagi operator), dan bukan hanya dari terminal
atau telepon genggamnya.

Walaupun tidak disebut dengan jelas tingkat teknologinya namun dalam
uraian di atas disebutkan bahwa:

Backhaul/access network applications

WiMAX is a possible replacement candidate for cellular phone
technologies such as GSM <http://en.wikipedia .org/wiki/ GSM>CDMA
<http://en.wikipedia .org/wiki/ Code_division_ multiple_ access>, or can
be used as an overlay to increase capacity. It has also been
considered as a wireless backhaul
<http://en.wikipedia .org/wiki/ Backhaul_ %28telecommunica tions%29>2G
<http://en.wikipedia .org/wiki/ 2G>, 3G
<http://en.wikipedia .org/wiki/ 3G>, and 4G
<http://en.wikipedia .org/wiki/ 4G> networks in both developed and
poor nations.[8] <http://en.wikipedia .org/wiki/ WiMAX#cite_ note-7>[9]
<http://en.wikipedia .org/wiki/ WiMAX#cite_ note-8>

Hak Hidup Setiap Usaha Telekomunikasi di RI
Memang semua perusahaan sah yang bergerak di dalam negeri, punya hak
hidup, dan diharapkan berusaha sesuai dengan kondisi dan kepentingan
nasional tentunya.
Dimana letak kepentingan nasional yang paling tinggi, apakah untuk
konsumen atau untuk produsen perangkat? Apakah misalnya setiap teknologi
harus dipakai? Jelas tidak, karena sebagai negara berkembang yang
terbatas kemampuannya harus memilah-milah teknologi agar modal para
operator (yang berdampak pada pelanggan) tidak hambur.

Lalu yang disebut kepentingan konsumen itu dimana?
Kepentingan konsumen, kepentingan rakyat, harus dilihat jauh ke depan
agar suatu saat Bangsa bisa mandiri dalam produksi perangkat dalam
negeri dengan nilai tambah sebesar-besarnya (tidak hanya sebagian kecil
dg assembling dsb), yang hanya bisa diperoleh dg pengembangan piranti
lunak dan dalam hal WiMax untuk chipset (chip bisa dibuat dan dipesan di
mana saja, karena harganya relatif kecil).

Setiap Negara Harus Menjunjung Standar demi IDN
Sekarang pertanyaannya mengapa kok mengembangkan standar 16d saja dan
tidak dibiarkan bebas saja memilih bebas?
Saya pernah mau menjual mobil Mercedes 230 E saya ketika mengakhiri
jabatan Direktur ITU di Jenewa (saya membeli dari pak Hasan Wirajuda
yang kebetulan mengakhiri tugas sebagai Minister Counselor di PTRI dan
menjadi Direktur Organisasi Internasional Deplu) ke seorang AS yang
katanya bisa membawanya ke negaranya. Eh, ternyata tak bisa diekspor ke
AS, karena standar di sana beda dengan yang di Eropa, misalnya tingginya
bumper, AC, perangkat keamanan, dsb. Ini suatu contoh bahwa suatu negara
tidak membiarkan berbagai merk masuk begitu saja.

Contoh lain adalah kalau pernah ke Swiss, harus membawa adapator listrik
segi enam yang beda dengan negara2 Eropa dan Indonesia. Mengapa? Oleh
karena Swiss tak ingin konektor2 listrik yang murah dari negara tetangga
atau lainnya masuk.
Demikian juga ketika anak salah seorang Deputy saya di BDT (Bureau for
Telecom Development) membeli motor di Perancis karena sangat murah,
ketika sampai di Jenewa sebelum dipakai motor tersebut harus diganti
dengan perangkat standar Swiss, dengan akibat harga total adalah sama
atau malah lebih mahal kalau dihitung segala kerugian waktu dll.

Jadi pak Wahyu, negara2 maju sekalipun tidak mengajari kita untuk bebas
menggunakan segala macam perangkat, loh, kok kita malah harus lebih
dermawan dari mereka?
Kalau kita mau rasional, minimal kita harus meniru apa yang dilakukan
negara maju untuk melindungi industri dalam negeri mereka.
Sudah tentu mereka mengakali kita dengan segala macam teori pasar bebas,
oleh karena mereka mau masuk pasar kita dan mereka lebih siap.

Titip pesan ke Teman-teman di Perdagangan dan DPR
Sesuai dg UU Telekomunikasi no.36/1999 maka bidang telekomunikasi adalah
bidang yang strategis, dan komoditi sebagaimana ditinjau hingga kini.
Oleh karena itu tidak bisa diperlakukan sama dengan layanan atau produk
lain kala mana dibahas di WTO, APEC dsb.
Oleh karena memiliki UU tersendiri maka tak bisa ditundukkan dengan UU
untuk Penanaman Modal yang makin memberikan peluang kepada investasi
asing begitu saja.

Agar diingat bahwa ketika Indonesia mau memasukkan modal 20% ke suatu
perusahaan satelit NGSO AS yang baru, walaupun menurut UU tidak
dilarang, tetapi ternyata FCC masih bisa ikut campur dan memerlukan
izinnya bila saham dengan suara (voting right) di atas 10%. Padahal ini
perushaan UKM saja.
Dalam hal di Indonesia pengawasan ganda seperti ini sulit dilakukan
karena sangat tergantung kebijakan para pemegang kekuasaan saat itu,
apalagi melihat lihaynya para negotiator asing menghadapi
pejabat-pejabat kita yang informasinya kurang.
Intinya, ya janganlah untuk bidang2 yang strategis negara kita ini
dijual habis, walaupun kita mengundang investor asing.

Kesimpulannya
Kita harus memberi kesempatan untuk mencari sesuap nasi kepada semua
usaha di NKRI ini dan mereka harus pintar-pintar menyesuaikan dengan
kepentingan nasional secara keseluruhan agar mereka berhasil secara
optimal dan tidak harus mengadu kepala dengan tembok.
Sebaiknya para ahli dan pendukung vendor-vendor asing ikut mencari
peluang jangka panjang yang mendukung IDN jangka panjang (berintikan
kekuatan R&D).

Namun kalau IDN yang kita dukung tidak becus, misalnya harga seenaknya
karena merasa dilindungi dsb, maka terpaksa harus membuka keran
teknologi yang lain. Oleh karena percuma memupuk IDN yang manja yang
tidak pernah akan ngentas dan bergantung pada fasilitas dan perlindungan
pemerintah sehingga operator dan konsumen menjadi korban (ini terjadi di
masa lalu dengan PT INTI).
Mereka juga harus jatuh bangun (jangan jatuh terus tak bisa bangun lagi)
untuk meraih keunggulan dalam negeri dan kemudian diuji di forum
internasional.

Salam,
APhD
PS. Saya teruskan ke milis lain agar suara pak Wahyu juga terekam ke
semua pemangku kepentingan industri telekomunikasi (layanan maupun
perangkat), baik swasta maupun pemerintah.

Subject: Re: [Fwd: [FKBWI] First Media Investasi WiMAX Rp 1 Triliun]
Date: Mon, 16 Nov 2009 09:01:15 -0000
From: Wahyu Haryadi <wahyu@bwa.web. id>
Reply-To: FKBWI@yahoogroups. com
To: FKBWI@yahoogroups. com

Pak Dji ysh,

Kita sama-sama mendukung IDN dan seharusnya tidak memihak kepada IDN
yang mengembangkan teknologi dengan standar tertentu. Lebih bijak untuk
membiarkan IDN atau vendor asing yang bermitra dengan perusahaan lokal
menentukan sendiri standar yang sesuai dengan keinginan pasar.

Pertanyaan saya jika ada IDN atau perusahaan lokal yang bermitra dengan
vendor asing dan telah mampu mengembangkan teknologi WiMAX 16e saat ini
di Indonesia, apakah Bapak akan tidak mendukung atau malah menentangnya ??

Sedikit koreksi Pak, sepengetahuan saya WiMAX 16e ini tidak
dikategorikan sebagai teknologi 4G tapi melainkan termasuk dalam
teknologi 3 (keluarga IMT 2000). Yang disepadankan dengan teknologi 4G
itu adalah WiMAX 16m dan LTE. Mohon dikoreksi oleh rekan-rekan yang lain
jika saya salah.

Salam, Wahyu





Menkominfo Janji Hadiri GCOS

26 10 2009

GCOSSerah terima jabatan kementerian komunikasi dan informatika baru saja berlangsung tadi sore, Kamis (22/10/2009) di Gedung Depkominfo Jl. Merdeka Barat, Jakarta. Untuk masa pemerintahan tahun 2009-2014, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) resmi dijabat oleh Tifatul Sembiring.

Pada kesempatan yang dihadiri puluhan wartawan tersebut, Tifatul mengatakan, pada masa jabatan M. Nuh, sektor komunikasi dan informasi telah menyumbang gross domestic product (GDP) sebesar 15 persen. “Melanjutkan kesuksesan tersebut menjadi tanggung jawab besar bagi saya, sehingga dibutuhkan kerja keras dan strategi yang jitu,” ujar pria yang masih menjabat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Ia melanjutkan, tantangan terbesar adalah digital divide yang masih tinggi, infrastruktur yang masih lemah, mega proyek Palapa Ring yang masih tertunda, proyek USO yang masih 46 persen, dan jaringan seluler yang masih menjangkau 69 persen wilayah Indonesia.

Suplai energi Base Transceiver Station (BTS) yang masih didominasi solar juga menjadi perhatian serius Menkominfo baru. Tifatul Sembiring berpendapat, sekarang lah saatnya menggalakkan green BTS pada infrastruktur operator telekomunikasi.

Selain itu, janji Tifatul, “Sebelum Januari 2010, mudah-mudahan kami bisa mewujudkan program 100 desa 100 komputer.”

Yang menarik, untuk menghormati kampanye penggunaan sistem operasi Open Source yang kini sedang digalakkan oleh seluruh departemen yang ada di pemerintahan, Tifatul menyatakan komitmennya untuk menghadiri Global Conference on Open Source (GCOS) 2009 yang akan berlangsung 26 hingga 27 Oktober nanti DI Hotel Shangri-La, Jakarta.

“Menghadiri event seperti itu adalah bagian dari amanah demi kemajuan TI secara menyeluruh,” katanya kepada Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum BISKOM yang juga Pengurus Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI). GCOS sendiri adalah acara bersama antara AOSI, Depkominfo dan Kementerian Negara Ristek dan Teknologi.

Selamat bertugas Tifatul Sembiring!

Terima kasih.

Salam,
Mr.Hoky / Soegiharto Santoso.





GCOS Akan Diserbu Puluhan Pakar Open Source Dunia

13 10 2009

Pertemuan kepanitiaan GCOS 2009 pada tanggal 01 Oktober 2009 yang bertempat Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) lalu telah berhasil melakukan pendataan final terkait dengan kesiapan perhelatan akbar Global Conference on Open Source dan kesediaan para pembicara baik yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri.

Pakar open source dari luar negeri yang secara positif menyatakan kesediaannya hadir dan menyampaikan paparannya antara lain dari kalangan pemerintahan (government) seperti MAMPU (Malaysia): Modernizing Public Service Using Open Source, USA: The Importance of Document Format on Government Task, Nanggroe Aceh Darussalam: Serving The Society Efficiently and Effectively, Ministry of Information and Communications, Republic of Indonesia: Legal and Smart Solution in Building National ICT Capability 2, dan lainnya.

Pembicara dari kalangan pebisnis yang juga telah menyatakan kesediaannya antara lain; Sun Microsystems: Embrace and Extend: Making Open Source Technologies Complement Incumbent Technologies in the Enterprise, TELKOM: To Open source or Not To Open source: A CIO Strategy and Migration Methodology, IBM: Open Source Adoption in Enterprise, NTT: Big Surge in the Use of Open Source in Mission Critical Systems , dan lainnya.

Tak kalah menarik adalah pembicara dan topik-topik di jalur akademisi. Akan hadir diantaranya adalah dari CNRS Perancis: The Use of Open Source in the Grid Computing and Data Acquisition System in High Energy and Particle Physics Research Projects, SEAMOLEC: Prospect and Experience in using Open Source for Distance Learning, The Arnold Arboretum of Harvard University: Open Source Software and Open Data in Biodiversity Research and Education.

Selain topik-topik pemerintahan, bisnis dan akademis, ada pula topik-topik open source di komunitas juga open source di dunia kreatif.

Dalam pertemuan tersebut juga memetakan kesiapan panitia terkait dengan kegiatan Workshop dan pameran yang akan digelar menjadi satu kesatuan dari serangkaian acara Global Conference on Open Source yang akan segera dilaksanakan pada tanggal 26 – 27 Oktober 2009 nanti. Empat buah workshop tengah disiapkan oleh panitia, yaitu : Character Animation using Blender, Open Source For Health/Medicine, dan Network Analysis and troubleshooting @ enteprise.

Bersamaan dengan Global Conference on Open Source ini, akan diselenggarakan pula Asia Open Source workshop, POSS Network Workshop dan IGOS Summit 3.

Hal yang menarik, setelah perhelatan Global Conference on Open Source juga akan diselenggarakan satu sesi khusus dengan pembicara Richard M. Stallman, sang Pencetus gerakan perangkat lunak bebas (Free Software Movement) yang juga pendiri Free Software Foundations (FSF). Richard M. Stallman adalah penulis “GNU Compiller Collection”, sebuah kompiler portable yang dapat ditujukan untuk berbagai variasi arsitektur dan bahasa pemrograman. Selain itu ia juga menulis “GNU Symbollic debugger (gdb)”, “GNU Emacs” dan berbagai program GNU Project yang sebenarnya adalah salah satu wujud usaha Stallman untuk memperjuangkan “free software”.

Acara yang digelar di Auditorium, Gedung BPPT II Lt. 3, Jl. MH Thamrin 8, Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2009 mulai pukul 09:00 s/d 11:30 ini dipandu oleh Majalah InfoLinux dan dibuka GRATIS untuk umum. Dalam kesempatan ini Richard M. Stallman akan membawakan topik : “The Free (Bebas) Software Movement and the GNU/Linux Operating System“.

Mari bersama kita sukseskan penyelenggaraan Global Conference on Open Source sebagai tonggak kebangkitan dan perkembangan komunitas Open Source di Indonesia.

Keterangan lebih lanjut terkait dengan kesiapan, jadual acara serta rangkaian kegiatan GCOS, silakan kunjungi situs resminya di http://gcos. info

Terima kasih.

Salam,
Mr.Hoky / Soegiharto Santoso.
BISKOM – Media Partner GCOS 2009
www.biskom.web. id





Peta Informasi Bencana Sumatra Barat

5 10 2009

Peta Informasi Bencana Sumatra Barat – Peta ini dibuat untuk membantu orang yang membutuhkan informasi tentang dampak bencana alam di Sumatra Barat. Jika anda mempunyai informasi yang belum ada di peta ini, mohon kontribusi anda dengan mengikuti instruksi di bawah ini, karena mungkin banyak orang yang akan membutuhkan informasi tersebut.

http://opensource.telkomspeedy.com/map/

peta





THE ART OF TECHNOLOGY & RAMADHAN SALE 2009 – Ketika Seni dan Teknologi Berkolaborasi

9 09 2009

Hari Senin tanggal 7 September 2009 telah dibuka secara Resmi Pameran “The Art of Technology & Ramadhan Sale 2009″ pengguntingan pita dilakukan secara bersama-sama oleh (lihat foto di web Biskom, dari kiri ke kanan) Dr. Ir. Danang Priatmodjo, M.Arch – Dekan Fakultas Teknik Universitas Tarumanegara, Soegiharto Santoso – Ketua Umum HRCC, Erman – Manajemen Roxy Square dan Taufresdian (Afat) – Ketua Umum HMCC.

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggara pameran “The Art of Technology & Ramadhan Sale 2009″

Mohon Doa Restunya agar semuanya dapat berjalan dengan lancar dan sukses, Amin

http://www.biskom. web.id/2009/ 09/07/the- art-of-technolog y-ramadhan- sale-2009- ketika-seni- dan-teknologi- berkolaborasi. bwi
THE ART OF TECHNOLOGY & RAMADHAN SALE 2009 – Ketika Seni dan Teknologi Berkolaborasi
Ditulis pada 07 September 09

Hari Raya Idul Fitri dan libur panjang segera tiba. Budaya mudik membuat kita berada di lokasi yang jauh satu sama lain. Namun berkat teknologi, jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah. Perangkat mobile yang didukung akses internet yang mumpuni memungkinkan kita untuk tetap bersilahturahmi, baik melalui telepon, email, chatting, Facebook, Twitter dan lain sebagainya.

Karenanya di pertengahan bulan Ramadhan ini, Harco Roxy Computer Center (HRCC) menggelar pameran The Art of Technology & Ramadhan Sale 2009, untuk memberikan pengunjung pilihan terbaik saat memilih produk terbaru. Tepatnya mulai hari ini (7/9) hingga 13 September 2009, sesuai namanya, pameran yang diselenggarakan di Roxy Square Lantai 2, Jl. Kyai Tapa – Jakarta ini menggelar diskon besar-besaran untuk produk-produk teknologi informasi (TI) beserta aksesoris komputer lainnya.

Ketua Umum HRCC, Soegiharto Santoso (Hoky) saat acara pembukaan pameran mengatakan, “Sebagai asosiasi baru, sangat tidak mungkin HRCC mampu berdiri sendiri untuk menggelar event sebesar ini. Untuk Tim pameran kami dibantu oleh Hendry Andrigo, Robby Guna, Lucky Christian dan Hardy Winata. Roxy Square merupakan pusat komputer terlengkap di Jakarta Barat dengan lokasi yang strategis karena letaknya berdekatan dengan kampus Trisakti, Untar, Ukrida dan lain sebagainya. Mall ini memiliki lahan pameran yang luas dan ruang untuk melakukan seminar/workshop, oleh sebab itu di masa mendatang saya mengajak seluruh pihak terkait untuk dapat menjalin bekerjasama yang saling menguntungkan dengan HRCC.”

The Art of Technology & Ramadhan Sale 2009 didukung oleh Asosiasi Harco Mangga Dua Computer Center (HMCC), Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) , Asosiasi Pengusaha Komputer Layak Pakai Nasional (APKOMLAPAN) , Universitas Tarumanegara, Ikatan Mahasiswa Elekto Tarumanagara (Imalekta) dan sejumlah media partner seperti Majalah BISKOM, Chip, dan Indogames serta Tabloid Pulsa.

Mengomentari terselenggaranya pameran ini, Ketua Umum HMCC, Taufresdian (Afat) mengatakan, “The Art of Technology & Ramadhan Sale 2009 adalah sebuah usaha yang besar dan sungguh-sungguh dari para pengurus Asosiasi HRCC dan HMCC serta APKOMLAPAN. Hanya dalam tempo 3 bulan sejak didirikan, tepatnya pada tanggal 29 Mei 2009, HRCC telah mampu menggandeng banyak pihak untuk bergabung di dalamnya.”

Dr. Ir. Danang Priatmodjo, M.Arch, Dekan Fakultas Teknik Universitas Tarumanegara, dalam sambutannya mengatakan, “Merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami ikut terlibat dalam acara ini, mengingat mahasiswa dengan citivitas akademikanya tidak saja harus menjadi sarjana-sarjana yang kuat dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga mampu mengimplementasikan nya dalam kehidupan bernegara. The Art of Technology & Ramadhan Sale 2009 adalah sarana yang tepat untuk saling berbagi ilmu pengetahuan. “

Sementara Djoko Agung Harijadi, Sekretaris Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo, ketika dihubungi oleh BISKOM mengatakan, “HRCC dapat menjadi contoh bahwa bergabungnya para pedagang dalam satu wadah bernama asosiasi bisa menghasilkan banyak keuntungan bagi masing-masing anggota dan bahkan masyarakat luas. Meski baru berdiri, HRCC kerap secara aktif terlibat mengkampanyekan penggunaan TI secara luas, khususnya gerakan Internet Sehat yang diresmikan pemerintah. Kedepan, saya berharap akan semakin banyak mall TI yang bermunculan di tanah air dan para pedagang dapat dipersatukan dalam sebuah asosiasi demi kemajuan bersama.” Dalam acara ini Depkominfo juga membagikan buku Internet Sehat hasil kerjasama dengan ICT Watch, flier dan pin untuk mensosialisasikan Internet Sehat kepada masyarakat.

Rudi Pranata Tjoa, dari Manajemen Roxy Square mengatakan bahwa kedepannya Roxy Square akan dikonsepkan sebagai ‘digital mall’, “kami selalu mendukung setiap penyelenggaraan pameran-pameran dan workshop atau seminar TI, dan kami akan terus bekerjasama dengan dunia pendidikan, para pengusaha TI dan juga dari pemerintah, sehingga konsep digital mall benar-benar akan terwujud di Roxy Square”.

Acara yang digelar pertama kalinya oleh HRCC ini menempati lokasi seluas 2000 m2. Sebanyak 45 peserta siap memperkenalkan produk unggulan mereka, antara lain Ben-Q, Intel, Axioo, Mobile8, Mobi Insan, Asus, HP/ Compaq, Lenovo, Byon, Efioo, Power Logic, Sonic Gear, PixelView, Hitachi, ICA, Samsung Printer Laser, Kaspersky, Meja Grace dan Blueprint.

Sentuhan seni dikedepankan dalam The Art of Technology & Ramadhan Sale 2009. Hal ini akan tampak pada acara PC Moddling dan pagelaran casing dengan desain yang super unik persembahan Techno Solution, pameran monitor CRT dari Evio serta lelang LCD dengan harga yang sangat terjangkau.

The Art of Technology & Ramadhan Sale 2009 juga bisa menjadi sasaran yang tepat bagi para pehobi dan pemburu hadiah. Ada ekspo game Ayo Dance, kompetisi Warcraft Dota dengan total hadiah Rp. 20 juta dan diikuti oleh 200 peserta, Lomba Fotogenik yang diselenggarakan oleh Blueprint dengan hadiah utama Rp. 3 juta dan masih banyak bentuk kompetisi lainnya.

Terima kasih.

Salam,
Mr.Hoky / Soegiharto Santoso.





Seminar “CITIZEN JOURNALIST: Wartawan Profesional Berbasis TI”

7 09 2009

Buat seluruh rekan-rekan,

Dalam rangka kepedulian terhadap korban gempa Tasikmalaya, Maka HRCC, HMCC, APKOMLAPAN, IMELKATA Universitas Tarumanagara, Kantor Berita Antara, Detik.Net, Majalah SWA & BISKOM menyelenggrakan seminar “CITIZEN JOURNALIST: Wartawan Profesional Berbasis TI” di Pameran “THE ART OF TECHNOLOGY & RAMADHAN SALE” bertempat di Roxy Square – Lt 2, Jl. Kyai Tapa No. 1 Jakarta, hari Jumat, 11 September 2009, Pk 14.00 – 16.30 (Pameran di selenggarakan dari tanggal 3 s/d 13 September 2009)

Gaya hidup digital (digital lifestyle) telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Piranti-piranti mobile seperti ponsel pintar dengan fasilitas multi dan kamera berukuran poket membuat orang semakin akrab dengan pengelolaan file digital.

Salah satu akibat dari maraknya penggunaan piranti tersebut adalah munculnya istilah Citizen Journalist. Istilah yang jika di-Indonesia- kan menjadi Pewarta Warga ini memainkan peranan yang signifikan terutama ketika terjadi tragedi Jumat berdarah di Jakarta, 17 Juli 2009, saat bom meledak di Hotel J.W. Marriott sekitar pukul 07.45 WIB dan Hotel Ritz Carlton sekitar pukul 07.50 WIB.

Di sisi lain, layanan social media semacam Facebook dan micro-blogging Twitter serta YouTube menjadi semacam media atau sumber informasi utama yang kecepatan update-nya mendahului hampir seluruh media arus-utama (mainstream) .

Selengkapnya:
http://www.biskom. web.id/2009/ 09/03/%E2% 80%9Ccitizen- journalist- wartawan- profesional- berbasis- ti%E2%80% 9D-seminar- kepedulian- terhadap- korban-gempa- di-tasikmalaya. bwi

TOPIK SEMINAR
Apakah etika jurnalistik juga diterapkan oleh Citizen Journalist?
Bagaimana media arus utama memandang kehadiran Citizen Journalist?
Bagaimana menjadi Citizen Journalist yang baik?
Apakah Citizen Journalist bisa menjadi sumber pendapat baru?

TUJUAN
Memberikan gambaran kepada para peserta seminar tentang Citizen Journalist.
Memberikan pengetahuan kepada para peserta seminar untuk menjadi seorang Citizen Journalist
Membangun jiwa peserta untuk berkarir/berusaha.

PROGRAM ACARA
Tema Seminar : “CITIZEN JOURNALIST: Wartawan Profesional Berbasis TI”
Seminar Kepedulian Terhadap Korban Gempa di Tasikmalaya

Hari/Tanggal : Jumat, 11 September 2009
Tempat : Roxy Square Lantai 2, Ruang Diamond Hall
Jl. Kyai Tapa No.1 (sebelah RS Sumber Waras) Jakarta Barat
Waktu : Pk 14.00 – 16.30

Pembicara : Sesi I
Etika Foto Jurnalistik : Oscar Motuloh -Antara

Sesi II
Menjadi Citizen Journalist :D onny BU – Detik.Net
Wisnu – Majalah Swa
Fiqih – Majalah BISKOM (Moderator)

TARGET PESERTA
- Wartawan, Blogger, Twitter, Facebooker, Pelajar, Mahasiswa dan Pehobi + 100 orang.
- Pendapatan dari pendaftaran peserta disumbangkan SELURUHNYA kepada korban gempa.
- Peserta mendapatkan snack buka puasa dan Sertifikat Keikutsertaan

PENDAFTARAN
- Umum Rp. 50.000.000
- Pelajar dan Mahasiswa Rp. 35.000

Melalui rekening:
Bank Mandiri Cabang Cilacap 139-000-466- 5554 a/n CV Surya Buana (Ketua DPD Apkomindo Cilacap)
Keterangan: Peserta mengirimkan biaya pendaftarnya ke rekening Ketua DPD Apkomindo Cilacap, karena dana tersebut nantinya
untuk membantu para korban gempa di Cillacap.

INFORMASI:
BISKOM
Jl. KH Zainul Arifin
Komp. Ketapang Indah Blok B1/5
Jakarta 11140
Telp. (021) 638 54772, Fax. (021) 638 58998
Mobile : 0819 0827 1501 / 0888 158 5856
Email. redaksi@biskom. web.id / andi@biskom. web.id
Web. www.biskom.web. id

Terima kasih.

Salam,
Mr.Hoky / Soegiharto Santoso.
Ketum HRCC (Harco RoxySquare Computer Center)





Terjemahan online barbagai bahasa dari Google

4 09 2009

Google makin smart aja dengan adanya aplikasi2 onlinenya,  jika Anda butuh menterjemahkan berbagai bahasa Indonesia ke bahasa lainnya Translator Google perlu Anda coba deh, dan ini bukan hanya translate kata, tapi bahkan kalimat dengan grammernya, luar biasa deh Google.

Aplikasi online tersebut bisa Anda coba buka di alamat ini http://translate.google.com

googletranlate





Workshop “TIK untuk Proses Belajar” Tgl. 9/9/09 di Roxy Square, Jakarta

3 09 2009

Workshop “TIK untuk Proses Belajar”

Tanggal 9 September 2009, Insya Allah, akan dilakukan Workshop “TIK untuk
Proses Belajar” sambil menunggu berbuka puasa, dengan materi:

+ InterNet Sehat
+ Menggunakan Internet Yang Aman
+ Buku BSE TIK SMA Open Source
+ Penggunaan Distro SchoolOnffLine – Untuk Moodle Server, Blog Server, Wiki
Server
, Webmail Server, SISFOKOL Server, Senayan Digital Library
untuk Proses Belajar.

Pembicara:

+ Onno W. Purbo
+ Donny B.U. (dalam konfirmasi)

Peserta Akan memperoleh

+ DVD LiveCD SchoolOnffLine berbasis Ubuntu yang sudah ada Moodle Server,
Blog Server, Wiki Server, Webmail Server, SISFOKOL Server,
Senayan Digital Library beserta buku TIK
+ BSE SMA dan Buku Internet Sehat di dalam LiveCD SchoolOnffLine
+ Sertifikat Workshop “TIK untuk Proses Belajar”

Tempat: Roxy Square – Lt 2, Jl. Kyai Tapa No. 1, Jakarta Barat
Tanggal: 9 September 2009
Jam: 15:00-17:00

Pendaftaran:

Nurlina N. Purbo
nurlina@cbn. net.id / linapurbo@gmail. com (lebih di sukai)
SMS: 08176492888

Biaya: Rp. 25.000,- / peserta.
Transfer ke:
BCA Cabang Gondangdia Lama
a/n Nurlina Noertam
Nomor Rekening 455-10620-10

Mohon bukti transfer di bawa saat pendaftaran via e-mail
maupun pendaftaran ulang.





Depkominfo Resmikan M-Life Festival

2 09 2009

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, Masyarakat Ekonomi Syariah mengadakan M-Life (Muslim-Lifestyle) Festival di Grand Indonesia East Mall Jakarta, 1-6 September 2009.

Saat meresmikan acara, Menteri Komunikasi dan Informasi, M. Nuh mengatakan, gaya hidup muslim harus dikombinasikan dengan digital life style, agar dapat memicu daya saing di era kemajuan teknologi. Begitupun dalam menggerakan ekonomi syariah, peran teknologi mutlak digunakan.

Karenanya, Masyarakat Ekonomi Syariah menempatkan industri konten sebagai salah satu potensi yang dapat menjadi driver pertumbuhan ekonomi yang signifikan jika diarahkan secara efektif dan didukung oleh lingkungan yang kondusif.

Untuk menentukan arah strategis perkembangan industri konten di Indonesia, dalam acara ini telah disepakati 3 nota kesepahaman (MoU). Pertama, MoU antara Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) dan Motekar, perusahaan pengembang aplikasi, sistem, dan layanan konten berbasis mobile. Kemudian MoU kedua ditandatangani oleh Depkominfo, Motekar dan Telkomsel dan yang ketiga MoU antara Depkominfo, Motekar, Telkom dan LKBN Antara.

Ketiga MoU yang dimaksudkan untuk mempercepat pencapaian masyarakat informasi tersebut akan diwujudkan melalui penyebaran informasi berita, dan juga sebagai pelaksanaan Publik Service Obligation, terutama ke masyarakat kelas menengah kebawah.

Pihak-pihak penandatangan MoU diharapkan dapat menjadi pionir dalam menciptakan succes story pengembangan layanan konten yang cakupannya luas, ekonomis dan fleksibel untuk dikebangkan, diantaranya berupa Warung Masyarakat Informasi Indonesia yang dapat diakses melalui perangkat mobile, Motekar Qur’an yaitu ayat suci berformat digital, serta Mobi-Mibo, aplikasi untuk personal content manager serta navigasi konten multi channel berbasis teks dan ikon grafik.

Acara yang dipandu oleh mantan anggota DPR, Marissa Haque ini dihadiri antara lain oleh Ashwin Sasongko (Dirjen Aplikasi Telematika), Cahyana Ahmadjayadi (Kepala Balitbang SDM Depkominfo), Sarwoto Atmosutarno (Dirut Telkomsel), Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur LKBN Antara), Arry Akhmad Arman (CEO Motekar) dan Soegiharto Santoso (Pimpinan Umum BISKOM).





Training Linux Gratis TOT Akhir Tahun 2009

1 09 2009

Kabar opensource terbaru …

Ardelindo Aples mengadakan Pelatihan Linux GRATIS Training Of Trainer
akhir tahun 2009 lanjutan yang diadakan di Lab. Komputer Ardelindo.
Peserta yang ingin berpartisipasi bisa melakukan pendaftaran di
www.ardelindo. com. Materi Pelatihan Linux Gratis:

1. Migrasi ke Openoffice
2. Internet Gateway
3. Datacenter
4. Linux Fundamental

Buruan daftar tempat terbatas … hanya untuk 8 peserta. www.ardelindo. com

Ardelindo Aples juga mengadakan Worshop Super Diskon yang hanya ada di
Bulan Ramadhan 2009.

Kelas Enterprise Internet
Tanggal: 1 – 4 September 2009
1. Internet Gateway
2. Bandwidth Management
3. Wireless RT/RW Net & Hotspot Captive Portal
4. Enterprise Mail Server

Kelas Enterprise Server
Tanggal: 8 – 12 September 2009
1. Enterprise OpenLDAP Datacenter
2. Enterprise VPN & MPLS Virtual WAN
3. Virtual Domain Enterprise Server
4. Enterprise VoIP & Asterisk IP PBX

Investasi: Rp. 220.000,- / materi

Terima kasih..semoga info ini bermanfaat bagi
kita semua.