Pengemis Buta Dan Rasulullah SAW

6 03 2009

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap
harinya
selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,
Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu
pembohong,
dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan
dipengaruhinya.

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan
makanan,
dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang
dibawanya
kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang
menyuapinya
itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari
sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan
makanan setiap
pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat
Rasulullah SAW yakni
Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak
bukan merupakan
isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,Anakku,
adakah kebiasaan
kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan
hampir tidak ada
satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.
Apakah Itu?, tanya Abubakar RA.
Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan
membawakan
makanan untuk
seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA..

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk
diberikan kepada
pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan
itu kepadanya.
Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik,
Siapakah kamu?
Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).
Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si
pengemis
buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak
susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku,
tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut,
setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata
kepada pengemis itu,
Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah
seorang
dari sahabatnya,
orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar
RA, dan kemudian berkata,
Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya,
ia tidak pernah memarahiku sedikitpun,
ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA
saat itu juga
dan sejak hari itu menjadi muslim.

Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah
SAW?
Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.

Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah
baiknya kita berusaha
meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup
melakukannya.

Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai
Rasulullahmu…

Sadaqah Jariah salah satu dari nya mudah dilakukan, pahalanya?
MasyaAllah….macam meter taxi…jalan terus.

Sadaqah Jariah – Kebajikan yang tak berakhir.

1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan
hasanah.

2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda
dapat hasanah.

4. Bantu pendidikan seorang anak.

5. Ajarkan seseorang sebuah do’a. Pada setiap bacaan do’a itu, Anda dapat
hasanah.

6. Bagi CD Quran atau Do’a.

7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.

8. Tempatkan pendingin air di tempat umum.

9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung
dibawahnya, Anda dapat hasanah.

10. Bagikan email ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah
satu dari hal diatas,
Anda dapat hasanah sampai hari Qiamat.

Aminnnnnn…





Parno yakin bahwa rizki ditangan Tuhan

24 02 2009

Siang itu, Parno sangat lemas menatap hidupnya
Betapa tidak, menjelang hari kelahiran putra pertamanya yang seharusnya dinantikan dengan suka cita, namun Parno mengalami luka demi luka dalam kehidupannya.

Beberapa hari yang lalu Parno kecopetan di dalam bus yang mengantar sang Istri ke kampung halaman. Seluruh duitnya habis digondol sang tangan panjang yang jahil. Bersyukur dompet dan beserta kartu identitas serta kartu ATM yang bersaldo minim masih dapat kembali di bus tersebut.

Siang tadi, dia baru saja menghadapi ujian kembali. ketika Sekolah tempat dia bekerja menawarkan perpanjangan kontrak kerjanya namun dengan gaji yang jauh dari layak.Sepertinya personalia yayasan mengetahui ke-apes-an Parno ini, yang sedang butuh duit segera.  Tidak tanggung-tanggung Sekolahan tersebut ingin mengikat Parno dalam waktu 3 tahun sekaligus.

Parno pun bimbang. Disatu sisi pekerjaannya sebagai pesuruh di sekolahan swasta pasti tidak mencukupi untuk biaya hidupnya selama 3 tahun ke depan. MEmang ia dijanjikan oleh salah seorang kawannya untuk mendapatkan kerjaan pada bulan depan. namun jangankan untuk sampai bulan depan, dua hari sudah nasi tidak masuk ke dalam perutnya.

Semakin berfikir, Parno pun semakin bimbang. Haruskah ia mengambil keputusan menerima tawaran yayasan yang sangat tidak menguntungkan itu atau menunggu bulan depan saja dari janji sang kawan menuju hari depan yang lebih baik.

Di dalam kegalutan, Parno pun teringat kepada Tuhannya. Segera ia berdoa untuk dipilihkan yang terbaik.

Hingga sore hari duduk di rumah kontrakan, hati masih begitu bimbang. Hingga ketika selesai shalat maghrib, hati Parno tergugah. Ketika mendengar lantunan ayat suci  yang memiliki arti ” Tidaklah sekali-kali Allah memberikan ujian cobaan diluar kemampuan hambaNya”

Semangat Parno mulai membara. Ia semakin yakin bahwa rizki Tuhannya tak pernah kemana. Penuh semangat ia putuskan tekad. bahwa ia harus memiliki hari esok yang jauh lebih baik. Selalu ada cara untuk mendapatkan rizki sampai bulan depan tiba. Batin
Parno dalam hati.

Dia kini tak lagi peduli dan gelisah. walau upah terakhir ia bekerja dari sekolah tempat ia bekerja masih di tahan oleh Yayasan sebagai umpan untuk perpanjangan kontrak lagi. Ia semakin yakin bahwa rizki bukan ada di tangan yayasan akan tetapi di tangan TUHAN

salam berbagi





Jadikan Ketakutan menjadi PEluang

24 02 2009

Suatu ketika menjelang pemilihan presiden sebuah negara, berkumpullah
para penasehat salah satu kandidat  presiden untuk mencari Pose terbaik
sang Kandidat. HIngga akhirnya salah seorang dari mereka meyakini satu
pose terbaik Sang Presiden.

Akan tetapi ketika hendak memajang
foto sang kandidat, tiba-tiba penasehatnya teringat dengan Hak Cipta
dan menyarankan sang Kandidat Presiden tersebut untuk berfikir ulang.Karena
kalau dia dari pihak lawan pasti sang Fotografer akan menjadikan foto
ini untuk menjatuhkan kita, kalau dia dari pihak kita pasti nantinya
kita akan di denda sangat mahal, fikir sang penasehat pada saat itu

Mendengar
jawaban para penasehatnya, sang Kandidatpun berfikir sejenak lantas
berkata, cari nomor telpon sang Fotografer, saya yang akan menelpon dia
langsung

Singkat kata, setelah mendapatkan nomor telpon, sang
Kandidat langsung menelpon si Fotografer . Dalam diskusinya, sang
Kandidat lansung berkata:


Wahai Pak Fotografer, kami dari tim kandidat kepresidenan, dan kami
meyakini foto anda adalah foto terbaik yang pernah ada. Kami ingin
memberikan penawaran kepada Anda, jika anda mau foto ini dipajang oleh
kami dan akan kami abadikan pada setiap jalanan seluruh negara , maka cukup dengan $5,000 saja kami akan menjadikan foto anda sebagai bukti sejarah kehebatan sang Kandidat yang akan segera menjadi Presiden negara ini. kami tunggu sampai malam ini jawaban dari anda.”

Dan
pada malam harinya, setelah merenungkan tentang manfaat yang luar biasa
karena foto hasil jepretannya akan dipajang di seluruh negara maka ,
sang Fotografer itu pun menelpon kembali kepada tim penasehat Kandidat.
Sang Fotografer akhirnya meminta peringanan karena ia hanya memiliki
uang $200 saja pada saat itu. Karena telah di sepakati, akhirnya foto
tersebut di publish oleh tim sang kandidat. Dan memang benar, foto itu
mampu mendongkrak popularitas sang Kandidat sehingga mengantarkan sang
kandidat menuju kursi kepresidenan.

**********

Sahabat
sering kali, kita menjadi pesimis , dan putus asa karena
ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan. Padahal kita bisa mengemas
ketakutan tersebut menjadi peluang

Sungguh akan ada banyak Feedback (Hikmah) dibalik setiap kejadian  kehidupan kita. Maka bersabarlah dan berjuanglah senantiasa.

Tetap semangat





Motivation of The Day : ” Ikhlas “

2 09 2008

Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia lima
tahun. Pada suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu
supermarket. Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa melihat
sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung
dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak
begitu indah,sehingga Anisa sangat ingin memilikinya.

Tapi… Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya,
sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji: Tidak akan meminta
apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan tadi Ibunya sudah
menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik. Namun
karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya :

“Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh kembalikan kaos
kaki yang tadi… ” Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan
Anisa. Dibaliknya tertera harga Rp 15,000. Dilihatnya mata Anisa yang
memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia bisa saja
langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak
konsisten…

“Oke … Anisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos
kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari
kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan.
Setuju ?” Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan
kaos kaki ke raknya.”Terimakasih. .., Ibu”.

Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya,
kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik
Ibunya. Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur.
Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab, kata
ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi
hijau…

Setiap malam sebelum tidur, Ayah Anisa akan membacakan cerita pengantar
tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, Ayah
bertanya

“Anisa…, Anisa sayang ngga sama Ayah ?”

“Tentu dong… Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah !”

“Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu…”

“Yah…, jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil “si Ratu” boneka kuda dari
nenek… ! Itu kesayanganku juga”

“Ya sudahlah sayang,… ngga apa-apa !”. Ayah mencium pipi Anisa sebelum
keluar dari kamar Anisa.

Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah
bertanya lagi,

“Anisa…, Anisa sayang nggak sih, sama Ayah ?”

“Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah ?”.

“Kalau begitu, berikan pada Ayah kalung mutiaramu.”

“Jangan Ayah… Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie
ini..” Kata Anisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu
menemaninya bermain. Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk
kekamarnya, Anisa sedang duduk diatas tempat tidurnya.

Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua
tangannya tergenggam di atas pangkuan. Dari matanya, mengalir
bulir-bulir air mata membasahi pipinya…

“Ada apa Anisa, kenapa Anisa ?” Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka
tangannya. Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya

” Kalau Ayah mau… ambillah kalung Anisa” Ayah tersenyum mengerti,
diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa.

Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang
satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih… sama cantiknya
dengan kalung yang sangat disayangi Anisa…

“Anisa… ini untuk Anisa. Sama bukan? Memang begitu nampaknya, tapi
kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau” Ya…, ternyata
Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara
imitasi Anisa.

Demikian pula halnya dengan ALLAH. Terkadang Dia meminta sesuatu dari
kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik.
Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa:
Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga,dan oleh
karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan.. . baik itu berupa
barang/harta ataupun orang yang kita kasihi.

Untuk itulah perlunya sikap ikhlas, karena kita HARUS yakin tidak akan
ALLAH mengambil sesuatu dari kita jika tidak akan menggantinya dengan
yang lebih baik.

Sumber : Anynomous





Doa 46

8 08 2008

Bismillahirohmanirohim, Assalamu ‘alaykum wr, wbr,

Saudaraku,
Periode doa Shirootol mustaqiim,
Allohumma nas-aluka taufiqo ahlil hudaa wa a’maala ahlil yaqiin, wa
munaashohata ahlit taubah wa ‘azma ahlis shobri wa jidda ahlil khosy-yah, wa
tolaba ahlir roghbah, wa ta’abbuda ahlil waroo’, wa ‘irfaana ahlil ‘ilmi
hatta akhoofaka — ya Allah, kami memohon hanya kepadaMU semata tentang
taufiq yang Engkau berikan kepada orang-orang yang mendapatkan petunjukMU
dan aktifitas orang-orang yang sudah mendapatkan keyakinan penuh kepadaMU,
keikhlasan seperti orang-orang yang bertaubat kepadaMU dan keteguhan hati
seperti orang-orang yang Engkau beri mereka kesabaran total dan kesungguhan
maksimal dari orang-orang yang takut tidak engkau ridloi, dan permintaan
seperti orang-orang yang menggemariMU, mencintaiMU, menyayangiMU dan ibadah
seperti orang-orang yang Engkau berikan mereka kewaro’an, serta pencerahan
para ahli ilmu hingga aku sungguh-sungguh takut dan cinta kasih kepadaMU …

Ya Allah,
Sungguh ibadahku belum ada secuil dari apa yang Engkau inginkan dari kami,
bahkan kami belum mampu beribadah seperti yang kekasihMU, RasulMU, NabiMU
Muhammad saw dan para sahabatnya contohkan bagi kami. Sungguh kami belum
mampu bersujud kepadaMU, belum mampu kami berdzikir, belum mampu kami
berdo’a, belum mampu kami menangis seperti sujudnya para kekasihMU, para
waliMU, para syuhadaMU, para solihinMU ya Allah … ampuni kami

Ya Allah,
Tiada yang dapat mengampuni kami, tiada tempat bagi kami memohon ampunan,
kecuali hanyalah Engkau semata sang Robbun Ghofuur Tuhan Sang Pengampun Sang
Pemaaf, sang Ghofuurur Rohiim Sang Pengampun lagi Sang Penyayang, hanya
Engkau, hanya Engkau ya Allah

Ya Allah,
Ketidak mampuan kami, kelemahan kami adalah nyata, kesalahan kami adalah
nyata, kami yang keliru adalah nyata, lupa kami adalah nyata, enggan malas
kami pun adalah nyata, kami mengulur waktu adalah nyata, ketidak tahuan atau
belum mengertinya kami pun adalah nyata, itu yang membuat kami jauh
daripadaMU ya Allah … jalan yang telah Engkau tetapkan dan umumkan bagi kami
sering kami langgar ya Allah hingga kami acapkali terpeleset menjadi
bimbang, ragu, kawatir bahkan takut menghadapi hidup ini.

Ya Allah,
Sedikit kami tahu akan jalanMU, namun karena kecenderungan kami terhadap
dunia ini maka acapkali jalanMU hilang dari kesadaran kami, hilang dari
pemikiran kami sejenak dari jengkalan waktu kami, hilang dari kerinduan
dalam hati kami, ataghfirulloohal ‘adziim, ampuni kami ya Allah dan bukalah
hati kami, bukalah akal fikiran kami bukalah jasad kami hingga jalan yang
sudah Engkau berikan kepada para kekasihMU sejak awal manusia Engkau
letakkan di muka bumi ini hingga saat detik ini, benar-benar kami
menyaksikannya, benar-benar kami memahaminya, benar-benar kami meyakininya
dan pada akhirnya mohon ya Allah berikanlah kami kekuatan hati jiwa dan
rasa, kekuatan fikiran dan kekuatan jasad yang purna untuk menegakkan bukan
mengamalkan semata, bukan mengerjakan saja … untuk semua hal yang Engkau
inginkan atas kami, semua yang Engkau ridlokan bagi kami, semua yang Engkau
tetapkan bagi kami. Hanya Engkaulah sang Haadi ya Allah, engkaulah sang
Pemberi Petunjuk.

Ya Allah,
Pekerjaan kami adalah amanah daripadaMU, mohon bimbinglah kami sehingga kami
mampu menunaikan amanah ini dengan maksimal sehingga kami mampu berprestasi
dengan ridloMU. Amin.

Wish you all the best





Motivation of The Day : 10 Ciri Orang Yang Berpikir Positif

11 06 2008

Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup kan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang ‘beredar’ di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.

1. Melihat masalah sebagai tantangan

Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.

2. Menikmati hidupnya

Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.

3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide

Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.

4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak

Memelihara’ pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.

5. Mensyukuri apa yang dimilikinya

Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.

6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu

Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.

7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan

Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan ? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya. NARO (No Action Review Only), NADO (No Action Dream Only), NATO (No Action Talk Only), NACO (No Action Concept Only), NABO (No Action Briefing Only), NAMO (No Action Meeting Olny), NASO (No Acton Strategy Only)

8. Menggunakan bahasa positif

Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti “Masalah itu pasti akan terselesaikan,” dan “Dia memang berbakat.”

9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif

Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan ‘hidup’.

10. Peduli pada citra diri

Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.





Pelajaran Satu Juta Dolar

1 05 2008

Pelajaran Satu Juta Dolar
Petey Parker

Seorang sopir taxi telah mengajarkan pada saya bagaimana memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan. Sebuah pelajaran berharga satu juta Dollar. Mungkin anda harus mengeluarkan ribuan Dollar untuk membayar seorang pembicara profesional dalam sebuah seminar atau pelatihan motivasi bagi karyawan perusahaan. Tapi kali ini saya hanya cukup mengeluarkan ongkos taxi seharga 12 Dollar saja.

Ceritanya begini: Suatu hari saya terbang ke Dallas untuk menemui seorang klien. Waktu itu sangat sempit, karena saya harus segera kembali ke airport.

Saya menyetop sebuah taxi. Begitu tiba, dengan segera sopir taxi membuka pintu mobil untuk saya, dan memastikan bahwa saya telah duduk dengan nyaman di dalamnya.

Begitu ia duduk di belakang kemudi, ia menunjuk sebuah koran Wall Street Journal yang terlipat rapi di samping saya untuk dibaca. Lalu ia menawarkan beberapa kaset, dan menanyakan jenis musik apa yang saya sukai. “Wow,” saya cukup terperanjat dengan pelayanan yang diberikannya. Saya menoleh ke sekeliling. Jangan-jangan ada program “Candid Camera” yang ingin menjebak dan mengolok-olok saya. Dengan penuh penasaran saya memberanikan bertanya pada sopir taxi itu, “Wah, kelihatannya anda sangat senang sekali dengan pekerjaan anda ini. Tentu anda punya cerita yang panjang mengenai pekerjaan anda ini”
“Anda salah,” jawabnya, “Dulu saya bekerja di Corporate America. Tetapi saya merasa lelah karena berapa pun kerasnya usaha untuk menjadi yang terbaik dalam perusahaan itu, ternyata tidak pernah memuaskan hati saya. Kemudian saya memutuskan untuk menemukan sebuah ceruk dalam kehidupan saya dimana saya bisa merasa bangga dan puas karena mampu menjadi diri saya yang terbaik.”
“Saya tahu,” lanjutnya, “Saya takkan pernah bisa menjadi seorang ilmuwan roket, tetapi saya suka sekali mengendarai mobil dan memberikan pelayanan pada orang lain. Saya ingin merasa bahwa saya telah melakukan pekerjaan yang terbaik setiap harinya. Lalu, saya merenungi apa yang jadi kelebihan diri saya, dan wham.. saya menjadi seorang sopir taxi.”
“Satu hal yang saya yakini, supaya saya meraih keberhasilan dalam usaha saya ini, saya hanya perlu memenuhi kebutuhan penumpang saya. Tetapi agar bisnis saya ini menjadi luar biasa, saya harus melebihi harapan penumpang saya. Tentu saja saya ingin meraih hasil yang luar biasa, ketimbang yang biasa-biasa saja.”

Waw, sebuah pelajaran nyata yang luar biasa. Menurut anda, apakah saya memberinya tip besar atas pelayanan yang diberikannya? Anda salah! Dia adalah kerugian bagi Corporate America, tetapi teman perjalanan yang baik.

Disadur dari: Petey Parker, A Million Dollar Lesson