Home > Info Subang > Kehangatan dari Kota Nanas

Kehangatan dari Kota Nanas

Ternyata, ada beberapa tempat yang dapat dijadikan sebagai tujuan wisata Anda bersama keluarga Anda. Bila Anda penggemar air hangat, Ciater Subang merupakan tempat yang cocok untuk Anda. Karena di Ciater merupakan tempat pemandian air panas yang sudah terkenal sejak lama.

Air panas yang ada di Ciater merupakan air yang berasal dari mata air panas di Gunung Tangkuban Perahu. Air panas ini mengandung unsur belerang yang sangat baik untuk kesehatan kulit tubuh. Jadi selain berlibur, kita juga bisa melakukan perawatan tubuh.

Tepat pukul 07.00 WIB, perjalanan kami mulai dari Jakarta. Hujan yang turun dari pagi seolah menemani perjalanan kali ini menyusuri tol Cipularang yang panjang. Bersama Muji, supir kami yang berusia 30-an, perjalanan mengelilingi kota Subang dan Garut kami lakukan. Selama perjalanan hujan tidak juga berhenti, terus mengantar kami sampai ke Subang.

Ketika memasuki kota Subang, jam sudah menunjukkan 10.00. Hujan bahkan masih saja mengguyur, hanya sesekali berubah menjadi rintik-rintik, namun tidak lama kemudian kembali menjadi lebat. Ternyata ada mal di kota Subang. Mal yang dibangun tak jauh dari pintu keluar tol tersebut menurut warga sekitar mengawali perubahan kota Subang yang drastis.

Ciater
Hujan yang mengguyur membuat perjalanan kami agak terhambat, memang jalanan tidak macet, tetapi jalanan yang licin membuat supir Muji harus super hati-hati dalam mengendalikan kemudi mobil. Ketika kami sudah mendekati Ciater, kabut ikut turun menyelimuti jalanan dan perkebunan teh di kanan dan kiri jalan. Karena jarak pandang menjadi terbatas, Muji semakin hati-hati mengendarai mobil yang membawa kami.

Jika dari Jakarta, selain lewat jalan tol dan Puncak, Kota Subang sering dijadikan sebagai jalan alternatif menuju Bandung. Alasannya? Karena pemandangan alam yang disuguhkan sepanjang jalan ini sungguh memanjakan mata dari pemandangan sehari-hari kota besar. Seperti gedung tinggi yang menjulang hingga kemacetan jalan.

Di sepanjang jalan di Subang, selain pemandangan, aroma desa masih kerap tercium. Apalagi, dalam perjalanan lalu, hamparan perkebunan teh yang hijau dari kaki gunung sampai puncaknya terlihat sangat alami. Dari kejauhan, beberapa pekerja wanita terlihat dengan cepat memetik pucuk-pucuk daun teh yang siap panen. Memang, perkebunan teh menjadi mata pencaharian utama masyarakat Subang. Hal ini, dikarenakan hawanya yang dingin yang memang cocok untuk menjadi perkebunan teh.

“Selamat datang di Kota Nanas…” Mungkin itu merupakan slogan yang tepat untuk menyambut kedatangan kami di kota Subang. Karena di alun-alun kota Subang terdapat patung Nanas yang sangat besar. Selain itu, kota Subang juga terkenal dengan nanas madunya yang sangat manis. Sepanjang jalan, banyak sekali kios-kios kecil yang memajang nanas mereka. Warga Subang juga memanfaatkan nanas sebagai panganan, yaitu berupa dodol nanas.

Tangkuban Perahu
Pagi hari saatnya kami untuk check out dan melanjutkan perjalanan. Mengingat daerah tujuan, yakni Kota Garut cukup jauh (sekitar 95 km), jadi sepagi mungkin kami harus sudah berada di jalan. Apalagi, sebelum menuju Garut, kami berencana mampir ke Gunung Tangkuban Perahu. Ingin rasanya tinggal lebih lama di Ciater Spa and Resort untuk mencoba segalanya, namun apa boleh buat perjalanan masih panjang, dan masih banyak lagi yang harus dilihat di Jawa Barat ini.

Perjalanan pun kami lanjutkan untuk melihat kawah di Gunung Tangkuban Perahu. Gunung api yang berada pada ketinggian 2.084 mdpl (meter di atas permukaan laut) ini terletak sekitar 28 km di utara Bandung, yang dapat dicapai dalam waktu 30 menit dengan kendaraan.

Sama seperti sebelumnya, selama perjalanan mendaki ke Tangkuban Perahu, kami disuguhi dengan panorama alam yang sangat indah. Gunung Tangkuban Perahu memiliki kawah yang luas dengan bentuk memanjang, kawah ini merupakan objek wisata di Gunung Tangkuban Perahu. Dari sela-sela bebatuan di dalam kawah, kami dapat melihat asap belerang yang keluar. Tentu saja dengan aroma yang menyengat. Dari keterangan yang kami dapatkan, selama ribuan tahu, Tangkuban Perahu sudah mengalami beberapa kali letusan.

Kaldera (kawah) yang paling banyak peminatnya adalah Kawah Ratu yang terletak di puncak tertinggi dari Gunung Tangkuban Perahu ini. Selain Kawah Ratu, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan di Kawah Domas yang berada beberapa kilometer di bawah Kawah Ratu, dan untuk mencapai Kawah Domas, pengunjung masih harus berjalan menyusuri jalan setapak.

Kenapa dinamakan Gunung Tangkuban Perahu (perahu terbalik). Jawabnya baru diketahui dari kejauhan. Dari jauh, gunung tersebut tidak mengerucut seperti gunung seperti biasanya. Pasalnya, Gunung Tangkuban Perahu datar yang memanjang persis seperti sebuah perahu yang terbalik.

Di atas Gunung Tangkuban Perahu, udara yang berhembus sangat sejuk, kabut yang turun biasanya menyelimuti puncak gunung pada siang hari akan menghalangi pemandangan di bawahnya. Namun, bila kabut menipis dan suasana cerah, maka dataran kota Bandung bisa terlihat dengan jelas.

Location Map
Sumber: Majalah Travel Club

Categories: Info Subang Tags:
  1. haripitrajaya
    June 21, 2008 at 5:44 pm

    kang, nyungkeun fotona na-nya nggo blog abdi.
    hatur nuhun🙂

  2. June 23, 2008 at 12:26 am

    Salam kenal A Hari
    Boleh saja…..kalo boleh tahu apa alamat blog A Hari?
    Biar bisa saling kunjung…
    Makasih atas kunjungannya

    Salam Kaki Lima Subang

  3. haripitrajaya
    June 24, 2008 at 5:21 am

    kotasubang.wordpress.com.

    nuhun.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: