Home > Info IT > Kolaborasi Riset dalam Inovasi

Kolaborasi Riset dalam Inovasi

Strategi inovasi IBM kini mengalami perubahan yang mendasar. Jika sebelumnya IBM menutup diri terhadap kemungkinan kerjasama dalam hal riset, kini IBM mau berkolaborasi. Apa yang mendasari hal tersebut? Kemudian bagaimana manfaat yang dihasilkan?

Pada 2002, divisi chip di IBM mengalami kerugian lebih dari $1 miliar dan bakal merugi $252 juta pada 2003. Para investor mendorong supaya IBM berhenti dari bisnis chip. Namun, IBM melihat bahwa memimpin dalam teknologi chip sangatlah penting untuk menjaga profitabilitas bisnis. Namun, harus ada sesuatu yang perlu dirubah. John Kelly berpendapat bahwa sudah saatnya IBM menerapkan strategi baru.

IBM selama ini telah membentuk aliansi dalam hal manufaktur dan desain chip. Beberapa partner mengajukan hubungan yang lebih dalam bentuk riset. Namun, selama ini IBM tidak pernah membuka pintu bagi orang di luar IBM di bidang riset.

Namun, IBM kini telah membuka kerjasama dalam R&D chip dengan sembilan partner, termasuk Advanced Micro Devices, Sony, Toshiba, Freescale Semiconductor, Albany Nanontech, dan pusat riset universitas. a university research center. Partner dari IBM telah mengkontribusikan sekitar $1 miliar untuk membantu ekspansi fasilitas perusahaan dan membeli peralatan pembuat chip. Namun yang terpenting, mereka menyumbang lebih dari 250 ilmuwan dan insinyur yang bekerja di Fishkill. Hasilnya, bisnis chip IBM booming, dan masih memperoleh profit di masa perekonomian yang buruk.

Kini IBM meningkatkan strategi dalam inovasi melalui kolaborasi riset. Dulunya, IBM hanya mempercayai R&D sendirian. Mereka merasa bahwa teknologi yang tidak ditemukan orang diluar IBM, maka hasilnya tidak akan baik. Namun sekarang mereka telah menyadari bahwa ada lebih banyak orang yang cerdas yang bekerja di luar IBM. Sehingga kini mereka melakukan partnership R&D dengan agresif. ”Kami paling inovatif jika melakukan kolaborasi,” ujar Chief Executive Samuel J. Palmisano.

Strategi inovasi melalui partnership dalam riset R&D ini memang cukup populer. Banyak perusahaan yang kesuksesannya berdasarkan kerjasama dengan perusahaan lainnya. Menurut analis, jaringan ini memungkinkan perusahaan untuk menggabungkan kapabilitas inovasi internal maupun eksternal untuk mengoptimalkan laba dan mempercepat keluarnya produk ke pasaran.

Aliansi yang bertujuan untuk inovasi banyak dilakukan perusahaan. Boeing, P&G, BASF dan IBM adalah para perintisnya. Mereka sama-sama mempunyai strategi untuk mengekspansi kolaborasi dengan orang luar. Peningkatan yang terjadi adalah para ilmuwan dari perusahaan yang berbeda kini bekerjasama dengan lebih dekat, berbagi ide dan intelektual.

Kolaborasi melalui riset sudah banyak menunjukkan hasilnya. Misalnya Boeing dengan 787 Dreamliner-nya. Kemudian P&G yang meningkatkan produktivitas R&D melalui program Connect + Develop, dimana menghubungkan para inventor di seluruh dunia. Selain itu, bt, bergabung dengan pihak lain dalam proyek inovasinya telah menghasilkan tambahan penjualan sekitar $1 miliar sejak 2002.

Sumber : http://www.vibiznews. com

Categories: Info IT Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: