Home > Pendapat > 5 Langkah Pemasaran dalam Kondisi Perekonomian Sulit

5 Langkah Pemasaran dalam Kondisi Perekonomian Sulit

Kondisi perekonomian AS yang semakin memburuk menjadikan baik perusahaan AS maupun global untuk mengencangkan anggaran. Anggaran yang dialokasikan harus tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan, tak terkecuali anggaran pemasaran.

Laura Patterson dalam artikel di MarketingProfs berjudul “Five Steps to Prepare Marketing to Demonstrate Value in a Tough Economic Climate” mengungkapkan lima langkah bagi tim pemasaran untuk menciptakan value dalam kondisi perekonomian yang sulit.

1. Audit Metrik Pemasaran

Audit yang dilakukan meliputi analisa mengenai apakah tujuan-tujuan yang ada pada rencana pemasaran bisa diukur secara kuantitatif dan sebaik apa tujuan yang sudah dicanangkan dengan hasil yang diperoleh.

Kumpulkan seluruh metric pemasaran Anda, kemudian hal apa saja yang ingin difasiliatsi dari metric tersebut, dan proses pemasaran Anda, Tujuan dari audit pemasaran ini adalah untuk mempelajari mana yang diukur dan tidak, dan apa alasannya. Kemudian juga melihat ketersediaan data dan dimana data tersebut berada.

2. Berbicara dengan Pemimpin Tim

Jangan ragu untuk bicara kepada pemimpin tim Anda, mengenai bagaimana nilai yang Anda hasilkan, hasil apa yang penting untuk pemasaran, dan bagaimana mengukur kontribusi pemasaran, kesuksesan dan dampaknya  kepada bisnis.

Kadang sebuah aktivitas dianggap tidak bermanfaat jika hasilnya tidak konkret dan tidak terkait dengan tujuan bisnis. Salah satu tema lain yang sering ditemukan adalah mengenai keinginan supaya Marketing mendorong positioning bagi perusahaan sesuai dengan consensus organisasi; melakukan ekspansi pasar; mengembangkan proses yang menunjukkan kontribusi tim pemasaran; dan mengurangi time-to-revenue bagi produk baru.

3. Ciptakan Tim Cross Functional

Untuk meningkatkan metric yang Anda gunakan, mungkin Anda bisa menciptakan tim cross-functional yang anggotanya terdiri dari orang-orang dari berbagai departemen, mulai dari Marketing, Sales, hingga Channel, Product, Service dan Finance. Tujuan dari tim ini antara lain adalah mendefinisikan metrik yang diperlukan dan mengembangkan panduan yang diperlukan.

Jika panduan sudah tervalidasi dengan baik, maka bisa disebarkan dan didistribusikan ke perusahaan secara keseluruhan

4. Dokumentasi

Marketing juga sebaiknya melakukan dokumentasi terhadap pekerjaannya secara mendetail, mulai dari metric yang digunakan, algorithma pemikiran, sumber data, serta timing dari tiap-tiap aktivitas pemasaran. Proses komunikasi hingga pengukuran juga seharusnya didokumentasikan.

5. Sosialisasi dan Pelatihan

Hal penting lainnya adalah mensosialisasikan proses dan metric ke seluruh organisasi, serta melatih organisasi mengenai metric, panduan, system dan proses. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap orang dalam tim pemasaran ikut terlibat dalam proses.

Sumber : http://www.vibiznews. com

Categories: Pendapat Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: