Home > Kata Teman, Lowongan > Pengalaman seleksi/tes kerja

Pengalaman seleksi/tes kerja

Saya juga dulu kuliah 6 tahun 12 bulan saja, sudah tamat ngirim sekitar 80 lebih lamaran selama 6 bulan. Yg manggil sekitar 25, yang ngetop paling yamaha, astra agro, astra graphia, united tractor dan rinai kompor sisanya perusahaan kecil2. Sekitar 8 diantaranya manggil interview, semuanya posisi sales. Grogi abis diinterview sama HRD perusahaan2, yach… gagal.

Alasannya mungkin:

1. Saya tidak PD dengan knowledge saya di bidang mechanical. Ini subliminal banget soalnya saya merasa saya bukan qualified engineering graduate. Ini mempengaruhi jawaban saya pas interview. Kalau saja saya PD dengan pengetahuan engineering saya, pasti saya meyakinkan sekali pas wawancara (meski pertanyaannya sama sekali bukan soal bahan kuliah).

2. Waktu itu saya memiliki mental parah bagai mengemis pekerjaan pd perusahaan besar, seperti menjilat jadinya. Saya ngga tau implikasinya bagaimana tapi saya rasa org2 HRD itu mungkin melihat “mentalitas murahan” ini. Kalau saja saya punya sedikit punya harga diri dan teguh terhadap prinsip, mungkin ini juga terlihat.

3. Pas interview ada lagi mentalitas kacangan yg saya miliki. Saya ingin terlihat pandai, bagus dan jagoan. Padahal apabila saya menghadapi interviewer dengan hati bersih dan apa adanya, mungkin sang interviewer akan bisa melihat kualitas saya yg sebenarnya.

4. Saya takut sekali akan rejection, ini pasti keliatan banget di muka saya pas interview, saya kaku, dan tidak natural. Seharusnya I DROVE MY FEAR AWAY.

Akhirnya saya berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai guru SD di sekolah nasional plus di Bogor. Setelah melamar, langsung dipanggil interview. Yang menginterview org bule Kanada, saya cuma bisa jawab “yes” sama “no”. Saya itu bisa bahasa Inggris (mungkin itu satu2nya kelebihan saya) cuma lidah saya kaku banget. NAH orang ini mungkin paham atau gimana, dia malah mempersilahkan saya ngajar selama 3 bulan tanpa dites sebelumnya (ambil resiko banget nih bule, kan belum tentu saya becus). Dia mau ngasih saya kesempatan untuk mencoba kemampuan mengajar. Dia tidak putuskan interview sebagai pertimbangan semata. Entah karena sudah putus asa daripada nganggur ngga jelas, saya belajar kilat jadi guru TK selama satu minggu, saya nyanyi, menari, mengajarkan baca tulis, bermain di lapangan. 3 bulan kemudian dikontrak deh (dia bilang saya oke). Sampe sekarang saya jadi guru di Sekolah itu.

Ngga banyak interviewer yang ngasih 2nd chance kayak gitu (that’s all we need, 2nd chance). Biasanya langsung definitif pas interview. So mentalitas, dan persiapan penting banget. Sambil nunggu, isi aja dengan kegiatan2 bermanfaat atau nambah skills, efeknya bagus buat membersihkan jiwa biar auranya langsung keliatan sama interviewer (yang notabene org2nya subjektif).

kind regards,
Zulkarnaen Nasution

Categories: Kata Teman, Lowongan Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: