Home > Belajar Bisnis > 4 Kesalahan Utama Cold Call

4 Kesalahan Utama Cold Call

Oleh: Rinella Putri

Cold call, jika dilaksanakan secara efektif, tentunya dapat menuai hasil. Namun, seringkali salespeople melakukan kesalahan-kesalahan dalam cold call, sehingga tidak memberikan hasil yang positif. Berikut ini adalah beberapa ulasan mengenai kesalahan yang seringkali dilakukan dalam sebuah cold call dan solusi untuk menghadapinya.

Izin
Izin untuk menjual, adalah sesuatu yang mutlak Anda miliki ketika sedang melakukan cold call. Ibaratnya seakan orang asing yang ingin memasuki rumah tanpa diundang, cold call juga merupakan panggilan telepon dari orang asing yang tidak ditunggu sama sekali. Tentunya untuk memasuki rumah orang lain, Anda perlu izin masuk, begitu pula ketika melakukan cold call, Anda harus mengantungi izin untuk menjual. Jika Anda sudah memperoleh izin, maka artinya prospek sudah setuju untuk mendengarkan penawaran dari Anda.

Ini adalah etika dasar dalam melakukan cold call. Pertama-tama, perkenalkan diri Anda. “Perkenalkan, kami dari…… Apakah Anda bersedia untuk mendengarkan penawaran kami?” Jika mereka merespon dengan positif, maka Anda dapat melanjutkan penawaran. Namun, jika Anda tidak menanyakan izin terlebih dahulu, maka bisa jadi mereka tidak mendengarkan Anda sama sekali dan Anda menghabiskan waktu dengan sia-sia.

Berbicara Terlalu Cepat
Kesalahan kedua yang seringkali dilakukan ketika cold call adalah Anda berbicara terlalu cepat sehingga prospek tidak dapat mendengarkan dengan baik. Mungkin saja irama berbicara yang cepat bisa diaplikasikan ketika presentasi one-on-one, namun melalui cold call, tentunya suara melalui telepon sangat mudah terdistorsi dengan suara-suara lingkungan sekitar. Sehingga, Anda harus berbicara dengan artikulasi yang jelas, berirama sedang, sehingga mudah dicerna lawan bicara. Bagaimana lawan bicara memahami benefit yang diperolehnya, jika yang didengarnya adalah ocehan tidak jelas?
Untuk mengevaluasi suara Anda melalui telepon, Anda dapat mengubungi voice mail Anda sendiri dan mencoba merekam suara bicara Anda, dan mendengarkannya. Apakah cukup jelas?

‘Pushy’
Antusiasme memang perlu dimiliki oleh seorang salespeople, namun seorang salespeople juga harus menjaga supaya antusiasme mereka tidak dipandang sebagai ‘pushy’ atau ‘ngotot’ di mata prospek. Prospek seringkali merasa tertekan oleh antusiasme berlebihan dari salespeople. Misalnya, sales sudah berasumsi duluan bahwa prospek tersebut membutuhkan produk atau layanannya, sehingga langsung ‘ngotot’ untuk menjualnya, tanpa mengetahui kebutuhan sebenarnya dari sang prospek.

Sebaiknya, minta prospek untuk mengutarakan kebutuhan ataupun masalah yang dihadapinya, baru kemudian kaitkan dengan produk/layanan Anda yang mungkin bisa menjawab permasalahan mereka.

No Problem Solving
Dalam cold call, tetap camkan selalu customer-focused selling, dimana aktivitas selling harus berfokus kepada pelanggan, atau dalam kata lain dapat menjawab kebutuhan pelanggan. Seringkali dalam penjualan, tidak terjadi problem solving yang menjadi tujuan dari selling itu sendiri. Mengapa tidak terjadi problem solving? Karena dalam selling seringkali Anda berfokus untuk melakukan penjualan, bukan memecahkan masalah. Sehingga, mereka yang bahkan belum membangun kepercayaan dengan Anda, merasa Anda terlalu menekan mereka dalam proses penjualan.

Dalam cold call, bangun kepercayaan terlebih dulu dengan prospek. Caranya, adalah dengan berfokus untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh prospek. Sehingga ini akan memuluskan jalan Anda dalam melakukan penjualan.

Sumber: salesopedia. com, ezinearticles. com, coldcallcrusher. com.

Categories: Belajar Bisnis Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: