Home > Celoteh > Renungan hadapi laylatul qodar

Renungan hadapi laylatul qodar

Saudaraku,

Hari ini kita diletakkan oleh Allah yang Rohiim Sang Penyayang, yang Rohman Sang Pengasih, yang Ghofuur

Sang Pengampun pada hari ke 19 dari Romadlon agung tahuun ini 1429 Hijriyah. Sub-haanalloh begitu besar

kasih dan sayangNYA kepada kita. Namun mari kita renungi sejenak apa yang  sudah kita amalkan, laksanakan,

tegakkan untuk Allah. Satu hal yang jelas adalah shof-shof dalam qiyam solat layl Ramadlan sudah semakin maju

adanya, ironis ya Allah.

Mari kita lihat hati jiwa batin perasaan kita, apakah masih ada iri dengki di dalamnya? Apakah masih besar titik

amarah di dalamnya? Apakah masih besar ego kita? Apakah masih dominan malas kita? Apakah masih muncul

kebohongan dari lisan kita? Apakah masih tipis kesabaran kita? Dan masih berapi api keterburu-buruan kita?

Bagaimana juga dengan belajar membaca Al Qur’an kita? Yang sudah mampu membaca, sudah berapa

juz-kah yang dibaca dan dikaji? Sempatkah kita mempelajari tajwid sebagai penuntun cara membaca Al Qur’an

dengan tepat? Sempatkah kita menghafal ayat-ayat dan surat-surat dari Al Qur’an, yang belum kita hafal sebelumnya?

Saudaraku,

Lusa kita akan memasuki etape ketiga dari Ramadlan, 10 hari yang Rasul nyatakan sebagai etape itqun minan naar

penutupan pintu-pintu neraka dan yang lebih dahsyat lagi adalah di dalam etape tersebut terdapat 1 bagian malam

yang nilainya luar biasa, yaitu ; “LAILATUL QODAR – malam keputusan”. Hal mana Rasul, telah menyatakan

malam keputusan itu ada pada malam ganjil di sepuluh hari akhir Ramadhan, yaitu malam 21, malam 23, malam 25,

malam 27 dan malam 29. Sub-haanalloh.

Allah menyatakan dalam Al Furqon (salah satu nama lain daripada Al Qur’an), pada surat yang ke 97 surat Al Qodar,

pada ayat yang ke 3 Laylatul qodri khoirum min alfi syahrin – malam keputusan itu adalah lebih baik dari pada 1.000

bulan. Kita ketahui masa 1.000 bulan adalah kurang lebih sama dengan 83 tahun 3 bulan … artinya nilai ibadah syariah

yang dilakukan selama 83 tahun 3 bulan nilainya tidak akan menyamai nilai yang Allah curahkan dalam malam keputusan

tersebut, sub-haanallooh. Sanggupkah kita? Inginkah kita mencapainya dan menerimanya langsung daripada

Allah melalui para petugasNYA yang diperintahkanNYA untuk mengatur semua urusan pada saat waktu bergulir

malam itu, sesuai yang dinyatakanNYA di ayat ke 4 dari surat Al Qodar tanazzalul malaaikatu war ruuhu fiihha bi idzni

robbihim min kulli amrin pada malam itu, turunlah para malaikat dan Ruh (malaikat Jibril) dengan izin Tuhan mereka untuk

mengatur setiap urusan … ya Allah Allah maa khlaqta haadza baatila, kami tahu ya Allah tidak mungkin ini adalah suatu

kesalahan, yang salah adalah kami, kami yang bersalah kepadaMU. Kami inginkan laylatul qodarMU, namun kami

belum bersiap diri secara maksimal, persiapan kami belum matang. Ampunilah kami ya Allah dengan cahaya maghfirohMU,

cahaya pengampunanMU.

Ya Allah, kami mohon ya Allah, ampunilah kami baatinan wa dzoohiron, ampunilah kami dari hati, jiwa rasa, akal

fikiran dan jasad serta tingkah laku perbuatan kami ya Allah agar kami layak mendapatkan Laylatul QodarMU

dan kami semakin baik dalam bersujud kepadaMU.

Categories: Celoteh Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: