Home > Kata Teman > Tentang Zakat fitrah pembantu

Tentang Zakat fitrah pembantu

Orang yang Wajib Mengeluarkan Zakat,
Adalah fardlu ‘ain bagi setiap muslim, baik laki-laki ataupun wanita.
Bahkan anak-anak maupun orang gila pun tidak terlepas dari kewajiban zakat,
jika pada hartanya telah mencapai persyaratan tertentu

Zakat fitrah:
1. Ibnu Umar berkata, Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah 1 sho’ kurma /
gandum atas budak, orang merdeka, laki-laki, perempuan, kecil maupun
dewasa dari umat Islam dan memerintahkan untuk membayarnya sebelum keluar

rumah untuk solat Idul Fitri.
2. Disepakati hitungannya uuntuk saat ini adalah 2,176 kg atas makanan
pokok. Menurut Imam Syafi’i dan Maliki, boleh diganti dengan makanan
pokok yang lain sesuai daerah. Menurut Imam Hanafi, boleh dibayar dengan
uang sesuai harga makanan pokok yang biasa dikonsumsi.

Jadi untuk zakat fitrah, semua orang wajib mengeluarkan kecuali 8 golongan
penerimanya. Pembantu juga wajib membayar. Apabila pembantu rumah tangga
ingin mengeluarkan sendiri itu afdhol (catatan khusus penerima zakat fitrah
adalah afdolnya yang pada hari itu – Idul fitri, tidak memiliki makanan
apapun), apabila kita ingin membayarkan untuknya juga tidak mengapa karena
pembantu merupakan orang yang kita tanggung kehidupan sehari-harinya. Hanya
saja karena pembantu merupakan tanggungan kita, maka tidak diperkenankan
bagi kita untuk memberinya zakat fitrah.

Adapun untuk zakat maal, silahkan diperhitungkan apakah harta hasil
pekerjaannya sudah mencukupi nilai nishob (ukuran minimal untuk berzakat)
dan haulnya (masa 1 tahun hijriyah) atau belum.
Katakan dengan hasil bekerja sebagai pembantu, maka dia bisa membeli
perhiasan emas, nyicil tanah di kampong, membuat rumah di kampung atau
menabung di bank syariah, maka bila sudah sampai nilai dan waktunya maka
wajib buat dia berzakat maal sendiri.

Adapun zakat maal yang diberikan kepada para mustahik itu sebaiknya melalui
badam amil zakat (BAZ) atau lembaga amil zakat (LAZ) yang resmi, sehingga
tidak akan mengundang pemikiran kita, jangan-jangan zakat maal kita hanya
dipakai makan saja atau untuk nutup hutangnya saja atau … atau … atau
yang lain. Kekacauan pemikiran ini, biasanya karena kita memberikannya
secara pribadi langsung. Sedangkan Rasulullah saw, telah meninggalkan baitul
maal yang sekarang kita kenal dengan badan atau lembaga amil zakat (BAZ /
LAZ).

Wallohu a’laam bis showaab

Categories: Kata Teman Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: