Home > Celoteh > I MISS U SO MUCH

I MISS U SO MUCH

Ada seorang hamba Allah, beliau rajin sholat malam dan bermunajat, berkhalwat dengan Al-Kholiq. Setiap malam dari kedua matanya yang memerah karena menangis, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan dan pengharapan.

Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih rambutnya tak kunjung jua permintaan beliau dikabulkan oleh Allah. Permintaannya (diantaranya) adalah agar segera diangkat kemiskinan yang menjadi selimut kehidupannya selama ini, keluarganya sering sakit-sakitan, setiap hari ia keluar untuk berusaha memperoleh rizki Allah tapi tidak tampaklah dilapangkan rizqi itu untuknya.

Padahal dahulu, Ketika ia masih bekerja menjadi seorang PEJABAT DI BEA CUKAI, Uang dan kesenangan adalah kawan akrabnya. Hingga suatu saat ia mendengarkan ceramah yang menjelaskan bahwa penyelewengan yang sering ia lakukan selama ini adalah Haram dan tidak membawa keberkahan, kelak penyelewengan ini akan berhadapan dengan hukum Allah yang tidak bisa dibantah lagi di akhirat. Bergetar hatinya, masuk hidayah Allah atasnya.

Sejak itu tidak pernah lagi ia melakukan perbuatan tersebut, semakin rajin ia melakukan sholatul Lail mengadukan nasibnya hanya kepada Allah, agar diberikan harta yang halal dan rizqi yang lapang dalam menghidupi hidup ini.

Namun berangsur-angsur seakan terkena kualat (karena meninggalkan perbuatan haram itu) PENGHASILANNYA SEMAKIN MENURUN. Beliau sekeluarga sering sakit  sakitan dan menjadikan badannya yang sehat semakin kurus, ANAK SATU-SATUNYA MENINGGAL setelah menjalani perawatan selama beberapa minggu di rumah sakit.

Sampai saat itu ia masih bersabar, tak pernah terucap dari mulutnya kata-kata keluhan dan makian atas apa yang menimpa hidupnya. Malahan menjadikannya semakin sering dan khusyu ia mendekatkan diri kepada Allah. Dan malang yang tidak kunjung padam terhadapnya, korupsi yang dahulu ia lakukan bertahun silam terungkap, maka ia dan beberapa orang rekannya terkena pemecatan dengan tidak hormat.

Subhanallah, semakin berat rasanya hidup ini baginya. Tambah satu kalimat panjang di malam harinya ia mengadu kehadapan Rabbnya, menangis dan perih rasa batinnya. Setiap dalam sedihnya ia berdoa, selalu ada bisikan lirih di hatinya, “Apa yang engkau harapkan itu dekat sekali, bila engkau bertaqwa!”.

Setiap mendengar bisikan itu, timbul semangatnya. Kini setelah ia dipecat, ia berdagang. Baginya dagang yang tidak pernah untung, hutang yang semakin bertumpuk, musibah yang seakan tidak berujung…. Ahhhhh…!

Setelah bertahun tahun kedepan sejak ia bermunajat dengan Allah di setiap malamnya, tidak juga merobah hidupnya. Sejak bertahun tahun ia mendengar bisikan diatas, tidak juga tampak yang dijanjikan-Nya. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik dari syaithon. Hingga beliau berkesimpulan, tampaknya Allah tidak ridho terhadap doanya selama ini. Maka pada suatu saat di malam hari, ia berdoa kepada Allah :

“WAHAI ALLAH YANG MENCIPTAKAN MALAM DAN SIANG, YANG DENGAN MUDAH MENCIPTAKAN DIRIKU INI. KARENA HINGGA SAAT INI ENGKAU TIDAK MENGABULKAN PERMINTAANKU,

MAKA MULAI BESOK AKU TIDAK AKAN MEMINTA DAN SHOLAT TAHAJUD LAGI KEPADAMU, AKU AKAN LEBIH RAJIN BERUSAHA AGAR TIDAKLAH HARUS BERALASAN BAHWA SEMUA TERGANTUNG DARI-MU,

MAAFKAN AKU SELAMA INI, AMPUNI AKU SELAMA INI YANG MENGANGGAP BAHWA DIRIKU SUDAH DEKAT DENGAN-MU !”

Beliau tutup doa dengan perasaan berat yang semakin dalam karena sebenarnya di dalam qalbu yang terdalam ia tidak berniat seperti itu (‘mengkhatamkan’ ibadah sholat lailnya). Kemudian beliau berbaring dengan pemikiran menerawang hingga ia tak mengetahui kapan ia tertidur.

Dalam tidurnya, ia bermimpi, mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah. Seakan ia melihat hamparan Padang yang sangat luas bermandikan cahaya yang menakjubkan dengan puluhan ribu, atau mungkin jutaan makhluq bercahaya duduk bersimpuh dalam keadaan kepala tertunduk takut. Ketika beliau mencoba mengangkat wajahnya untuk melihat kepada siapa para makhluq bercahaya itu duduk bersimpuh, beliau tidak mampu memandang. Kepala dan matanya seakan tidak mampu diangkat menengadah untuk memandang.

Beliau hanya dapat melihat para makhluq tersebut duduk dihadapan “Sesuatu Yang Maha Dahsyat”

Kemudian terdengar olehnya suara pertanyaan :

“BAGAIMANA KEADAAN HAMBAKU SI FULAN, HAI MALAIKATKU?”

Terdengar oleh beliau sebuah pertanyaan yang ditujukan pada sebuah nama yang sangat dikenalnya. Nama dirinya! Kemudian salah satu dari makhluq bercahaya tadi berdiri dengan tubuh gemetar karena takut, dan bersuara dengan lirih :

“Subhanaka Yaa Maalikul Qudduus, Engkau lebih tahu keadaan hamba-Mu itu dari pada kami. Si Fulan mengatakan demikian : Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan diriku ini. Karena hingga saat ini Engkau tidak mengabulkan permintaanku, mulai besok aku tidak akan meminta dan sholat tahajud lagi kepada-Mu, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah terus beralasan bahwa semua tergantung dari-Mu. Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini yang menganggap bahwa diriku sudah dekat dengan-Mu !”

Ampuni dia Yaa Al ‘Aziiz, Yaa Al Ghofuurur Rohiim!”

Tersentaklah Beliau, Laah itu kan kata-kataku semalam… celaka, pikirnya. Kemudian terdengar suara lagi :

“Sayang sekali, padahal Aku sangat menyukainya, sangat mencintainya, dan Aku paling suka melihat wajahnya yang terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadahkan tangannya yang gemetar kepada-Ku, dengan bisikan-bisikan permohonannya kepada-Ku, dengan pemintaan

permintaannya kepada-Ku.

Sehingga tak ingin cepat-cepat Kukabulkan apa yang hendak Aku berikan kepadanya agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya, Aku percepat Cinta-Ku padanya dengan Aku bersihkan ia dari daging daging haram dibadannya dengan Ku-beri sakit yang ringan

Aku sangat menyukai keikhlasan hatinya, disaat Aku ambil putranya, disaat Kuberi ia cobaan tak pernah Ku dengar keluh kesah dan menyesal dari mulutnya. Seandainya saja dia mau bersabar lagi sedikit saja, telah Aku persiapkan baginya pahala dan tempat yang sebaik baiknya, yang belum pernah terlintas keindahannya sedikitpun dibenaknya.

Sesungguhnya Aku rindu kepadanya, rindukah ia kepada-Ku, wahai malaikat malaikat-Ku ?”

Suasana menjadi hening, tak ada jawaban. Menyesalah beliau atas pernyataannya semalam, ingin ia berteriak untuk menjawab dan minta ampun tapi suaramya tak terdengar, terlalu berkecamuk segala rasa dalam hati karenanya.

“Ini aku Yaa Robbi, ini aku. Ampuni aku yaa Robbi, maafkan kata-kataku !”

Semakin takut rasanya ketika tampak mereka tidak mendengar jeritannya, mengalirlah air matanya dengan deras terasa meleleh hangat membasahi pipi.

“Astaghfirullahaladziiim…” Terbangun ia dari mimpi,

Segeralah ia berwudhu, dan kembali bersujud dengan bertambah khusyu’, kembali ia sholat dengan bertambah panjang dari biasanya, kembali ia bermunajat dan berbisik-bisik dengan Al-Kholiq dan berjanji tak akan lagi ia ulangi sikap dan kata katanya tadi malam selama-lamanya.

“Yaa Allah, Yaa Robbi jangan Engkau ungkit ungkit kebodohanku yang lalu, ini aku hamba-Mu yang tidak pintar berkata manis, yang tidak sabar akan cobaan-Mu, aku datang dengan berlumuran dosa dengan segunung masalah dan harapan…

Yaa Allah, Ya Robbi apapun dari-Mu aku ridho dan ikhlas asal Engkau tidak membenciku, asal jangan Engkau cabut cintaku pada-Mu, asal jangan Engkau hilangkan Imanku pada-Mu…

Yaa Allah, Ya Robbi aku rindu pada-Mu dengan sebenar benarnya rindu…”

* * * * * * * * *

La Hawla Wala Quwwata Ilabillah

Tiada Daya Kekuatan Kecuali Dari Allah

Laa ma’buda illa allah

Tiada yang disembah kecuali Allah

Laa ma’suda illa allah

Tiada yang dituju kecuali Allah

Laa maujuda illa allah

Tiada yang maujud (berwujud) kecuali Allah

Ilahi, anta maksudi

Tuhanku, hanya engkau tujuanku,

Waridhokamathlubi

Dan hanya ridloMulah yang kucari,

A’tini mahabbataka wama’rifataka

Limpahkan Cinta dan Ma’rifatMu kepadaku

Laa ilaha illa allah

Tiada Tuhan kecuali Allah

Allahu Allah

Allahu Allah…

Categories: Celoteh Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: