Home > Belajar Bisnis > Mengatasi Kata ‘Tidak’ dalam Sales

Mengatasi Kata ‘Tidak’ dalam Sales

Sebagai seorang salesperson, berapa kali menerima kata ‘Tidak’ atau penolakan dalam satu hari? Sepuluh kali? Atau bahkan lebih? Lalu, biasanya apa yang Anda lakukan setelah mengalami penolakan tersebut? Tentunya tidak sedikit yang merasa kecewa dan ciut nyalinya, lalu menyerah. Padahal, sesungguhnya dari penolakan, Anda bisa belajar banyak.

Berikut ini adalah beberapa proses pembelajaran yang Anda peroleh dari penolakan dalam Sales.

Evaluation
Manfaatkan penolakan sebagai sarana evaluasi, baik mengevaluasi diri maupun mengevaluasi penawaran barang atau jasa dari Anda. Pertama, evaluasi diri Anda, mulai dari penampilan, kesan yang ditampilkan, hingga pendekatan yang Anda gunakan kepada prospek. Mungkin Anda terlalu menekan, atau penjelasan yang Anda berikan kurang jelas?

Kemudian evaluasi juga penawaran yang Anda berikan. Apakah penawaran sudah cukup memenuhi kebutuhan target pasar? Kemudian apakah penawaran tersebut punya nilai yang sebanding dengan harganya? Mungkinkah ada cara-cara lain untuk meningkatkan value dari penawaran Anda demi menjaring pelanggan?

Jika Anda melakukan kesalahan-kesalahan , maka itu adalah wajar, dan anggap saja itu merupakan langkah-langkah yang sedang Anda bangun untuk menjadi salesperson handal. Yang terpenting adalah, Anda belajar dari kesalahan tersebut dan berusaha memperbaikinya. Dan semakin banyak pengalaman, maka akan semakin banyak proses pembelajaran yang Anda peroleh.

Change Mindset
Sebagian besar salesperson menganggap bahwa penolakan sama dengan kegagalan. Mindset seperti ini harus diubah. Salesperson harus mengubah mindset mereka terhadap penolakan. Anggap saja penolakan sebagai proses panjang yang Anda jalani sebagai salesperson handal. Percayalah bahwa penolakan yang Anda terima akan menjadikan Anda lebih kuat di kemudian hari.,

Selalu ingat kata-kata dari Zig Ziglar: “Success means doing the best we can with what we have. Success is the doing, not the getting; in the trying, not the triumph. Success is a personal standard, reaching for the highest that is in us, becoming all that we can be.”. Intinya, kesuksesan adalah berusaha yang terbaik dengan segala kemampuan Anda. Ubah mindset Anda, bahwa sukses bukan berarti memperoleh, melainkan berusaha. Jika Anda melakukan yang terbaik, maka itulah arti kesuksesan sebenarnya.

Move On
“Remember failure is an event, not a person,” demikian ucap Zig Ziglar. Anda boleh kecewa ketika mengalami penolakan. Namun selalu ingat, bahwa kegagalan hanyalah sebuah event di masa lalu. Jangan salahkan diri Anda atas kegagalan tersebut. Yang gagal adalah usaha Anda, bukan diri Anda. Misalnya ketika seorang atlet mengalami kekalahan setelah berjuang sekuat tenaga, apakah artinya ia gagal? Mungkin ya di mata orang lain, namun sesungguhnya tidak, karena ia telah mengerahkan segala kemampuannya.

Jika seseorang sudah menganggap dirinya adalah orang yang gagal, maka apapun yang Anda lakukan selanjutnya akan gagal. Biarkan kegagalan pergi, terus berusaha dan raihlah sukses!

Categories: Belajar Bisnis Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: