Home > Celoteh > Tidak Ada Yang Sia-Sia

Tidak Ada Yang Sia-Sia

Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia.. Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin saja anda mengalami pengalaman buruk yang tak mengenakkan, maka keburukan itu hanya karena anda melihat dari salah satu sisi mata uang saja. Bila anda berani menengok ke sisi yang lain, anda akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda.

Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan wajah yang ceria. Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis.

Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke laut. Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di samudra, setiap tetes air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rerumputan, sebagian tertampung dalam sumur-sumur. Sebagian kembali ke laut.

Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang anda temui di selokan rumah anda?

Saat ini sedang marak berbagai pelatihan yang bertujuan untuk memberi motivasi. Pelatihan ini biasanya diadakan untuk memenuhi kebutuhan seseorang akan motivasi di berbagai ragam aspek kehidupan. Ada yang membutuhkan motivasi berprestasi, motivasi mengenai kebiasaan baik atau positif, motivasi bagi para “entrepreneur” , motivasi di bidang menulis dan lain sebagainya.
Mengapa setiap individu memerlukan motivasi dalam kehidupannya ? Saya kira, mungkin karena manusia tidak selalu berada pada kondisi stabil. Seperti halnya keimanan pada seorang muslim, kadang naik kadang turun. Setiap orang perlu motivasi agar kehidupannya senantiasa dalam keadaan seimbang atau proporsional.
Seperti yang kita ketahui terutama melalui media massa, pelatihan yang di ikuti seseorang ternyata memang membantu memunculkan atau meningkatkan motivasi. Saya pribadi pernah satu kali mengikuti pelatihan (keluarga SAMARA; Sakinah, Mawadah, wa Rahmah) dan membaca dua buah buku motivasi. Jujur saja, kalau dari pelatihan yang saya ikuti pengaruhnya hanya sesaat setelah kembali lagi ke rumah tidak ada perubahan berarti bahkan dibicarakan lagi pun tidak, seperti angin lalu saja.
Sedangkan melalui buku, rasanya lebih kuat pengaruhnya    pada diri saya. Saya merasakan ada perubahan-perubahan dan semangat positif dalam diri, beberapa kemajuan yang bisa diraih, maupun capaian berupa kemenangan-kemenang an kecil. Hanya saja ketika berada pada situasi yang tidak sesuai dengan harapan, saya kembali merasa melakukan kesalahan dan gagal. Itulah kelebihan dan kekurangan yang saya peroleh dari membaca buku motivasi.
Berbeda sekali dengan dampak yang saya temukan ketika membaca sebuah materi yang memuat sabda Rasulullah Saw secara lengkap. Saya katakan lengkap, karena sebenarnya sabda beliau tersebut sudah sering saya (kita semua) dengar, bunyi hadist tersebut yaitu, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih di cintai Allah daripada mukmin yang lemah”. Pengertian kuat dalam hadist ini seringkali di maknai sebagai kekuatan fisik (jasmani) yang kemudian dikaitkan dengan kesehatan dan kebiasaan berolah raga.
Sedangkan bunyi hadist lengkapnya seperti ini, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih di cintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masing mukmin ada kebaikan. Bersemangatlah pada apa saja yang bermanfaat bagimu, meminta tolonglah kepada Allah dan jangan merasa tidak mampu, jika ada sesuatu yang menimpamu jangan katakan : “Kalau saja aku melakukan ini dan itu, pastilah begini dan begitu”. Akan tetapi katakanlah : “Allah Swt telah mentakdirkan dan apa yang dikehendakinya akan di jalankan”, sebab jikalau-jikalau (kalau saja-kalau saja) itu membuka kerja setan. (HR. Muslim, lihat hadist ke-6 pada bab mujahadah di kitab Riyadus Shalihin).
Bunyi hadist ini sungguh-sungguh mampu menggugah kesadaran dan membangkitkan semangat dalam diri saya. Makna kuat pada hadist lengkap ini menjadi lebih luas, tidak sekedar kekuatan fisik (jasmani) tapi juga mencakup kekuatan mental (jiwa) dan ruhani justru ini yang lebih penting. Hadist ini juga bagi saya bermakna bahwa setiap mukmin memiliki potensi kebaikan yang berbeda. Agar seseorang menjadi kuat ia perlu menyemangati diri dengan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. Sehingga dengan itu tiap-tiap orang dapat melakukan amal sholeh sesuai potensi kebaikan yang sudah dikaruniakan Allah Swt ada dalam dirinya. Contohnya, Opick (pelantun lagu islami), ia beramal sholeh melalui jalur musik. FLP (Forum Lingkar Pena), mereka menggunakan tulisan sebagai sarana beramal sholeh.
Dalam hadist di atas kita dilarang merasa tidak mampu tapi juga di ingatkan untuk tidak merasa pasti mampu (takabur) namun hendaklah senantiasa meminta pertolongan kepada Allah Swt. Benar-benar memberikan pemahaman baru dalam diri saya. Mencampakkan perasaan tidak mampu, merasa telah melakukan kesalahan serta perasaan gagal ketika menemui situasi yang tidak sesuai harapan atau tidak berjalan sesuai rencana. Subhanallah ! Ternyata tak ada yang sia-sia dari segala kejadian yang menimpa setiap manusia melainkan ada hikmah dibaliknya. Jadi teruslah berikhtiar, tetaplah dalam istiqomah, dan bermujahadahlah. Allah Swt selalu ada bersama kita. Semoga Amal ibadah kita semua di ridhoi-Nya

Categories: Celoteh Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: