Home > Celoteh > Bangun Tidur

Bangun Tidur

Saudaraku,

Hari ini kita kembali dibangunkan oleh Allah sub-haanahu wa ta’ala, kembali kita menghirup udara  segar, kembali kita melihat kehidupan, kembali kita mendengar suara-suara akrab, kembali kita berfikir dan merasa, kembali kita bergerak bangun dari peraduan, kembali kita mengalirkan air ke seluruh anggota tubuh kita dan kita rasakan kesegarannya, kembali kita bersaum bagi yang sedang menggantikan puasa wajib yang tertinggal atau yang sedang giliran pas harinya puasa Daud atau yang sedang belum mendapatkan makanan sehingga harus berpuasa sejenak, kembali kita berpakaian sesuai keinginan, kembali kita menikmati minuman dan makanan bahkan suplemen riil alami atau pun suplemen pabrikan, kembali kita menatap aktifitas di hari ini.

Ada kalanya kita bersiap secara mendekati purna, yaitu mengawali atau mengiringi kegiatan hari ini dengan berdoa sejenak kepada Allah atau pun bahkan menyempatkan diri untuk laporan dalam solat sunah dluha dan hajatnya.

Namun, kita seringkali terlupa akan panduan yang sudah dijabarkan diwariskan oleh Allah dan Rasululloh. Bahwasannya Allah sub-haanahu wa ta’ala telah mempersiapkan energi dahsyat setiap harinya dari asmaul husna (nama-nama paling baik)NYA yang 99 yang pada setiap nama di dalamnya Allah muatkan energi karunia yang dahsyat, setiap harinya dari satu namaNYA, yang 98 disimpanNYA untuk orang-orang yang sanggup menikmati karunia energi dahsyatNYA yang satu dijadikan sebagai batu loncatan menuju kepadaNYA, hanya DIA.

Warisan yang manakah yang membuat kita akan menjadi manusia yang setiap hari semakin kuat, dewasa, arif, tajam, welas asih, gaul, waspada, bermanfaat dan yang pasti semakin mendekat kepadaNYA? Menurut para trainer / motivator bisnis baik nasional maupun internasional, bagaimana caranya untuk menjadi orang yang dahsyat? Mereka mengatakan, bahwa mereka harus menginkantasi diri dengan kalimat positif setiap harinya, dan itu dilakukan begitu bangun tidur. Inkantasi adalah memantera diri. Kalimat yang biasanya mereka ajarkan adalah, begitu terbangun dari tidur mereka mengatakan secara verbal, bersuara dan bahkan ditulis besar-besar lalu tulisan tersebut ditempel di dinding …aku bangun, aku sehat, aku kuat dan aku tambah kaya … sub-haanalloh peserta yang muslim pun terpaku dan terpukau serta memberikan aplaus tepuk tangan yang begitu semangat, bahkan ada yang sampai berdiri memberikan aplaus, sudah itu mereka untuk ikut pelatihannya harus membayar yang tidak murah. Padahal Rasul telah meninggalkan warisan yang lebih dahsyat daripada itu, ingatkah doa tatkala kita hendak tidur? …  (sebagian kita ingat sebagian kita tidak, kadang-kadang inget sering kali tidak … sub-haanalloh), yang lebih sulit lagi adalah menjalankan warisan Nabi saw, yaiti doa ketika sesaat kita dibangunkan dari tidur. Sebagian kita mungkin ada yang tersenyum … tapi itu kenyataan. Apalagi apabila kita ditanya … dengan pertanyaan … biasanya sesaat kita telah tidur malam, kemudian kita dibangunkan oleh Allah sejenak (dalam bahasa jerman – jejer kaumannya adalah nglilir), apa yang kita lakukan? … kebanyakan kita menjawab dengan …kalau suasana dingin ya balik badan tarik selimut atau guling atau sarung tidur, akan tetapi ada juga yang langsung bangun … tetapi mau pipis dan balik lagi ke peraduan melanjutkan mimpi indah, yang mulia adalah jawaban … langsung bangun, menuju kamar mandi ambil wudlu lalu solat malam (sub-haanalloh). Akan tetapi jarang sekali di antara kita, ehm ehm termasuk penulis sendiri … yang menjawab secara spontan dengan jawaban … saya ucapkan alhamdulillah (apalagi doa bangun tidur secara lengkap yaitu Alhamdulillahil ladzii ah-yaana ba’damaa amaatana wa ilayhin nusyuur – segala puja puji bagiMU ya Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan hanya kepadaNYAlah kami kembali).

Saudaraku, dalam satu riwayat dinyatakan, bahwa di dalam suatu kajian dalam masjid, tiba-tiba Rasulullah saw mengatakan kepada saudara misannya, sahabatnya, muridnya, kekasihnya Ali bin Abi Talib rodliyallohu ‘anhu, dengan pernyataan Ali, orang tua itu adalah ahli sorga.  Kemudian Ali bin Abi Talib ra, merenungi kalimat Nabi, kenapa orang tersebut diakatakan sebagai ahli sorga, padahal di selalu di saf belakang bila solat jamaah di masjid, amalan apa yang menyebabkannya dikatakan sebagai ahli surga? Beliau pun penasaran hingga meminta ijin kepada orang tua tersebut untuk menginap barang beberapa malam di rumahnya, agar beliau dapat mengetahui jurus apa sebenarnya yang dibawa olehnya? Namun setelah sekian malam, beliau menginap dan menurut sahabat Ali ra, semua tampak biasa-biasa saja. Saking penasarannya, beliau pun bertanya langsung kepada orang tua tersebut. Wahai orang tua, aku jujur kepadamu bahwa aku sangatlah penasaran akan dirimu dikarenakan Rasulullah saw mengatakan bahwa engkau adalah ahli surga dan aku melihatmu sangat biasa dalam hal ibadahmu, mohon maaf. Amalan apa sebenarnya yang engkau bawa sehingga Rasul menyatakan demikian. Orang tua itu pun terkejut sesaat hamper pingsan, setelah ketenangan menguasai dirinya, orang tua itu pun mengatakan, demi Allah demi RasulNYA yang aku cintai sepenuhnya, karena kemampuan fisikku, aku sangat bersyukur dan malu karena baginda Rasul menyatakan aku adalah ahli surga dan aku merasa tidak pantas. Namun bila engkau menanyakan amalan apa yang aku bawa, seingatku adalah … aku selalu bersyukur kepada Allah kapan pun hingga saat tidur ku pun demikian. Sub-haanalloh.

Saudarakau,

Doa bangun tidur ini Alhamdulillahil ladzii ah-yaana ba’damaa amaatana wa ilayhin nusyuur – segala puja puji bagiMU ya Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan hanya kepadaNYAlah kami kembali sepertinya biasa saja, sebagai bentuk terima kasih saja. Namun karena ini adalah warisan dari kekasih Allah, maka pasti dia memiliki dimensi yang berlebih dan itu sangat positif bagi kita. Dimensi positif berlebih di sini adalah, tatkala kita menginkantasi diri kita, memantera diri kita, mewiridkan doa ini, maka alam bawah sadar kita akan terpaku dan merubahnya menjadi energi positif yang luar biasa sehingga akan membawa kita menghadapi hari dengan energi yang prima.

Pertanyaannya adalah, inginkah kita selalu diberikan Allah energi positif yang berlebih ini setiap hari?

Categories: Celoteh Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: