Home > Motivasi > Parno yakin bahwa rizki ditangan Tuhan

Parno yakin bahwa rizki ditangan Tuhan

Siang itu, Parno sangat lemas menatap hidupnya
Betapa tidak, menjelang hari kelahiran putra pertamanya yang seharusnya dinantikan dengan suka cita, namun Parno mengalami luka demi luka dalam kehidupannya.

Beberapa hari yang lalu Parno kecopetan di dalam bus yang mengantar sang Istri ke kampung halaman. Seluruh duitnya habis digondol sang tangan panjang yang jahil. Bersyukur dompet dan beserta kartu identitas serta kartu ATM yang bersaldo minim masih dapat kembali di bus tersebut.

Siang tadi, dia baru saja menghadapi ujian kembali. ketika Sekolah tempat dia bekerja menawarkan perpanjangan kontrak kerjanya namun dengan gaji yang jauh dari layak.Sepertinya personalia yayasan mengetahui ke-apes-an Parno ini, yang sedang butuh duit segera.  Tidak tanggung-tanggung Sekolahan tersebut ingin mengikat Parno dalam waktu 3 tahun sekaligus.

Parno pun bimbang. Disatu sisi pekerjaannya sebagai pesuruh di sekolahan swasta pasti tidak mencukupi untuk biaya hidupnya selama 3 tahun ke depan. MEmang ia dijanjikan oleh salah seorang kawannya untuk mendapatkan kerjaan pada bulan depan. namun jangankan untuk sampai bulan depan, dua hari sudah nasi tidak masuk ke dalam perutnya.

Semakin berfikir, Parno pun semakin bimbang. Haruskah ia mengambil keputusan menerima tawaran yayasan yang sangat tidak menguntungkan itu atau menunggu bulan depan saja dari janji sang kawan menuju hari depan yang lebih baik.

Di dalam kegalutan, Parno pun teringat kepada Tuhannya. Segera ia berdoa untuk dipilihkan yang terbaik.

Hingga sore hari duduk di rumah kontrakan, hati masih begitu bimbang. Hingga ketika selesai shalat maghrib, hati Parno tergugah. Ketika mendengar lantunan ayat suci  yang memiliki arti ” Tidaklah sekali-kali Allah memberikan ujian cobaan diluar kemampuan hambaNya”

Semangat Parno mulai membara. Ia semakin yakin bahwa rizki Tuhannya tak pernah kemana. Penuh semangat ia putuskan tekad. bahwa ia harus memiliki hari esok yang jauh lebih baik. Selalu ada cara untuk mendapatkan rizki sampai bulan depan tiba. Batin
Parno dalam hati.

Dia kini tak lagi peduli dan gelisah. walau upah terakhir ia bekerja dari sekolah tempat ia bekerja masih di tahan oleh Yayasan sebagai umpan untuk perpanjangan kontrak lagi. Ia semakin yakin bahwa rizki bukan ada di tangan yayasan akan tetapi di tangan TUHAN

salam berbagi

Categories: Motivasi Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: