Home > Info Murah > Kursus Menulis Narasi

Kursus Menulis Narasi

Kursus Menulis Narasi – Pantau

Angkatan VII

3 Juni – 30 September 2009

”Kursus ini seperti pesawat antariksa bagi saya, selalu membolak-balik antara

kenyataan dan penciptaan. Satu sisi,
seorang penulis menciptakan sebuah karya seni, sisi lain ada disiplin
verifikasi yg terus menerus dibangun. Sungguh, ini seperti sebuah
energi candu yg menggairahkan dan saya menikmati dalam tiap
ketegangannya.”

Danu Primanto, penulis & fotografer lepas bermukim di Yogyakarta, peserta Kursus Narasi Agustus 2008.

“Salah
satu kelebihan dari Kursus Narasi Pantau adalah sebuah komunitas dan
pertemanan yang selalu menghidupkan motivasi untuk terus menulis.
Kehadiran pengajar tamu dari berbagai macam background juga memberikan
inspirasi tersendiri dan membuat saya kembali berfikir, “Untuk apa saya
menulis?”

Sri Dewi Sushanty, Konsultan junior bidang komunikasi, peserta kursus November 2008

Kelas narasi ini juga telah menghadirkan tokoh-tokoh penulis seperti Arief
Budiman, Bre Redana, Daoed Joesoef, Donald K Emmerson, Fadjroel Rahman,
Jean Jacques Kusni, Julia Suryakusuma, Putu Oka Sukanta, Riri Riza dan
Samuel Mulia.

KURSUS ini dirancang untuk orang yang ingin belajar menulis panjang
yang memikat sekaligus mendalam. Ia juga diperuntukkan bagi mereka yang
berminat menulis esai atau narasi.

Ia mengedepankan dasar-dasar etika jurnalisme serta belajar memahami
mekanisme verifikasi, teknik wawancara, riset, menganalisis struktur
bacaan, bahasa, penelusuran data serta editing. Ia menjadi landasan
penting dalam belajar menulis yang baik, mulai tulisan feature hingga
narasi.

Pantau mulai menawarkan pengajaran genre ini pada media tahun 2001,
setiap semester sekali, selama dua minggu. Peserta maksimal 16 orang.
Jumlah ini dianggap optimal untuk sebuah metode pelatihan, yang
berlangsung selama 12 hingga 16 sesi. Setiap sesi 90-menit diformat
serius namun santai. Peserta bisa berdiskusi langsung. Total, Pantau
sudah mengadakan 16 kali kursus ini. Peserta datang dari berbagai kota,
dari Banda Aceh hingga Jayapura, dari Pontianak hingga Kucing, dari
Ende hingga Kupang. Alumninya, kini mulai bermunculan. Ada yang menulis
buku. Ada yang jadi pemimpin redaksi. Ada yang sekolah lanjut.

Pada 2006, paket semesteran tersebut ditambah dengan paket empat bulan
(lima bulan bila terpotong hari libur nasional). Kursus ini berlangsung
di Jakarta, mulai setiap Mei dan November. Pantau telah
menyelenggarakan enam kali kursus dengan total peserta 108 orang.

Kursus juga terkadang diadakan di luar Jakarta berdasarkan permintaan.
Di Jakarta, kursus ini diikuti berbagai kalangan. Baik itu aktivis,
pengacara, dokter, dosen, mahasiswa, arsitek, pekerja pertambangan, NGO
dan lain-lain.

Harapannya, merangsang peserta membuat tulisan yang dalam, memikat dan
analitis, enak dibaca dan mengalir. Cerita yang analitis dibutuhkan
masyarakat untuk mengambil sikap terhadap pokok masalah.

Kursus diadakan sebanyak 18 sesi dengan frekuensi pertemuan mingguan,
setiap Rabu malam pukul 19.00-21.00. Ini sengaja dibuat agar peserta
punya waktu mengendapkan materi belajar, membaca dan mengerjakan
tugas.  Kelas ditekankan pada banyak latihan. Kelas ini juga akan
membicarakan karya-karya klasik nonfiksi Joseph Mitchell, Truman
Capote, John Hersey, Gay Talese dan Ryszard Kapuscinski serta Pham Xuan
An dari Saigon.

Tugas akhir setiap peserta menulis sebuah narasi sekitar 5.000 kata.

INSTRUKTUR

Andreas Harsono — Wartawan
Jakarta, anggota International Consortium of Investigative Journalists.
Pada 1999 mendapatkan Nieman Fellowship di Universitas Harvard.
Menyunting buku “Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan
Memikat.” Kini menyelesaikan buku “From Sabang to Merauke: Debunking
the Myth of Indonesian Nationalism, ” yang membahas hubungan media
dengan kekerasan etnik, agama dan nasionalisme di Indonesia dan Timor
Lorosae.

Budi Setiyono — wartawan
Jakarta , pernah bekerja untuk Suara Merdeka (Semarang ) dan majalah
Pantau ( Jakarta ). Dia co-editor buku “Revolusi Belum Selesai” yang
berisi kumpulan pidato politik Presiden Soekarno serta “Jurnalisme
Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat.” Kini menyelesaikan
buku soal penyair A.S. Dharta dari Lembaga Kebudayaan Rakyat.

INSTRUKTUR TAMU

Martin Aleida — seorang
wartawan dan sastrawan, pernah menjadi wartawan di beberapa media di
antaranya majalah kebudayaan Zaman Baru (1963), Harian Rakyat (1965),
Majalah Tempo (1971 – 1984) dan NHK Jepang (1984 – 1985). Ia juga
menulis karya di antaranya, Malam Kelabu, Ilyana dan Aku, 1998
(kumpulan cerpen), Layang-layang Itu Tak Lagi Mengepak Tinggi-tinggi,
1998 (novelette), Leointin Dewangga, 2003 (kumpulan cerpen), Jamangilak
Tak Pernah Menangis, 2003 (novel). Ia mendapat penghargaan dari Pusat
Bahasa untuk kumpulan cerpen Leontin Dewangga, 2004 dan Do Karim, Aceh,
2005.

Maria Hartiningsih — wartawan
senior Harian Kompas, peraih ”Yap Thiam Hien Award 2003”. Ia penulis
yang mengerti isu perempuan dan HAM serta ikut mendorong jurnalisme
damai. Ia tidak hanya konsen di dunia jurnalistik, tapi juga tercatat
sebagai anggota badan pengurus LSM Lembaga Studi Advokasi Masyarakat
(ELSAM) serta pembicara berbagai forum seminar dari lokal hingga
internasional.

SYARAT DAN BIAYA

Peserta bisa dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, minat atau
profesi. Kursus ini banyak diikuti oleh kalangan aktivis, wartawan,
dokter, pengacara, mahasiswa, dosen, peneliti, manajer dan sebagainya.
Biaya kursus 4 juta rupiah dan bisa diangsur selama kursus.

PESERTA

Peserta dibatasi 18 orang untuk memudahkan lalu-lintas ide dalam kelas.
Peserta diharapkan mengirim biodata dan contoh tulisan agar instruktur
bisa mengenal background dan kebutuhan masing-masing peserta. Peserta
juga diminta mengerjakan tugas membaca, latihan meliput, serta menulis
pekerjaan rumah.

Informasi hubungi:

Siti Nurrofiqoh

P a n t a u

Jl. Raya Kebayoran Lama

No 18 CD Jakarta Selatan 12220

Telp/Fax. 021 722-1031/021- 7221055

Email. siti_pantau@ yahoo.com

Website. http://www.pantau.or. id

Mobile . 0813 82 460 455

Categories: Info Murah Tags:
  1. May 24, 2009 at 4:50 am

    Что то слишком мудрено… И по-моему расчитано на блогера чем на вебмастера

  2. May 25, 2009 at 1:56 am

    Кстати, по радио программа была об этом. Не помню, правда на какой волне…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: