Archive

Archive for the ‘Kata Teman’ Category

BJ HABIBIE : Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh
Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..

“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim
dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini
membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.

Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’
Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….

Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier,
Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas…………………..

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat
sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama……………..

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,
– Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten
– C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis
– D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!

Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………

“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam………………………..seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………

“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!
2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………
3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan
pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia………….

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan
terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya enyetujui…………………

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).

Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya.

Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….”

(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam, Capt. Novianto Herupratomo

Advertisements

Bangkitlah Indonesia!!!

November 28, 2011 Leave a comment

Cerita mahasiswa Indonesia di Ausie.
Kisah Nyataa…

Suatu pagi,kami menjemput seseorang klien di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura, degan logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Beliau berkata, “Ur country is so rich!”

Ah biasa banget denger kata-kata itu. Tapi tunggu dulu.”Indonesia doesn’t need the world,but the world needs Indonesia,” lanjutnya.
“Everything can be found here in Indonesia, U don’t need the world.”
“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di kalimantan, dunia pasti kiamat.
Dunia yg butuh Indonesia!

Singapura is nothing, we can’t be rich without Indonesia, sebab 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yg masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami yg beli orang2 Indonesia, ga peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami, orang Indonesia semua yg berobat. Trus, kalian tau bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, bener2 panik. Sangat terasa, we are nothing. Kalian tau kan kalo Agustus kemaren dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia degan mudah dapat beras. Liatlah negara kalian, air bersih di mana2, liatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia.

Saya ke Kalimantan pun dalam rangka bisnis, karena pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp3rb/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp30rb/kg. Saya liat ini sebagai peluang. Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia! Ya,karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian mnjadi mandiri,makanya tidak di embargo.

Harusnya KALIANLAH YG MENG- EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI.
Belilah pangan dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri.Tak perlu impor kalo bisa produk sendiri.
Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!! Plis share ya biar sampe ke seluruh bangsa Indonesia…

Wassalam,
Ade Kuswandi
PT.Arsen Kusuma Indonesia
Telp. 021 5290 5087
Fax. 021 5290 5078
Mob. 0818 07754438

Dari OB Jadi Vice President Citibank

December 21, 2010 Leave a comment

Dari OB Jadi Vice President Citibank “Houtman Zainal Arifin”
Sungguh sebuah karunia yang luar biasa bagi saya bisa bertemu dengan seorang yang memiliki pribadi dan kisah menakjubkan. Dialah Houtman Zainal Arifin, seorang pedagang asongan, anak jalanan, Office Boy yang kemudian menjadi Vice President Citibank di Indonesia. Sebuah jabatan Nomor 1 di Indonesia karena Presiden Direktur Citibank sendiri berada di USA.

Tepatnya 10 Juni 2010, saya berkesempatan bertemu pak Houtman. Kala itu saya sedang mengikuti training leadership yang diadakan oleh kantor saya, Bank Syariah Mandiri di Hotel Treva International, Jakarta. Selama satu minggu saya memperoleh pelatihan yang luar biasa mencerahkan, salah satu nya saya peroleh dari Pak Houtman. Berikut kisah inspirasinya:

Sekitar tahun 60an Houtman memulai karirnya sebagai perantau, berangkat dari desa ke jalanan Ibukota. Merantau dari kampung dengan penuh impian dan harapan, Houtman remaja berangkat ke Jakarta. Di Jakarta ternyata Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta, pekerjaan tidak mudah diperoleh. Houtman pun memilih bertahan hidup dengan profesi sebagai pedagang asongan, dari jalan raya ke kolong jembatan kemudian ke lampu merah menjajakan dagangannya.

Tetapi kondisi seperti ini tidak membuat Houtman kehilangan cita-cita dan impian. Suatu ketika Houtman beristirahat di sebuah kolong jembatan, dia memperhatikan kendaran-kendaraan mewah yang berseliweran di jalan Jakarta. Para penumpang mobil tersebut berpakaian rapih, keren dan berdasi. Houtman remaja pun ingin seperti mereka, mengendarai kendaraan berpendingin, berpakaian necis dan tentu saja memiliki uang yang banyak. Saat itu juga Houtman menggantungkan cita-citanya setinggi langit, sebuah cita-cita dan tekad diazamkan dalam hatinya.
Azam atau tekad yang kuat dari Houtman telah membuatnya ingin segera merubah nasib. Tanpa menunggu waktu lama

Houtman segera memulai mengirimkan lamaran kerja ke setiap gedung bertingkat yang dia ketahui. Bila ada gedung yang menurutnya bagus maka pasti dengan segera dikirimkannya sebuah lamaran kerja. Houtman menyisihkan setiap keuntungan yang diperolehnya dari berdagang asongan digunakan untuk membiayai lamaran kerja.
Sampai suatu saat Houtman mendapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan yang sangat terkenal dan terkemuka di Dunia, The First National City Bank (citibank), sebuah bank bonafid dari USA. Houtman pun diterima bekerja sebagai seorang Office Boy. Sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, wc, ruang kerja dan ruangan lainnya.

Tapi Houtman tetap bangga dengan jabatannya, dia tidak menampik pekerjaan. Diterimanyalah jabatan tersebut dengan sebuah cita-cita yang tinggi. Houtman percaya bahwa nasib akan berubah sehingga tanpa disadarinya Houtman telah membuka pintu masa depan menjadi orang yang berbeda.

Sebagai Office Boy Houtman selalu mengerjakan tugas dan pekerjaannya dengan baik. Terkadang dia rela membantu para staf dengan sukarela. Selepas sore saat seluruh pekerjaan telah usai Houtman berusaha menambah pengetahuan dengan bertanya tanya kepada para pegawai. Dia bertanya mengenai istilah istilah bank yang rumit, walaupun terkadang saat bertanya dia menjadi bahan tertawaan atau sang staf mengernyitkan dahinya. Mungkin dalam benak pegawai ”ngapain nih OB nanya-nanya istilah bank segala, kayak ngerti aja”. Sampai akhirnya Houtman sedikit demi sedikit familiar dengan dengan istilah bank seperti Letter of Credit, Bank Garansi, Transfer, Kliring, dll.

Suatu saat Houtman tertegun dengan sebuah mesin yang dapat menduplikasi dokumen (saat ini dikenal dengan mesin photo copy). Ketika itu mesin foto kopi sangatlah langka, hanya perusahaan perusahaan tertentu lah yang memiliki mesin tersebut dan diperlukan seorang petugas khusus untuk mengoperasikannya. Setiap selesai pekerjaan setelah jam 4 sore Houtman sering mengunjungi mesin tersebut dan minta kepada petugas foto kopi untuk mengajarinya. Houtman pun akhirnya mahir mengoperasikan mesin foto kopi, dan tanpa di sadarinya pintu pertama masa depan terbuka. Pada suatu hari petugas mesin foto kopi itu berhalangan dan praktis hanya Houtman yang bisa menggantikannya, sejak itu pula Houtman resmi naik jabatan dari OB sebagai Tukang Foto Kopi.

Menjadi tukang foto kopi merupakan sebuah prestasi bagi Houtman, tetapi Houtman tidak cepat berpuas diri. Disela-sela kesibukannya Houtman terus menambah pengetahuan dan minat akan bidang lain. Houtman tertegun melihat salah seorang staf memiliki setumpuk pekerjaan di mejanya. Houtman pun menawarkan bantuan kepada staf tersebut hingga membuat sang staf tertegun. “bener nih lo mo mau bantuin gua” begitu Houtman mengenang ucapan sang staff dulu. “iya bener saya mau bantu, sekalian nambah ilmu” begitu Houtman menjawab. “Tapi hati-hati ya ngga boleh salah, kalau salah tanggungjawab lo, bisa dipecat lo”, sang staff mewanti-wanti dengan keras. Akhirnya Houtman diberi setumpuk dokumen, tugas dia adalah membubuhkan stempel pada Cek, Bilyet Giro dan dokumen lainnya pada kolom tertentu. Stempel tersebut harus berada di dalam kolom tidak boleh menyimpang atau keluar kolom. Alhasil Houtman membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut karena dia sangat berhati-hati sekali. Selama mengerjakan tugas tersebut Houtman tidak sekedar mencap, tapi dia membaca dan mempelajari dokumen yang ada.

Akibatnya Houtman sedikit demi sedikit memahami berbagai istilah dan teknis perbankan. Kelak pengetahuannya ini membawa Houtman kepada jabatan yang tidak pernah diduganya.

Houtman cepat menguasai berbagai pekerjaan yang diberikan dan selalu mengerjakan seluruh tugasnya dengan baik. Dia pun ringan tangan untuk membantu orang lain, para staff dan atasannya. Sehingga para staff pun tidak segan untuk membagi ilmu kepadanya. Sampai suatu saat pejabat di Citibank mengangkatnya menjadi pegawai bank karena prestasi dan kompetensi yang dimilikinya, padahal Houtman hanyalah lulusan SMA.

Peristiwa pengangkatan Houtman menjadi pegawai Bank menjadi berita luar biasa heboh dan kontroversial. Bagaimana bisa seorang OB menjadi staff, bahkan rekan sesama OB mencibir Houtman sebagai orang yang tidak konsisten. Houtman dianggap tidak konsisten dengan tugasnya, “jika masuk OB, ya pensiun harus OB juga” begitu rekan sesama OB menggugat.

Houtman tidak patah semangat, dicibir teman-teman bahkan rekan sesama staf pun tidak membuat goyah. Houtman terus mengasah keterampilan dan berbagi membantu rekan kerjanya yang lain. Hanya membantulah yang bisa diberikan oleh Houtman, karena materi tidak ia miliki. Houtman tidak pernah lama dalam memegang suatu jabatan, sama seperti ketika menjadi OB yang haus akan ilmu baru. Houtman selalu mencoba tantangan dan pekerjaan baru. Sehingga karir Houtman melesat bak panah meninggalkan rekan sesama OB bahkan staff yang mengajarinya tentang istilah bank.

19 tahun kemudian sejak Houtman masuk sebagai Office Boy di The First National City Bank, Houtman mencapai jabatan tertingginya yaitu Vice President. Sebuah jabatan puncak citibank di Indonesia. Jabatan tertinggi citibank sendiri berada di USA yaitu Presiden Director yang tidak mungkin dijabat oleh orang Indonesia.

Sampai dengan saat ini belum ada yang mampu memecahkan rekor Houtman masuk sebagai OB pensiun sebagai Vice President, dan hanya berpendidikan SMA. Houtman pun kini pensiun dengan berbagai jabatan pernah diembannya, menjadi staf ahli citibank asia pasifik, menjadi penasehat keuangan salah satu gubernur, menjabat CEO di berbagai perusahaan dan menjadi inspirator bagi banyak orang .

Android…. !!!

October 24, 2010 1 comment

Kiranya sekarang sudah banyak yang mendengar tentang android dan boomingnya.Dalam tulisan iseng ini, saya mau berbagi cerita tentang awal mulanyaandroid kenapa bisa muncul, sudah sampai mana dan mau kemana.Tulisan ini sebagian pernah saya ceritakan sebagai bagian presentasidalam gathering id-android yg entah ke berapa kali, dan sedikit dalampeluncuran Dell Streak.Kiranya bermanfaat buat android lover dan gadgeteer lainnya, untukmelihat semangat yang dikandung android di dalamnya.
Suatu ketika Google, raksasa search engine, membeli Android inc, yangdipimpin Andy Rubin.Setelah dibeli, Google mengangkat Andy Rubin sebagai Vice President ofEngineering urusan android, google menyadari, Andy Rubin yang berkutatdi android adalah orang yang paling mengerti tentang android, orangini tetap harus memimpin.
(Bandingkan dengan kisah Steve Jobs di Apple inc, dia yang membuatapple, dia memberi rohnya, saat membesarkan Apple, eh dia bisadisingkirkan dari Apple sampai harus membuat Next computer, danakhirnya kembali ke Apple menghasilkan kejayaan)
Saat itu digelar meeting, untuk mendengarkan visi dan misi dariAndroid yang dibawakan oleh Andy Rubin.Hadir disana adalah VP Engineering google, Vic Gundotra.
Ketika meeting baru mulai dan Andy siap memaparkan apa itu android,Vic langsung menyela dengan skeptis, dengan pertanyaan:”Andy, apa dunia ini benar masih butuh mobile operating system lain?”Usaha google adalah di mesin pencari dan iklan, dan mesin pencarigoogle sudah ada disetiap smartphone.
Saat itu di dunia sudah ada banyak operating system, ada WindowsMobile, ada Blackberry, ada Symbian , dan ada rajanya smartphone,Apple dengan iPhone or iOS nya, belum lagi operating system kecil lain.
Dan Andy menjelaskan demikian, ada 2 point utama kenapa android harus dibuat.
Point pertama.Saat ini kita sedang kritis, dan butuh sebuah operating system yangfree dan terbuka (open source) supaya setiap developer bisa bebasberinovasi di setiap level di dalamnya.Dengan cara ini para pembuat handset atau vendor  bisa membuat handsetsesuai keinginannya, boleh layar 2″, 3″ atau 4″.Boleh pakai keyboard, boleh tidak., boleh ada kamera depan atau tidak…
Dan nanti semua operator bisa ikut bergabung bersama sesuai kemampuanmereka, boleh 2G, 3G, 4G, LTE, Wimax, boleh CDMA boleh GSM dll.
Akhirnya nanti adalah konsumen yang diuntungkan, mereka bisamenentukan sendiri handset smartphone android mana yang terbaikmenurut mereka, sesuai kebutuhan, kemampuan dan operator yang menjadipilihan mereka.
—– dan begitulah dasar dari android yang ada sekarang, dalam usiamasuk 2 tahun, android ada di berbagai merk, ada yg murah , ada yangmahal, ada yg layar 2 inch, 3″ , 4″ bahkan 5″ dan 7″, ada yangkecepatan prosesornya 300Mhz, ada yang 1Ghz, dan ada yang lebih dariitu , ada yang berkeyboard, ada yang berlayar sentuh kapasitif,resistif, berkamera depan, berkamera 3MP, 5MP, 8MP dll, juga denganberbagai dukungan operator berbeda-beda, android fit didalamnya.——–
Point ke 2.Andy menambahkan point ke 2.Karena kini google adalah raksasa IT, google punya kemampuan.Kalau google diam saja, maka dunia akan menghadapi Draconian Future–(draconian future mengacu kepada jaman Yunani ketika seorang bernamaDraco menjadi pengatur hukum disana, dimana pelanggaran kecil sajamendapat hukuman yang berat)— masa depan yang “sulit” dimana nantidi depan hanya akan ada:
1 Orang1 Perusahaan1 Operating Systemdan 1 Operatorsaja yang bisa  jadi pilihan konsumen…
That’s the future we don’t want …
(dan sekarang yg baca bertanya-tanya siapa yang dimaksud oleh AndyRubin sebagai 1 penguasa? , kuncinya adalah tahun 1984 :-))
Pembicaraan ditutup dengan kata2 ini:
Jadi jika kita adalah orang yang
percaya akan:Keterbukaan,
percaya akanPilihan
dan percaya akanInovasiyang bisa dilakukan semua orang
Selamat datang di Android!

Semangat ini yang membawa Android terus berevolusi sampai sekarang,maka dalam 1,5 tahun kehadiran android, sudah dipercaya oleh:59 Operator48 Negara21 OEM100 ribu aplikasi200ribu android baru diaktivasi setiap hari.
Data sekarang sepertinya jauh lebih banyak, data ini kira2 ada dibulan Juni-Juli 2010.
Sekarang, pada hari ini 21 Oktober 2010, android genap berumur 2 tahun.
Dalam umur yang sangat muda, kita merasakah euforia nya merangseksemua aspek, silahkan buka semua grafik yang ada tentang android,semua menyatakan gerakan yang menaik, setiap hari berita-beritagadgets diisi oleh android, setiap beberapa hari android model baru dilaunching.Semua aspek , semua level konsumen hampir bisa menggunakan androidsebagai pilihannya, mau yang murah dikepala 1 juta ada, mau yangtercanggih dan cepat ada, mau yang level mid ada, mau cdma, mau gsm,mau yang bisa hsdpa, mau yang 4G, semua ada.
Sebuah gerakan keterbukaan dan gratis (open source dan free) , membuatpandangan tentang sesuatu yang gratis biasanya tidak bagus, dijungkirbalikkan. Lihat aplikasi2 dari google yang gratis tanpa harus bayar,we can say itu adalah aplikasi2 terbaik dibanding yang harus berbayarsekalipun.Lihat mereka yang cepat tanggap dan langsung berani menaiki perahuketerbukaan ini, misalnya Motorola, ketika diambang keterpurukanketika tidak mampu bersaing dengan merk2 lain dalam hal inovasi,langsung menanjak bahkan memperoleh anugerah best smartphone 2009, dansekarang adalah merk yang sangat berinovasi dengan android nya dibanyak level.Dengan berani boss Motorola berkata :”kedepan motorola hanya akanmembuat smartphone android 🙂 ”
Lihat HTC, sama2 langsung berani percaya kepada google dan menjadipartner terbaik, sekarang namanya bersinar di dunia sebagai pembuatsmartphone kelas atas dan membukukan keuntungan naik 60% dalamsetahun.
Samsung melakukan gebrakan, mengusung android dan langsung beranifight dengan sang raksasa iPhone, sekarang SGS terjual jutaan dalamwaktu singkat, ada di banyak negara, dengan variasi type dan diusungoperator kelas atas.
Nokia , terlena dengan keberhasilannya yang panjang, lupa dan lambatberinovasi, sekarang sulit mengejar 2 raksasa , android dan iPhone.Hanya bisa mengejek ketika ditanya kenapa tidak ikut segera masuk kekapal android, ” hanya seperti anak kecil yang kencing dalam celanawaktu musim dingin, untuk merasakan kehangatan sesaat” begitu kira2komentar CEO Nokia, dan kini proyek meego nya masih harus berjuangkeras membuktikan diri untuk bersaing dengan raksasa android daniphone yang terus berlari berkejaran, setelah langkahnya membuatsegala macam OVI untuk menyaingi rival penggerusnya BlackBerry kandas.
Blackberry menyadari, dia sangat hebat di sosialita dan server, tapiuntuk menggapai level emas smartphone terbaik masih harus digapailebih keras, ketika usahanya berevolusi di blackberry OS 6 , BB Torchmasih dianggap belum selevel duo raksasa.Ini seperti dalam sekolah SMA, biasanya ada seorang murid yang menjadiidola, ganteng, ramah tamah, banyak teman dan disukai banyak orangjuga terkenal disekolah. Tapi nanti yang namanya ada dihalaman khususdi buku tahunan, dan terpajang namanya di dinding hall of fame sekolahadalah bukan yang terganteng dan banyak teman, tapi selalu : lulusanterbaik.Dan calon lulusan terbaik itu adalah android dan iPhone.
Itulah fakta yang berbicara dalam 2 tahun ini, tentang keterbukaan,pilihan dan inovasi. Dan sekarang dipuncak pertarungan hanya ada 2raksasa, android dan iPhone.(entahlah windows phone 7 akan jadi raksasa yg lain atau tetap akanada 2 raksasa)
Mari saya bercerita sedikit tentang pengalaman saya dengan android,mengapa saya tergila2 dengan nya.Dulu tahun 2009 saya pernah bercerita tentang why i left blackberryand move on to android, ketika saya memutuskan berganti “kendaraan”dari bb ke android, padahal saat itu BB sedang ada di puncak, danandroid baru nongol sebagai handset model ke 2 yang ada di pasaran.Sekarang sudah ada 100 bahkan  lebih model handset android.Saat itu android belum sehebat sekarang, sama seperti saya mengenangketika pertama mencoba iPhone 2G, saat itu iPhone juga belum sehebatsekarang.
Akhir tahun 2009 google mengumumkan merelease  the Nexus One, lompatanandroid pertama dengan spek tinggi yang melampaui spek iPhone 3Gssekalipun, membuat oom Steve Jobs ngambek dengan mengatakan ” kitatidak masuk ke bisnis mesin pencari, kenapa sekarang google masukbersaing ke bisnis kita di smartphone!” ( I Love Steve Jobs, kisahhidupnya, visinya, speechnya  luar biasa dan saya mengamini dia memangpantas menjadi icon yang membawa perubahaan besar bagi teknologidunia).Saya pernah bercerita juga tentang ini (di ketika google bermaincantik) bahwa ternyata dugaan oom Steve salah, google bermaksud lainketika membuat Nexus One, dan hasilnya nyata, google hanya mendoronglebih jauh vendor2 lain untuk mengayuh lebih cepat, makanya dalamtahun 2010 ini perkembangan smartphone menjadi luar biasa cepat, speedtinggi, layar makin cantik, user interface makih hebat dllBaru keluar yang terhebat, sebentar kemudian ada yang lebih hebat.Beberapa orang mengatakan : cape, baru beli yg terbaik rasanya sudahada yang lebih baik lagi.
Apple fanboy mengatakan, lebih baik apple, inovasinya jelas, setahunsekali, beli sekarang , tahun depan baru ganti lagi:-)
Android fanboy mengatakan, we want more! Let’s release the new onewith more power, more innovation now! Jangan tunda2 🙂
Sekitar bulan januari-februari lalu saya menjadi (kemungkinan)angkatan pertama yang memiliki nexus one, sekarang usianya menuju 1tahun, betapa dalam perjalanan memilikinya saya menyaksikanperkembangan yang cepat.Juni 2010, kita mencoba OS android baru yang namanya Froyo 2.2, danspeed tiba2 naik menjadi 2,5 x lebih cepat.Entah sudah berapa puluh macam custom rom saya coba, hasilpengembangan otak2 encer dari luar dan dalam negeri yang menjukkanbakat talentanya.Entah sudah berapa ribu aplikasi saya coba dalam waktu yang singkat.
Saya ingat ketika anak saya minta handphone nya diganti dari sebuahwindows mobile yg berantakan ketika jatuh dari motor. Dia memilihiPhone, dan semenjak itu menjadi apple fanboy, cita2 nya 1, menabunguntuk membeli iPhone terbaru dan sebuah Mac.Dalam waktu singkat dia sudah jago ngehack iPhone, terampil jailbreak,sehingga memudahkan pekerjaan saya, pulang tinggal kasih iPhonecustomer ke tangan dia, besok bangun sudah selesai di jailbreak dandiisi aplikasi sampai penuh:-)Waktu dia iseng nyoba2 nexus saya dia berkata: tidak sebagus danselancar iPhone, saya iyakan.Saya senang isengi dia ketika ada satu aplikasi menarik, sayaperlihatkan, dan besoknya dia berkutat akan cari lawannya di iPhone.Ini proses belajar buat dia dan saya untuk melihat lebih terbukakemajuan dua raksasa.Keluhannya tentang iPhone kadang hanya masalah menjadi berat ketikaterlalu banyak di hack, mendahului masanya bikin iPhone bisamultitasking, bisa dikelompokkan dll, dan kadang dia harus mulai dariawal lagi ketika akhirnya iPhone nya ngehang berkepanjangan. Dan lama2dia mengeluh menantikan iPhone 4 yg tidak nongol2 , kata dia bosan maudiapain lagi iPhone yang sekarang 🙂
Saya jadi mengerti kenapa Oom Steve sebel dengan jailbreakers, itmakes iPhone tidak menunjukkan karisma flawlesly nya lagi.Disatu sisi saya melihat apple fanboys yang jago jailbreak rindu yangnamanya inovasi segera, menambahkan apa yang dirasa kurang disana,yang kalau ditunggu harap2 cemas apakah akan dimasukkan dalam edisiiPhone berikutnya tahun depan.Oom Steve Jobs adalah orang yang perfectionist, jangan berharap akanmasuk ranah wimax atau LTE, sebelum wimax dan LTE menjadi umum danterlihat jalan baik. (saat iphone 2g keluar, dunia lagi test koneksi3G)Android berbeda, dia menurut saya seperti Star Trek, ” to boldly gowhere no one has gone before…” makanya segera ada HTC Evo 4, samsungepic dan ada desire Z.
One day saya pulang bawa iPhone 4, anak saya begitu senang, langsungdia test, segala macam dia install termasuk film2 hasil convert nya.Ketika duduk bersama saya bilang  ayo kita lihat siapa lebih snappysekarang, pertama kita coba scroll, betapa kaget dia melihat, dulusama iPhone 3G aja kalah snappy itu nexus, sekarang nexus yang samabisa lebih snappy dari iPhone 4:-)Dia tidak percaya , dibilangnya saya ganti sama handset android baru,setelah mencoba sendiri dia percaya itu nexus saya yang lama.Besoknya dia mengembalikan iPhone 4 nya, saya tanya kenapa, dia bilangdia tidak tertarik lagi, hanya mendapat gambar yang lebih bagus sajatidak ada yg bisa dioprek lebih jauh… tidak jauh beda sama iPhonenya yang lama.(saya rasa dia mengoprek terlalu jauh, sehingga apa yang ada sekarangdi iPhone4 dulu sudah dirasakannya walau tidak sehebat pengalamanaslinya)
Pada cerita diatas saya bukan meledek iPhone jelek, nope sama sekalitidak, iPhone 4 sangat bagus. Beberapa kali saya tergoda untukmemakainya, tapi user experience nya belum nempel buat saya, sepertibaju yang keren, tapi tidak membuat saya merasa nyaman.Caranya mengolah email, notification, dan ketergantungan yang tidakhenti kepada iTunes not fit for me walau aplikasi2 nya luar biasahebat.
Butuh 1 tahun dari iPhone 2G ke 3G untuk menikmati forwarding sms, dancopy paste,butuh 1 tahun untuk ke 3Gs untuk bisa punya kompas dan autofokus camera,dan butuh 1 tahun lagi untuk bisa multitasking di iPhone 4.
Setiap bulan semenjak memakai Nexus, saya mengalami seolah2 selalumemiliki handset baru, dulu bisanya hanya ini, sekarang bisa itu, duluspeed saya hanya segini, sekarang saya bisa melewati barriernya:-)Menurut saya ini adalah hasil dari keterbukaan dan inovasi setiaplevel yang boleh dilakukan semua orang. Saya sekarang sangat nyamandengan Nexus one yang sangat cepat dan snappy, dan sudah tidak sabarmenantikan inovasi di Gingerbread, android 3.0!
Keterbukaan bukan disukai semua orang, seperti baru saja Oom Stevedalam wawancara dengan macworld menyinggung masalah fragmentasi diandroid dan masalah keterbukaan android dibanding dengan ketertutupanapple.Oom SJ menyinggung masalah android market, akan ada market daribestbuy, dari amazon, dari verizon , vodafone dan dari google sendiri,(belum lagi market2 lokal) , dikatakan ini akan membuat developerbingung. (setiap cerita oom steve selalu bawa developers, bahwa appleadalah yang terbaik yang mengayomi developers, disatu sisi inimenunjukkan pengakuan bahwa iphone menjadi hebat karena inovasi dandukungan developer? :-))
Sebelumnya masalah ini pernah dibawa menjadi pertanyaan ke google, whygoogle membiarkan ada “toko” aplikasi lain selain android market?Tidakkah membuat google rugi?Pertama google bercerita , bahwa komitmen mereka terhadap keterbukaan(open source) jelas, bolehnya dibuat toko aplikasi lain sah sah saja,ini dianggap memperkaya keterbukaan tersebut, developer boleh memilihmana yang fit buat mereka, sama dengan cerita diatas konsumen androidboleh pilih type android mana dan operator mana yang dianggap palingfit buat mereka.
Google tidak berbisnis jualan aplikasi, Oom Steve iya di appsore nya.Tidak ada kerugian buat google ada toko aplikasi yg hasil penjualannyatidak masuk ke kas google, karena itu bukan core bisnis google, corebisnis google di iklan 🙂 Dengan banyaknya android, sekarangpertumbuhan hit iklan di android naik 5x lipat. Ini seperti memberipetani lahan gratis, ujung2 nya menang pilkada 🙂
Kalau ada appstore lain di iphone tentu ini mengurangi pendapatan oomSteve secara signifikan, karena jualan lagu dan aplikasi disanasumbangan buat apple sangat-sangat besar. Kalau saya jadi Oom Steve,memang itu langkah logis paling cengli, harus bisa monopoli:-)
Masalah opensource android bukan hanya diuji di toko aplikasi,beberapa handset android keluar dengan mesin pencari bukan google,melainkan Bing dari microsoft atau Yahoo search.Google diminta komentarnya, menurut pandangan orang2 itu memang kurangajar, sudah jelas2 android punya google dan anda ganti mesinpencarinya dengan yg lain.Google dengan tenang hanya menjawab, “kalau kami melarang mesinpencari lain, bukankah itu mencederai semangat open source?”Makanya dengan free anda bisa mencari aplikasi pencari lain di marketandroid, diantaranya Bing dan Yahoo search… 🙂 but kita2 tahu siapayang bisa diandalkan.(kalau waktu itu gosip iPhone baru akan memakai Bing sebagai mesinpencari pengganti google menjadi kenyataan, bagaimana rasanya memilikisebuah iPhone?  I thing you’ll miss something big  :-)Di android ada banyak aplikasi untuk sebuah browser, xscope, dolphineHD, Opera, Fennec (firefox), skyfire dll… apa yang menurut kitalebih nyaman atau lebih baik silahkan dipakai bersama chrome litebawaan android bahkan menggantikannya.Butuh berapa generasi iPhone sampai opera dijinkan ada sebagaipendamping safari browser?
Fragmentasi diangkat besar2 oleh Oom Steve kemarin itu, sebagaimasalah besar di android, salah satu contohnya bahwa butuh 100 lebihmacam aplikasi Tweet deck (oom SJ keseleo menyebutnya TwitterDeck)untuk fit di 244 macam handset android (sekarang kita tahu ada 244macam handset android, how fast, juni lalu di Google IO baru around60-80 macam).Tapi ternyata besoknya dijawab oleh boss TweetDeck bahwa hanya ada 2orang yang ngurusin aplikasi tweetdeck untuk android, menunjukkanfragmentasi hanya masalah kecil.
Fragmentasi saya lihat terjadi kalau vendor lambat mengikuti arus,misal sony ericsson yang dari awal bikin handset di bulan Juni x10,dilanjutkan x10 mini,  mini pro, dan sampai sekarang yang terbaru x8tetap pakai donut 1.6 didalamnya, maka akan mengalami aplikasi2 barutidak bisa jalan di handsetnya ketika developer membuatnya untuk OSyang lebih maju.Kemungkinan dengan ini google mengajari ayo maju-maju, kalau nantitidak inovasi kamu dilibas yang lain.Jadi ketika mau ikut keberhasilan didalam perahu android, selainmenghasilkan handset yang layak jual, vendor juga harus ikutmendayung, kalau tidak tertinggal dan dilupakan.
Benar ada masalah fragmentasi di android, tapi no big deals sepertidiceritakan diatas. Apakah masalah ini tidak ada di iPhone? Denganrajinnya sekarang iPhone berperang dengan lock jailbreak, setiapbeberapa saat ada upgrade, 4.0, 4.01. 4.02, 4.1 dan mau 4.2 . Kalaukita rajin mendownloadnya bayangkan berapa giga habis untuk OS ini,karena iphone OS nya sudah menyentuh 500-600 Mega:-)Dan tidak semua aplikasi yang tadinya jalan di OS yang satu akan jalandi OS mendatang 🙂
Oom Steve , senang dengan angka2, penjualan iPhone sekian juta,mengalahkan RIM dll (walau kemudian dibantah oleh RIM juga), jangansuka tergiur dengan angka2.Look at Nokia, terlalu asik dengan angka2 penjualannya sampai lupaberinovasi, dan a little too late sekarang untuk mengejar perahuiPhone dan android yg asik ngebut. Walau tahun 2012 symbian akan tetapnomer 1 dalam hal jumlah, tapi tidak lagi ada gengsi memakainya.Jangan nanti suatu saat speech oom Steve yang memberikan banyakinspirasi hanya tinggal angka2…Kalau oom Steve berhenti berinovasi, saya takut android juga berhenti,coz no one to fight for 🙂
Selamat ulang tahun ke 2 androidKeep Open SourceKeep open for choicesKeep Innovation
Senang kamu hadir menjadi penyeimbang, so we don’t face a draconian future…

Salam,
Lucky Sebastian

Categories: Info IT, Kata Teman Tags: ,

Beasiswa IELSP ( IIEF – GE Foundation )

Salam dari IIEF,
Terlampir adalah informasi program: Indonesia English Language Study Program (IELSP), yaitu program BEASISWA PENUH untuk belajar Bahasa Inggris (English for Academic Purposes) dalam program immersion dalam kelas-kelas
internasional selama 8 minggu di universitas ternama di Amerika Serikat.
Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa S1 (masih aktif – belum sidang kelulusan) dari berbagai jurusan dari universitas manapun di seluruh Indonesia. Batas akhir pendaftaran adalah tanggal 18 Oktober 2010 (diterima di IIEF).
Informasi lenfkap dan formulir pendaftaran bisa diunduh dari www.iief.or.id
atau dari
Good luck dan salam,
I E L S P
The Indonesian International Education Foundation (IIEF)
Menara Imperium 28th Floor Suite B
Jl. HR Rasuna Said, Jakarta 12980
Tel: 62-21-8317330; Fax: 62-21-8317331

Perencanaan dan Pengendalian Sumber Daya Manufacturing

March 24, 2010 2 comments

Oleh: Vincent Gaspersz
APICS CFPIM, CSCP
ASQ CMQ/OE, CQE, CQA, CSSBB
IQF CSSMBB
RABQSA QMS Auditor
Malcolm Baldrige Examiner

Perencanaan dan pengendalian sumber daya manufacturing (manufacturing resource planning and control) merupakan suatu metode formal untuk merencanakan dan mengendalikan sumber-sumber daya perusahaan manufaktur.

Manajemen manufacturing (manufacturing management) terdiri dari serangkaian proses, dimulai dari: desain dan perencanaan, eksekusi rencana-rencana, dan pengendalian aktivitas agar mencapai target sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Aktivitas-aktivitas manajemen dalam proses manufacturing ini dapat menggunakan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), yaitu: (1) mendefinisikan hal-hal apa yang akan direncanakan, (Define), (2) menetapkan KPIs (Key Performance Indicators) dan mengukur KPIs (Measure),(3) menganalisis KPIs itu apakah mencapai target sesuai rencana yang telah ditetapkan, termasuk menganalisis akar-akar penyebab apabila KPIs itu tidak mencapai target (Analyze), (4) menghilangkan atau melakukan tindakan koreksi terhadap akar-akar penyebab yang ditemukan agar mampu meningkatkan kinerja manufaktur (Improve), dan (5) melaksanakan proses pengendalian agar secara terus-menerus mampu meningkatkan kinerja manajemen manufacturing (Control).

Pada dasarnya perencanaan manufacturing (manufacturing planning) mencakup perencanaan terhadap output dan input dari operasi manufacturing yang dikelompokkan ke dalam dua jenis perencanaan, yaitu: perencanaan prioritas (priority planning) yang berkaitan dengan perencanaan output dan perencanaan kapasitas (capacity planning) yang berkaitan dengan perencanaan input.

Perencanaan prioritas (priority planning) dan perencanaan kapasitas (capacity planning) patut dipahami oleh para manajer menengah maupun manajer senior yang bertanggung jawab dalam operasi manufaktur agar mampu meningkatkan kinerja manajemen sistem manufaktur.

Perencanaan prioritas (priority planning) menentukan produk-produk atau prioritas-prioritas dari operasi manufacturing untuk memenuhi permintaan pasar, seperti: produk apa yang dibutuhkan, berapa banyak kuantitas yang dibutuhkan, bilamana dibutuhkan, termasuk spesifikasi kualitas, dan lain-lain.

Perencanaan kapasitas (capacity planning) menentukan sumber-sumber daya (input) atau tingkat kapasitas yang dibutuhkan oleh operasi manufacturing untuk memenuhi jadual produksi atau output yang diinginkan, membandingkan kebutuhan produksi dengan kapasitas yang tersedia, dan menyesuaikan tingkat kapasitas atau jadual produksi. Perencanaan kapasitas mencakup kebutuhan sumber-sumber daya manufacturing seperti: jam mesin, jam tenaga kerja, fasilitas peralatan, ruang untuk tempat penyimpanan (warehouse space), rekayasa (engineering) , energi, dan sumber-sumber daya keuangan. Dalam manajemen sistem manufaktur, perencanaan kapasitas tidak mencakup material, karena perencanaan material ditangani oleh fungsi perencanaan prioritas melalui penjadualan produksi induk (master production scheduling, MPS) dan perencanaan kebutuhan material (material requirements planning, MRP).

Proses perencanaan dan pengendalian produksi, sering disebut sebagai perencanaan prioritas (priority planning) dapat dijabarkan lebih lanjut melalui hirarki dari urutan tertinggi sampai terendah, sebagai berikut:

• “Business Planning”, merupakan rencana strategik jangka panjang (long-range strategic plan), bersifat menyeluruh (broad terms), berjangka waktu sekitar 3-5 tahun, dan dilakukan oleh manajemen puncak (top management). Direktur Manufacturing atau Chief Operating Officer (COO) ikut bertanggung jawab dalam perencanaan bisnis manufaktur jangka panjang (3 – 5 tahun) ini.

• “Production Planning”, merupakan rencana jangka menengah (medium-range plan), berjangka waktu sekitar 1 tahun, dilakukan terhadap kelompok produk (product groups), menetapkan tingkat produksi (production rates), melakukan pengelolaan “inventory/backlog” (management of inventory/backlog) , serta melakukan perencanaan kebutuhan sumber-sumber daya (resource requirements planning).

• “Master Scheduling (MPS)”, berjangka waktu sekitar 3 – 6 bulan, merupakan rencana penjadualan yang mencakup aktivitas-aktivitas : “final level of master planning”; “process planning” yang mencakup ramalan permintaan (forecasted demand), “production leveling”, “inventory and backlog adjustments”, “new product introductions”, serta penghitungan “on hand, on order, actual demand, safety stock”; hasil-hasil dari proses MPS seperti: kuantitas yang diproduksi, “by part number”, “by week or day”; menetapkan horizon perencanaan harus lebih lama dari “longest lead time”.

• “Material Requirements Planning (MRP)”; merupakan rencana kebutuhan material melalui menghitung: item-item apa yang dibutuhkan, berapa banyak dan kapan dibutuhkan dengan mempertimbangkan “on hand, on order, and safety stock”.

• “Capacity Requirements Planning (CRP)”; merupakan rencana kebutuhan kapasitas melalui menghitung “load” dari tenaga kerja dan peralatan, biasanya dinyatakan dalam jam standar (standard hours), direpresentasikan melalui “planned orders and released orders”. “load” (berapa banyak yang dibutuhkan) dibandingkan terhadap “capacity” (berapa banyak yang tersedia) untuk setiap “work center”. Apabila “load” dan “capacity” menunjukkan adanya ketidakseimbangan yang nyata, maka perlu dilakukan tindakan korektif berupa kapasitas harus ditingkatkan atau beban kerja harus dikurangi. Line balancing dapat dilakukan dalam tahap ini.

• “Production Activity Control”; merupakan tahap pelaksanaan dari perencanaan dan pengendalian manufacturing dengan melakukan aktivitas-aktivitas : MACRO (MAke detailed plans and schedules, Check resource availability, Release orders, Obtain feedback/update/ make adjustments) . Selama pelaksanaan dari proses produksi, kinerja (KPIs) diukur dan umpan-balik diberikan untuk mengidentifikasi persoalan, memberikan informasi status, menelusuri biaya (track costs), “update inventory balances”, “remaining load”, dan seterusnya.

Keberhasilan perencanaan prioritas (priority planning) membutuhkan perencanaan kapasitas yang efektif, agar mampu memenuhi jadual produksi yang ditetapkan. Kekurangan kapasitas akan menyebabkan kegagalan memenuhi target produksi, keterlambatan pengiriman ke pelanggan, dan kehilangan kepercayaan dalam sistem formal yang mengakibatkan reputasi dari perusahaan akan menurun atau hilang sama sekali. Pada sisi lain , kelebihan kapasitas akan mengakibatkan tingkat utilisasi sumber-sumber daya yang rendah, biaya meningkat, harga produk menjadi tidak kompetitif, kehilangan pangsa pasar, penurunan keuntungan, dan lain-lain. Dengan demikian, kekurangan kapasitas maupun kelebihan kapasitas akan memberikan dampak negatif bagi sistem manufaktur, sehingga perencanaan kapasitas yang efektif adalah menyediakan kapasitas sesuai dengan kebutuhan pada waktu yang tepat. Di sinilah makna dari filosofi Just-In-Time (JIT) menjadi bermanfaat, sehingga sistem manufacturing modern telah mengintegrasikan praktek-praktek JIT ke dalam manajemen sistem manufaktur.

Hirarki perencanaan dan pengendalian kapasitas (capacity planning and control) dalam bidang manufacturing diurutkan dari tertinggi sampai terrendah, sebagai berikut:

1. “Resource Requirements Planning”, merupakan urutan tertinggi (hirarki pertama) dari hirarki perencanaan “prioritas-kapasitas” (priority-capacity planning hierarchy) yang menjadi tanggung jawab manajemen puncak (Direktur Manufacturing atau Chief Operating Officer = COO) secara keseluruhan berkaitan dengan tenaga kerja, target inventori, serta keterbatasan fasilitas dan pabrik. “Resource requirements planning” melakukan validasi (pengujian) terhadap “production planning” dalam hirarki tertinggi perencanaan prioritas produksi.

2. “Rough-Cut Capacity Planning”, merupakan urutan kedua dari hirarki perencanaan “prioritas-kapasitas” yang berperan dalam mengembangkan “MPS”. “Rough-cut capacity planning” melakukan validasi terhadap “MPS” yang juga menempati urutan kedua dalam hirarki perencanaan prioritas produksi, guna menetapkan sumber-sumber spesifik tertentu, khususnya yang diperkirakan akan menjadi “potential bottlenecks”.

3. “Capacity Requirements Planning (CRP)”, merupakan urutan ketiga dari hirarki perencanaan “prioritas-kapasitas” yang memberikan penilaian secara terperinci dari sumber-sumber yang dibutuhkan untuk melaksanakan pesanan-pesanan manufacturing yang diciptakan melalui proses “MRP”. “CRP” melakukan validasi terhadap “MRP” yang juga menempati urutan ketiga dalam hirarki perencanaan prioritas produksi.

4. “Capacity Control”, merupakan urutan terakhir (keempat) dari hirarki perencanaan “prioritas-kapasitas” yang berfungsi mengendalikan kapasitas. Tindakan-tindakan pengendalian meliputi: sekuens operasi (operation sequencing) dan pengendalian input-output (input-output control) yang memberikan daftar dari tugas-tugas yang telah diselesaikan dan penilaian terperinci dari output aktual dan yang direncanakan kepada “shop floor”. “Priority control (scheduling and dispatching)” memberikan umpan-balik kepada “capacity control”.

Inti dari semua perencanaan prioritas dan kapasitas di atas adalah untuk memudahkan Pengendalian Produksi dan Inventori, yang memiliki tujuan utama, dari manajemen sistem bisnis manufaktur sebagai berikut:

• Memaksimumkan “customer service level”, di mana sasaran untuk “service levels” harus ditetapkan dan kinerja diukur untuk menjamin bahwa pelayanan telah diberikan secara tepat. Beberapa elemen yang penting dalam hal ini adalah: CARFOO (Quality products, Availability when wanted or promised, Reasonable price, Fill rate for stock finished goods, On-time delivery for make-to-order or assemble-to- order, Other measures). Pengertian “customer service” dalam konteks ini adalah mencakup “external customers” yang membeli produk dan “internal customers” seperti: departemen manufacturing, “work centers”, atau “work cells” melalui menyerahkan produk-produk berkualitas tepat waktu.

• Meminimumkan “inventory investment”, di mana pengendalian yang baik akan mencapai aliran produksi yang mulus (smooth production flow) dengan inventori minimum dalam pabrik dan waktu tunggu yang pendek (short lead times). Bagaimanapun, pengendalian yang jelek dari aktivitas produksi akan membutuhkan tambahan investasi dalam inventori bahan baku (raw material) dan produk akhir (finished goods) guna mengatasi kelemahan dalam perencanaan dan pelaksanaan produksi, dengan mempertimbangkan dampak dari: “shortages”, “erratic quality”, “missed due dates”, “poor equipment maintenance”.

• Efisiensi operasi (operating efficiencies) , di mana ongkos-ongkos manufacturing harus diminimumkan guna memperoleh harga kompetitif. Pengendalian ongkos-ongkos membutuhkan operasi yang efisien dari keseluruhan organisasi. Elemen-elemen yang perlu diperhatikan dalam efisiensi operasi, adalah: FASEF (Factory supervision and indirect labor, Staff support, Equipment, Facilities). Situasi PAC (production activity control), baik atau jelek, akan mempengaruhi secara langsung terhadap CIO (Customer service, Inventory investment, Operating efficiencies) .

Informasi yang dikemukakan di atas dapat dipelajari melalui modul-modul APICS CPIM, ketika kita “mengejar” gelar professional: CPIM (Certified in Production and Inventory Management).

Categories: Kata Teman, T Mesin Tags: ,

Kemajuan Penerbangan Nasional

Di bawah ini adalah beberapa cuplikan dari “Indonesia Digest” yang
terkait dengan kemajuan yang diperoleh Garuda serta Bandara-bandara di
Indonesia yang membanggakan secara nasional, dan perlu diketahui bersama
dalam kerangka sinergi pembangunan nasional.

Ya, saya kira belum banyak mengetahui perkembangan yang begitu cepat
dari Garuda yang bahkan ditolak mendarat di Eropa, dan kini mencapai
tingkat Four Star Catagory Airline, setingkat Air France, Lufthansa,
Emirates, Etihad Airways dan Turkish airlines.

Kemudian yang pertama di dunia adalah In-Flight Immigration on Garuda
starting 1 February 2010.

Dan yang luar biasa Bandara Soekarno-Hatta mencapai tingkat kedua di di
dunia dalam ketepatan waktu setelah Tokyo Haneda airport dan di atas
Narita bahkan. (Soekarno-Hatta international Airport world’s 2nd most
On-Time Airport)

Tetapi kebijakan yang patut ditiru dalam kerangka membuka 5 dari 27
Bandara Internasional Indonesia bagi ASEAN Open Sky, adalah bahwa
Indonesia meminta penundaan penandatanganan Akta ASEAN agar dapat
bebenah sehingga pesawat2 nasional dapat membawa 50% dari total turis
asing ke Indonesia.

Ketertinggalan Kebijakan Fasilitasi Telekomunikasi Dalam Pesawat Udara

Memang sebagaimana halnya pasar Telekomunikasi/ TIK, pasar pariwisata
nasional juga patut dikendalikan (sebagian besar diusahakan)
penyelenggara2 nasional.

Kaitan antara fasilitasi penumpang pesawat udara dengan akses
telekomunikasi/ TIK seperti Internet dan suara patut menjadi perhatian,
sehingga memberi kenyamanan bagi para penumpang.

Ada baiknya kebijakan dan keputusan untuk mengizinkan fasilitasi
telekomunikasi/ TIK yang memungkinkan penumpang dapat berkomunikasi lewat
Internet, SMS dan suara, dengan menggunakan pesawat genggamnya (Hp)
perlu dipercepat.

Padahal TELKOM dan INDOSAT sudah mempunyai Roaming Agreement dengan
AeroMobile misalnya sejak bulan Juli 2009 lalu, sehingga penumpang di
pesawat2 asing di luar wilayah Indonesia dapat berkomunikasi ke manapun
dan kapanpun ke seluruh terminal bergerak (mobile) maupun tetap (tetap)
di dunia. Namun sayangnya saat melewati wilayah Indonesia secara
otomatis akan terputus oleh karena Indonesia belum mengizinkan akses
tersebut. Padahal negara2 tetangga utama kita seperti Malaysia,
Philippines, Singapura dan Thailand telah mengizinkannya. Pasti para
penumpang akan mempunyai kesan tak baik terhadap Indonesia (bisa mulai
dari birokrasi, sentimen, dsb) saat misalnya terbang dari Kualalumpur
atau Singapura ke Australia melewati wilayah Indonesia. Dan bisa
dibayangkan selama beberapa jam tanpa akses komunikasi vital saat
melewati RI yang luas.

Kita patut angkat jempol terhadap Kejelian pandangan TELKOM dan INDOSAT
dalam memajukan jaringan dan layanan telekomunikasi nasional dan global
dalam persaingan bisnis telekomunikasi/ TIK yang sangat ketat, baik dalam
kualitas maupun dalam jangkauan. Kejelian pandangan ini, mengingat di
satu pihak bisa mencapai sasaran komunikasi “ke manapun dan kapanpun”
tercapai, kecuali di atas wilayah RI. Namun juga dengan menaati dan
menghormati batas-batas regulasi nasional yang ada, yaitu belum adanya
izin akses langsung antara pelanggan di pesawat udara dengan pelanggan
di Indonesia maupun negara2 lain, saat berada di atas wilayah NKRI.

Ya, ya, Indonesia bisa luar biasa hebat pada saat tertentu seperti
kemajuan di atas dan menjadi negara berkembang pertama dalam meluncurkan
satelit domestik/regional. Di pihak kalau sudah kehilangan sinergi
nasional dalam kerangka kerjasama antar instansi, dapat sangat
birokratis (alasannya bisa macam2 untuk menghindari dipesalahkan dsb)
sehingga berakibat sangat merugikan kepentingan nasional secara keseluruhan.

[Sebenarnya tak ada alasan menahan kebijakan izin bagi komunikasi
langsung pelanggan dari dan ke pesawat, dg berpegang pada tanggung jawab
negara asal pesawat sesuai Pasal 33 dari ICAO (International Civil
Aviation Organization) Convention maupun RR (Radio Regulation) Pasal 18,
serta pengujian keamanan di Eropa dan Arab Emirates, serta tak ada
masalah apapun dengan perangkat komunikasi ini yang sudah dijalankan
puluhan negara, termasuk negara2 yang mengelilingi kita di ASEAN dan
Australia. Bahkan Australia dan Malaysia sudah menggunakannya untuk
penerbangan domestik.]

Semoga kita bisa lebih cepat menyelesaikan tantangan2 kebijakan nasional
antar-instansi secara terpadu, dg sasaran dan cakrawala jauh ke depan.

Salam,
APhD

INDONESIA DIGEST
Published by: TBSC-Strategic Communication

* First in the World : In-Flight Immigration on Garuda starting 1
February 2010

Starting 1 February, Garuda Indonesia will introduce Visa-on-board on
its flights from Tokyo to Bali and Jakarta. Trial operations took place
in late January. The service will be provided in stages on Garuda
flights from other airports. Visa-on-board is the first of its kind in
the world.
<>The service is in response to complaints at the Visa-on-arrival
counters at Bali airport where passengers have to queue for hours to
receive their visas because of a shortage of Immigration staff,
especially during peak hours when a number of international flights
arrive at short intervals.

In this operation, passengers pay the US$25 visa fee at the bank counter
next to Garuda’s check in counter in Tokyo, receiving a receipt and
voucher for the application of their visa, while visas are processed on
board the flight by Indonesian Immigration officers. Upon arrival at
Bali’s airport, Immigration on the ground will merely check passports.

Earlier, Tourism and Culture Minister Jero Wacik told bisnis.com that
his office had coordinated meetings with the Minister of Justice and
Human Rights Patrialis Akbar, the National Minister for State-Owned
Enterprises Mustofa Abu Bakar, the Ministry of Transportation and the
Head of
the Airport operating authority Angkasa Pura, to speed up the issuance
of VoA especially in Bali and Jakarta.
“At Bali’s Ngurah Rai airport there are 26 counters, but only 10 are
staffed by immigration officers. Now the 26 counters will be all staffed
by immigration officers, especially during peak hours,” said Wacik.

Meanwhile, at the Soekarno-Hatta Airport in Jakarta there are 6
visa-on-arrival counters, a number that will now be increased to 12,
reported balidiscovery. com
Mid last year, the Ambassador of Japan to Indonesia, Kojiro Shiojiri,
had publicly expressed his concerns regarding visa-on-arrival service at
Bali’s airport. Many elderly Japanese tourists had complained that the
visa-on-arrival issuance process in Bali was taking two hours or more to
complete.

* Garuda Indonesia now Four Star Category Airline

Skytrax has raised Garuda Indonesia’s performance to a Four Star airline
category at par with 26 airlines that include Air France, Lufthansa,
Emirates, Etihad Airways and Turkish airlines, and recently joined
Hainan Airlines.
Skytrax CEO, Edward Plaisted said that Garuda’s performance rating is
based on assessments on the airline’s overall product and services on
board as well as at its base at the Jakarta’s Soekarno-Hatta airport.
During the past year Garuda has made huge transformations in quality,
improving its product and service standards, said Plaisted at the
certificate handing over ceremony held in Jakarta on 27 January.
The operation of the brand- new Airbus 330-300 fleet by Garuda Indonesia
has served as catalyst to raise the status of Garuda Indonesia to a Four
Star airline, said Plaisted.
Earlier in Mataram, Lombok, Garuda’s spokesman, Pujobroto told the press
that with the arrival of 23 new aircrafts, Garuda plans to open 10 new
routes domestically and internationally. The new aircrafts consist of 22
B737-800’s and one A330-200.

Among new routes planned are Bali-Brisbane, while from Lombok, Garuda
will operate Mataram-Jakarta- Kuala Lumpur. Domestically, starting 1
November last year Garuda launched the Mataram-Bali flights which to
date already enjoys a 70% – 80% load factor, said Pujobroto.
Another route will be Mataram-Jakarta.

Additionally, the Mataram-Singapore flights have been added from three
times to four times weekly frequency, reported Antara.
Pujobroto said this at the handing over of Garuda assistance to West
Nusatenggara Governor for the conservation of turtles at Gili Trawangan
amounting Rp. 700 million, environment protection assistance at Rp.
287.5 million and assistance for small and medium scale industries on
Lombok at Rp. 287.5 million.

Jakarta’s Soekarno-Hatta international Airport world’s 2nd most On-Time
Airport
Luxury travel news portal Forbestraveler. com announced that Jakara’s
Soekarno-Hatta International Airport is the second most on-time
international airport worldwide according to data from FlightStats, an
Oregon-based company that tracks flight information for airports and
airlines around the world, reported the Jakarta Post last 15 December
2009.

The portal ranked Soekarno-Hatta below reigning champion, Tokyo’s Haneda
Airport, and above Narita, which came in third.

The data defined an on-time airport as one having the most flights less
than 15 minutes late.

The same yardstick is used by the Geneva-based Airports Council
International.
The study, which included 50 of the busiest airports in the world, took
data from August 1, 2008, to July 31, 2009.

The portal’s report called Soekarno-Hatta this year’s most improved
airport on its top ten as it “jumped from last year’s sixth slot thanks
to impressive 84.2 percent on-time arrivals and 89.2 percent on-time
departures.” Arrival and departure flights were 79.3 percent and 86.3
percent on-time, respectively, last year.
Jakarta’s Soekarno-Hatta airport served 32 million passengers in 2008.
· Indonesia designates 5 airports in ASEAN Open Sky Policy

In compliance with the agreement made among ASEAN countries to further
open ASEAN skies, Indonesia plans to liberate 5 international airports
to ASEAN Open Sky to be signed at the ASEAN Summit meeting in Hanoi,
Vietnam in April 2010, said Air Communications Director General, Herry
Bakti S. Gumay, as reported by Bisnis Indonesia.

The expected 5 airports are (1): Jakarta’s Soekarno-Hatta airport, (2)
Bali’s Ngurah Rai, (3) Surabaya’s Juanda, (4) Makassar’s Hasanuddin
airport and (5) the new Kuala Namu aiport in North Sumatra.

Director General Herry Bakti said that the proposal has already taken
into consideration Indonesia’s own national long term interests. The
five airports are in fact already quite liberal in receiving foreign
airlines, except that they are as yet not legally declared so.
Indonesia has 27 international airports, or which the five will be
included in the list of airports in the ASEAN Open Sky policy to
commence in 2015.
Meanwhile, also, COO of Aero Inc, Chappy Hakim voiced his concern that
the government should first strengthen Indonesia’s own domestic and
regional management in air transport in order to create a stronger
platform for air liberalization.
Earlier, Transport Minister Freddy Numberi had said that Indonesia has
asked for a postponement of 6 months in signing the ASEAN Open Sky
agreement in order to first implement regulations stipulated in the new
Air Transportation Act no 1 of 2009.

Meanwhile, INACA (Indonesian Air Carriers Association) Secretary
General, Tengku Burhanuddin proposed that priority airports to be
included in the ASEAN Open Sky should be those that will boost tourism
to Indonesia. Airports should be opened in stages until Indonesian
national carriers are able to compete with foreign airlines. The
government should also include stipulations that foreign airlines should
carry at least 50% foreign passengers into Indonesia, this is
considering Indonesia’s potential huge outbound market and the fact that
among the ASEAN countries, Indonesia has the largest number of airports.

Categories: Info IT, Kata Teman Tags: ,