Archive

Posts Tagged ‘Celoteh’

Di Bawah Bayang-bayang Sang Naga

November 17, 2009 Leave a comment

Produk Cina menggerus Indonesia laksana air bah. Emperan kaki lima hingga pusat perbelanjaan dipenuhi barang dari Negeri Tirai Bambu. Cina kini menjadi pusat pabrikasi dunia. Potensi buruh murah dan produksi massal menggenjot daya saing mereka melaju melebihi negara mana pun.
Detak ekonominya keras berdegup sejak 1992 saat Deng Xiaoping mengibar­kan reformasi ekonomi berorientasi pasar. Hanya dalam dua dasa­warsa, negeri itu menjelma menjadi kekuatan keempat ekonomi dunia.

LIMA tahun lalu, bisnis alat pemanas nasi yang dijalankan Toto Dirgantoro mendadak sempoyongan. Magic jar yang diimpornya dari Korea Selatan babak-belur dihajar produk Cina, yang harganya jauh lebih murah.

Bayangkan saja, untuk produk Korea, harga yang harus dibayarnya US$ 9-11 (Rp 81-99 ribu) sebiji. Sedangkan produk sejenis dari Cina cuma dibanderol US$ 7. Padahal, dari sisi kualitas, kedua produk itu tak jauh beda.
Konsumen pun kontan berpaling. ”Saya jelas rugi,” kata Direktur PT Jakarta Cargotama ini, Rabu pekan lalu.

Bukan cuma itu yang membuat kantong Toto terbakar. Bahan baku besi beton yang diimpornya sejak 1997 dari Ukraina dan Rusia ikut tergerus produk sejenis dari Cina. Para distributor, konsumen langganannya, lebih melirik produk asal Negeri Tirai Bambu. Maklum, harga bahan baku besi beton asal Eropa Timur lebih mahal US$ 40-50 per etrikton.

Terpukul oleh dua kejadian pahit itu, Toto akhirnya  emutuskan banting setir. Cina menjadi kiblat baru baginya untuk mendatangkan barang impor. Pemanas nasi, bahan baku besi beton, hingga pemutar cakram DVD diburunya hingga ke Guangzhou , yang butuh waktu terbang sekitar 4 jam dari Jakarta .

Dari kota di Provinsi Guangdong itulah, Toto kini biasa mengimpor pemanas nasi hingga 10 kontainer per bulan, senilai total Rp 4,4 miliar. Belum lagi impor pemutar DVD 3-4 kontainer, plus bahan baku besi beton 15 ribu metrikton per bulan.

Toto hanyalah potret kecil dari betapa tak berdayanya kita menghadapi serbuan produk Cina. ”Banyak importir Indonesia kini berkiblat ke sana ,” katanya. Tak mengherankan, kini rasanya hampir tak ada ruang terbebas dari produk buatan Cina. Mulai dari peniti hingga jepit rambut. Dari payung hingga televisi, pendingin ruangan, dan komputer. Semua tak luput dari jamahannya.

Itu sebabnya, nilai impor produk Cina dari waktu ke waktu terus membengkak. Tujuh tahun lalu, nilai komoditas nonmigas Cina yang masuk ke Indonesia baru sekitar US$ 1,7 miliar. Jauh di bawah nilai impor asal Jepang yang mencapai US$ 5,4 miliar.

Tapi lihatlah sekarang. Keadaan berbalik 180 derajat. Posisi Jepang yang dulu selalu menempati peringkat pertama pasar impor Indonesia , sejak September 2006 tergusur. Dengan nilai impor US$ 525,5 juta, untuk pertama kalinya impor nonmigas dari Cina menggusur Jepang (US$ 434,2 juta).

Dominasi Cina berlanjut hingga akhir tahun lalu. Berdasarkan data sementara Badan Pusat Statistik, total impor pro-duk Cina sepanjang tahun lalu, yang mencapai US$ 5,5 miliar (Rp 49,5 triliun), juga lebih besar
ketimbang Jepang (US$ 5,48 miliar). Ini berkat pertumbuhan mengesankan sebesar 30 persen selama tujuh tahun terakhir.

Adapun lima barang favorit yang paling kerap diimpor adalah mesin dan perlengkapan listrik, buah-buahan, sayuran, barang plastik berbentuk mainan, serta bahan kimia organik.

Serbuan produk Cina itu, menurut Adi Harsono, Presiden Indonesian Business Association of Shanghai, tak lepas dari keterampilan negara itu dalam membenahi diri, sehingga berhasil menjadi pusat pabrikasi dunia. Sedangkan Indonesia, kata Adi, justru gagal mengerjakan ”pekerjaan rumahnya” dengan baik.

Pengawasan barang impor di sejum-lah pintu masuk pelabuhan sangat lemah. ”Akibatnya, produk Cina yang masuk tidak terkontrol,” kata suami Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu itu. Buntutnya, barang selundupan asal Cina pun kian merajalela.

Aryanto Sagala, Direktur Tekstil dan Produk Tekstil Departemen Perindustrian, mengakui adanya dugaan penyelundupan tadi. Indikasinya, data nilai perdagangan keluaran BPS berbeda jauh dengan data yang dilansir
kepabeanan Cina.

Data 2005, misalnya. Ketika itu, nilai impor tekstil yang masuk ke Indonesia US$ 220 juta. Setelah dicek di kepabeanan Cina, nilai tekstil tujuan Indonesia ternyata mencapai US$ 770 juta. Perbedaan angka ini terjadi sejak 2002.

Peristiwa yang sama terjadi juga pada produk elektronik. Abdul Wahid, Direktur Industri Elektronika Departemen Perindustrian, mensinyalir 40 persen produk elektronik dari Cina yang beredar dua tahun lalu merupakan
hasil selundupan.

Jika begitu kondisinya, jelas saja industri tekstil dan elektronik lokal ngos-ngosan dalam persaingan menghadapi produk Cina. Itu sebabnya, produsen domestik pun lebih suka mengekspor produknya, ketimbang menjualnya di pasar dalam negeri.

l l l

MARAKNYA produk Cina bukanlah monopoli Indonesia belaka. Berjuta toko di berbagai penjuru dunia kini tak luput dari serbuannya. Setengah dari pakaian yang dijual di seluruh dunia dan sepertiga telepon seluler yang
beredar di pasar global diproduksi di Cina.

Berkat penjualan produknya ke berbagai belahan bumi itulah, nilai ekspor Cina sepanjang tahun lalu melesat ke angka US$ 963 miliar (Rp 8.667 triliun)! Jumlah ini hampir 12 kali lipat nilai ekspor Indonesia pada
2006. Amerika masih merupakan pasar terebesarnya (21 persen). Sisanya tersebar ke Uni Eropa, Hong Kong, Jepang, dan negara Asia Tenggara.

Dengan pendapatan berlimpah-ruah, negeri seribu kaisar ini memang kian makmur. Di kancah global, ekonomi Cina kini berjaya di urutan nomor empat besar dunia. Produk domestik brutonya tahun lalu mencapai US$ 2,7 triliun
(Rp 24.300 triliun), sedangkan cadangan devisanya US$ 1,1 triliun. Bandingkan dengan PDB Indonesia yang hanya sekitar Rp 2.700 triliun, dengan cadangan devisa US$ 42 miliar.

Jika menoleh ke belakang, kebangkitan ekonomi Cina sesungguhnya bermula ketika Deng Xiaoping, pemimpin besar Cina, meniupkan peluit tanda dimulainya era liberalisasi ekonomi pada 1978. Kebijakan ini ditempuh guna
meningkatkan produktivitas dan standar ekonomi masyarakat. Hasilnya luar biasa. Pertumbuhan di sektor pertanian dan industri pada 1980-an meningkat 10 persen.

Denyut ekonomi Cina berdetak lebih keras sejak 1992, setelah Deng menekankan pentingnya reformasi ekonomi yang berorientasi pada pasar. Pidato yang dikumadangkannya saat berkunjung ke wilayah selatan Cina itu memicu pergerakan petani dari pedalaman ke kota.

Berbekal kartu tanda penduduk dan uang seadanya, mereka merambah kota untuk mengisi pembangunan yang sedang giat-giatnya dilakukan. Sejak 1993, Deng pun kemudian menetapkan 2.000 kawasan ekonomi khusus di negaranya.

Ramuan Deng ternyata mujarab. Naga Asia itu berhasil memangkas laju inflasi lebih dari setengahnya dalam kurun 10 tahun—tinggal 8 persen pada awal 1996. Angka kemiskinan pun susut drastis dari 53 persen pada 1981
menjadi tinggal 8 persen pada 2001. Sebaliknya, pertumbuhan ekonominya tiap tahun meningkat. Tahun lalu bahkan mencapai 10,7 persen—tiga kali lipat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, yang menjadikannya sebagai
mesin ekonomi terpanas di dunia.

Semua pencapaian itu membuat Cina kian optimistis. Saat berbicara di World Economic Forum di Davos, Swiss, Januari 2005, Wakil Perdana Menteri Cina Huang Ju bahkan mengumandangkan PDB negaranya ditargetkan menembus US$ 4
triliun pada 2020. Adapun pendapatan per kapitanya diharapkan mencapai US $ 3.000—naik dari saat ini yang besarnya US$ 1.700.

Untuk mencapai cita-cita besar itulah, 300 juta penduduk direncanakan akan hijrah dari pedesaan guna menyiapkan infrastruktur kota . Tiga tahun mendatang, setengah penduduk Cina diperkirakan sudah akan menetap di perkotaan.

Cina sadar, penduduknya yang berjumlah 1,3 miliar—bahkan jauh lebih besar dari total penduduk Jerman, Prancis, dan Inggris— merupakan pangsa pasar yang renyah bagi perusahaan-perusaha an multinasional. Bak magnet raksasa,
berbagai industri raksasa dunia berlomba-lomba membenamkan duit investasinya di sana . Untuk tahun lalu saja, hampir US$ 70 miliar yang mengalir masuk ke Negeri Tirai Bambu.

Beberapa perusahaan multinasional itu antara lain Wal-Mart, perusahaan retail terbesar di dunia, juga raksasa produsen ponsel Nokia dan Ericsson. Itu sebabnya, banyak merek terkenal dunia yang masuk ke Indonesia kini
berlabel Made in China .

Tak cuma menerima investasi, perusahaan Cina juga gencar melebarkan sayapnya. Salah satu yang menggebrak adalah Lenovo. Pabrikan komputer yang berdiri sejak 1984 itu secara mengejutkan berhasil mengakusisi divisi
komputer IBM pada Desember 2004.

Akuisisi ini menjadikan Lenovo sebagai perusahaan komputer terbesar ketiga di dunia pada 2005—naik enam peringkat dari tahun sebelumnya. Pencapaian ini diraih karena Lenovo diizinkan memakai berbagai merek IBM seperti ThinkPad, ThinkVision, ThinkCentre, Aptiva, dan NetVista.

Bagaimana dengan aliran modal Cina ke Indonesia ? Kehadirannya cukup terasa di sektor minyak dan gas. Tiga nama yang kini berkibar adalah Petrochina (perusahaan terbesar kedua di Cina), CNOOC, dan Citic Resources Holdings Ltd. Consortium, yang baru saja membeli 51 persen saham KUFPEC ( Indonesia ) Ltd., unit usaha Kuwait Petroleum Corp, di Blok Seram.

Menurut M. Lutfi, Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal, total investasi Cina di Indonesia memang belum besar. Posisinya baru di urutan ke-16. Tapi, perlu dicatat: bila seluruh proyek pembangunan pembangkit listrik 10
ribu megawatt berbahan bakar batu bara berjalan,  posisinya bisa melonjak ke lima besar.

Dengan segala kedigdayaannya itu, Jeffrey D. Sach, ekonom Columbia University, pernah menaksir perekonomian Cina bakal menggusur Amerika pada 2050. Analis Goldman Sachs bahkan meramalkan lebih cepat. Menurut dia, perekonomian Cina sudah akan melampaui Jepang pada 2015 dan Amerika pada 2039. Sedangkan Jerman sudah akan terjungkal pada 2009.

Advertisements
Categories: Celoteh Tags:

Kepuasan Sejati

September 9, 2009 Leave a comment

Summary:
Satu-satunya yang membuat Anda terus berusaha adalah karena Anda menyukai apa yang Anda sukai. Kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Teruslah mencari, jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya.
salam,
Dwika

============ ========= ========= =
Pidato Steve Jobs: Cinta dan Kehilangan

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple
di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun.
Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan.
Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30.
Dan saya dipecat.
Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi.
Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya.
Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan.
Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.
Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.
Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.
Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan.
Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya.
Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley
.
Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya.
Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal.
Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya.
Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas.
Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.
Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya.
Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia.
Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple.
Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple.
Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan.
Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai.
Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai.
Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya.
Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya.
Jadi, teruslah mencari sampai ketemu.
Jangan berhenti.

Categories: Celoteh Tags:

7 Peti Mati – Artikel untuk mencegah kecelakaan motor

7 Peti Mati (7 Deadly Bins)

Artikel berikut adalah 7 skenario tabrakan yg didasari dari kecelakaan yg sebenarnya dimana si pengendara2 motor ybs tewas. Mereka tak sempat menerangkan apa yg salah, jadi dibuatlah skenario ini, menghindari maut dan tetap selamat dgn mempelajari kesalahan mereka.

1. Perpotongan Jalur Berbahaya (Junction Jeopardy)

Pembunuh nomor satu, tabrakan di perpotongan jalur selalu sama dan berakibat serius, dapat terjadi pada siapa saja yg biasanya pengendara lain yg terlibat mengklaim bahwa mereka tak melihat ada motor datang, meskipun begitu pengendara motor bisa menghindari dgn defensive riding dan tetap awas.

Apa yg salah :
Pengendara motor berjalan di belakang sebuah mobil, ketika mobil tsb belok kiri, motor melaju bermanuver melewati mobil tsb di sisi kanan, ternyata dari arah kiri ada mobil lain yg melaju baik lurus maupun belok kanan/kiri.

Cara menghindar kesalahan :
– jangan pernah mendahului dari kanan dimana bisa jadi ada kendaraan masuk/belok di jalur anda tanpa peringatan, dahului dari kanan bila jelas2 perpotongan jalur tsb bersih dan aman tak ada kendaraan lain.
– masuki tiap perpotongan jalur dgn sebanyak mungkin penglihatan dan informasi, perhatikan posisi kendaraan dan lampu2 sen, tapi jangan menyimpulkan apa2. Nantikan yg tidak dinanti nanti.
– tanyakan pada diri sendiri “sudahkah saya terlihat?”, pastikan anda di garis lihat pengendara mobil, kalau perlu terjadi kontak mata, bila ragu2 siapkan yg terburuk.

2. Tikungan yg Kacau (Cornering Chaos)

Jujur saja, tewas ditikungan adalah mati konyol, karena bisa dihindari dan tak ada alasan yg pantas utk itu. Tetap hidup, dlm kasus ini sangat sederhana, berkendaralah dgn keterbatasan anda. Status membuktikan bahwa pengendara motor tak berpengalaman atau yg sudah lama tak bawa motor adalah yg terbanyak mendapatkan kecelakaan ini, yg mengejutkan adalah terjadi meski jalan tidak basah.

Apa yg salah :
Pengendara motor memasuki tikungan terlalu cepat hingga gagal prediksi radius tikungan dan tak sempat melihat keadaan di ujung tikungan lalu berada di garis tikung yg tdk tepat hingga terlalu dekat dgn jalur arah lawan dan gagal menikung dgn benar hingga panik (ada yg menurunkan gas dan mengerem) hingga ketika keluar tikungan motor malah lari jauh ke arah lawan hingga bertabrakan dgn kendaraan dari depannya.

Cara menghindar kesalahan :
– rem dan atur posisi gigi segera, atur kecepatan hingga bisa merubah jalur menikung bila diperlukan, perhatikan keadaan tikungan bila ada tanda2 marka jalan kemana arah tikungan tsb.
– masuki garis tikungan dgn penglihatan terbaik utk melewatinya – bukan garis tikungan balapan, dgn menyisakan ruang antara anda dan kendaraan dari arah lawan.
– jika tiba2 tikungan menyempit (baik keadaan jalan maupun ada kendaraan lain), jangan panik, karena panik bisa membuat motor hilang kendali.

3. Mendahului yg Kebablasan (Overtaking Oblivion)

Tabrakan ketika mendahului adalah kasus paling banyak ke tiga dlm kecelakan motor, meskipun si pengendara motor biasa dan bisa mendahului kendaraan yg melaju lebih lambat.

Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu dekat pada kendaraan didepannya hingga banting setir kekanan dan berusaha mendahuluinya, ternyata didepan kendaraan tsb ada kendaraan lagi hingga si pengendara motor berusaha melewati keduanya, karena salah perhitungan dan salah atur jarak lalu keluar jalur masuki arah lawan dgn tak ada waktu dan jarak lagi utk pindah jalur hingga terjadilah tabrakan dgn kendaraan dari arah lawan.

Cara menghindar kesalahan :
– kunci mendahului adalah perencanaan yg matang, jangan gak sabaran, terburu2 atau agresif, posisikan diri anda dgn penglihatan terbaik kearah jalan didepan, pastikan posisi gigi yg pas utk menaikkan akselerasi.
– perhatikan jalan didepan dgn seksama, adakah hal2 yg berpotensi bahaya? jika ada sedikit saja keraguan di hati, jangan mendahului!, karena sebentaran saja anda dapat lagi kesempatan utk mendahului.
– lihat kaca spion dan area yg tak nampak di kaca spion lalu nyalakan lampu sen dan segera mendahului secepat dan semulus mungkin, ambil segera jalur semula dan jaga ruang antara anda dan kendaraan lain seluas mungkin.

4. Pemilahan yg Rusak (Filtering F**k-Up)

Bisa memilah melaju melewati kendaran2 di jalanan yg ramai adalah praktis maju yg terbesar dalam mengendarai motor sekaligus berbahaya.

Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu cepat di jalur 2 atau 3 dgn estimasi kecepatan 45kpj lebih cepat dari kendaran lain disekitarnya yg akan didahului, tiba2 salah satu kendaraan bermanuver pindah jalur tepat didepannya hingga si pengendara motor tak bisa menghindarinya dan terjadilah tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :
– berkendaralah dgn kecepatan yg memungkinkan anda utk berhenti atau bermanuver dgn tepat, disarankan jangan lebih dari 15kpj dari kendaraan lain disekitar yg akan didahului.
– duduk tegak dan fokus terhadap jalan didepan, perhatikan tanda2 yg berpotensi bahaya, awas terhadap lampu2 sen kendaraan lain, perempatan2, pejalan kaki yg nyebrang dll, sisakan ruangan antara anda dan kendaraan lain.

5. Berkendara kelompok yg Berdukacita (Group Riding Grief)

Berkendara dgn teman2 bisa menyenangkan sekaligus dapat menimbulkan masalah. Berkendara kelompok tdk termasuk dlm catatan resmi kasus kecelakaan bermotor, tapi secara tetap tercatat sbg faktor penyumbang yg tidak bisa diabaikan. Porblem terbesar adalah si pengendara motor beresiko kecelakaan karena keinginan utk show off atau pamer kebisaanya bermotor didepan teman2nya. Berkendaralah dgn kenyamanan anda sendiri, jangan terpancing oleh ulah teman anda.

Apa yg salah :
4 motor atau lebih berkendara kelompok, dgn 3 motor di belakang sebuah kendaraan lain dan satu motor didepan kendaraan lain tsb sekalgus di belakang kendaraan lain, satu dari 3 motor dibelakang mencoba mendahului, tiba2 satu motor didepan tsb juga mendahului kendaraan didepannya tanpa memberi tanda dan tak melihat spion, motor yg dibelakangnya tak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :
– kecuali anda memiliki kepercayaan penuh terhdp teman2 kelompok berkendara di sekitar anda, tetaplah dalam formasi dan memberi ruang gerak yg banyak utk mereka, jangan coba2 menerka apa aksi dan manuver yg akan mereka lakukan.
– beri kejelasan terhadap teman2 kelompok berkendara di sekitar anda bila anda ingin bermanuver, menolehlah dan beri tanda2 yg jelas.
– ketika mendahului, pertimbangkan pula teman2 kelompok berkendara di sekitar yg dibelakang dgn memberi ruang gerak yg cukup. jika mengikuti motor lain, jangan dasari gerak mendahului anda dgn motor yg ada didepan.

6. Tragedi Putaran (Turn Tragedy)

Ada beberapa kecelakaan yg melibatkan kendaraan yg memutar di U-Turn dgn pengendara motor yg melaju dari arah lawan. Pengendara motor biasanya jarang disalahkan terhadap jenis kecelakaan ini, tapi tetaplah berhati-hati.

Prediksi dan bereaksi akan kecepatan dan keberadaan kendaraan lain di jalur lawan dari kemungkinan berputar tiba2, jangan percaya pada lampu sen yg diberikan karena bisa terjadi kesalahpahaman (seperti ketika berputar memberi sen kanan, tiba setelah dijalur lawan masuk ke kiri jalur).

Beri ruang gerak jika nampaknya kendaraan dari arah lawan akan berputar, jika mendahului di satu jalur yg padat merayap, kendaraan yg antri didepan biasanya bermanuver kekanan mencari celah jalan didepannya.

7. Tabrakan belakang (Rear-end Wreck)

Melaju kencang di belakang kendaraan lain sepertinya terdengar bodoh ya? bisa jadi, tapi mengejutkan, terhitung 10% kecelakan bermotor dalam 9 grup contoh kecelakaan fatal dan menurut status, pengendara motor biasanya banyak disalahkan dalam kecelakaan jenis ini daripada kecelakan jenis lain, juga menunjukan terjadi pada pengendara motor yg masih muda, laki laki dan mengendarai motor yg kecil.

Perhatikan jalan didepan, jangan terganggu dgn “pemandangan” yg ada disekitar, bereaksilah segera terhadap lampu rem yg menyala didepan atau tanda2 yg menyebabkan terjadinya kelambatan didepan.

Kenali rem motor anda, banyak pengendara motor tak menyadari potensi akan rem motor mereka, sering2 lah tes rem mendadak dan kuat rem motor anda di empat yg sepi dan beraspal bagus utk mengetahui seberapa cepat motor anda berhenti, jangan berhenti mencoba pada tes pertama, terus lah mencoba, usahakan berangsur angsur hingga didapatkan perhentian yg maksimal.

Kesalahan dalam Percobaan (Error on Trial)

Kecelakaan tidak begitu saja terjadi, ada sebabnya. Kesalahan manusia menjadi faktor utama. Berlawanan dari opini populer yg ada, tak semua
kecelakaan disebabkan oleh pengemudi mobil, pengendara motorpun berbuat kesalahan. Dari Error on Trial yg dilakukan didapat data sbb :

Mobil
– gagal melihat dgn semestinya 18%
– gagal memutuskan10%
– kecerobohan 9%
– manuver yg buruk 8%
– kehilangan kendali 8%

Motor
– kehilangan kendali 14%
– gagal melihat dgn semestinya 14%
– gagal memutuskan10%
– manuver yg buruk 10%
– kecerobohan 9%

———— ——— ——— ——— ——— ——— —-
artikel investigasi khusus ini disadur bebas dari kolom Feature “Stop Crashing” Superbike Magazine edisi April 2007 halaman 62, berjudul
“7 Deadly Bins and How to Avoid them”, ditulis oleh Dave Bradford, foto oleh Graeme Brown & ilustrasi oleh Huw Williams.

Categories: Celoteh Tags:

No worries, ada obatnya kok ^_^

Beteeeeee!!! !
Meeting lagi…meeting lagi hufff..
Kok hari sabtu lama yaa..

Dan masih banyaaaak lagi ungkapan stress di status di Facebook atau YM karyawan-karyawan yang sedang stress berat di kantornya. Apakah anda termasuk salah satunya? No worries, ada obatnya kok ^_^

Pertama diam dan kenali stress. Kadang, kita perlu bertanya pada diri kita sendiri, apa sih sebenarnya yang menjadi penyebab stress. Karena, tindakan sederhana ini memberi pikiran kita kesempatan untuk memproses tanpa dipengaruhi emosi yang berlebihan. Kemudian, carilah solusi dari penyebab stress itu.

Jalan kaki 5 menit. Bangkit dari meja kerja dan berjalan sekitar kantor akan melancarkan peredaran darah serta meregangkan otot-otot kaki dan punggung yang kaku. Pergi ke toilet atau lakukan aktivitas yang mengubah irama kerja anda untuk sementara. Kadang-kadang tindakan ini sudah cukup untuk membuat stress hilang dan anda pun bisa kembali fokus pada pekerjaan.

Putar Ipod, walkman, mpeg player di handphone. 1 lagu kesukaan anda dapat menurunkan level stress dan mengubah mood menjadi lebih baik.

Mengajak teman dekat makan siang bersama juga dapat menghilangkan stress. Anda bisa berbagi kekhawatiran ataupun hanya mendengarkan pembicaraan teman.

Proporsional. Ingatlah apa yang benar-benar penting dalam hidup anda. Hal-hal yang membuat stress saat ini kemungkinan tidak punya dampak besar dalam kehidupan jangka panjang anda. Jadi apapun yang mungkin membuat anda stress saat ini, anda tahu bahwa dalam jangka panjang (5 atau 10 tahun lagi ) hal itu TIDAK PENTING .

Tetap Semangat!!

Categories: Celoteh Tags:

Jalan Menuju Sukses

Seorang anak muda bertemu dengan seorang guru di sebuah jalan raya. Ia bertanya, “Guru, yang manakah jalan menuju sukses?”

Sang guru terdiam sejenak. Tanpa mengucapkan sepatah kata, sang guru menunjuk ke arah sebuah jalan. Anak muda itu segera berlari menyusuri jalan yang ditunjukkan sang guru. Ia tak mau membuang-buang waktu lagi untuk meraih kesuksesan. Setelah beberapa saat melangkah tiba-tiba ia berseru, “Ha! Ini jalan buntu!”

Benar, di hadapannya berdiri sebuah tembok besar yang menutupi jalan. Ia terpaku kebingungan, “Barangkali aku salah mengerti maksud sang guru.”

Anak muda itu berbalik menemui sang guru untuk menanyakan sekali lagi, “Guru, yang manakah jalan menuju sukses.”

Sang guru menunjuk ke arah yang sama.

Anak muda itu berjalan ke arah itu lagi. Namun yang ditemuinya tetap saja sebuah tembok yang menutupi jalan. Ia merasa dipermainkan. Dengan penuh amarah ia menemui sang guru, “Guru, aku sudah menuruti petunjukmu. Tetapi yang aku temui adalah sebuah jalan buntu. Aku tanyakan sekali lagi padamu, yang manakah jalan menuju sukses? Kau jangan hanya menunjukkan jari saja, tetapi bicaralah!”

Akhirnya sang guru berbicara, “Di situlah jalan menuju sukses. Hanya beberapa langkah saja di balik tembok itu.”

***

Keberhasilan seringkali tak tampak karena ia bersembunyi di balik kesulitan. Hanya orang-orang yang mampu mendaki “tembok” itulah yang akan menemui keberhasilan.

Categories: Celoteh Tags:

Mengapa Tuhan Sampai Bersumpah Atas Nama Waktu?

Sumpah palapa yang diucapkan Mahapatih Gajah Mada tercantum dalam catatan sejarah. Dan sang maha patih, memegang teguh sumpah itu hingga dia bisa menunaikannya. Orang-orang yang konsekuen tidak sembarangan mengumbar sumpah. Sebab, mereka tahu bahwa sumpah itu pantang dilanggar. Dan jika seseorang bersumpah, biasanya kita menjadikan sumpah itu sebagai pegangan bagi sebuah kepercayaan. Bagaimana seandainya yang bersumpah itu adalah Tuhan? Guru mengaji saya disurau dulu menyampaikan sebuah petikan dari kitab suci yang menyatakan bahwa Tuhan bersumpah demi waktu. Lho, mengapa kok Tuhan bersumpah demi waktu?

Dalam sebuah penerbangan international, kami berhenti untuk transit selama dua jam disebuah bandara. Para penumpang memanfaatkan waktu 2 jam itu untuk urusan masing-masing. Ada yang mampir ke toko buku. Ada yang mejeng di cafe. Dan, tentu saja ada yang belanja belanji. Satu jam lima puluh lima menit kemudian seluruh penumpang sudah kembali berada di pesawat untuk meneruskan perjalanan. Setidaknya begitulah yang dipikirkan orang-orang. Namun, tidak demikian halnya dengan data yang ada dalam catatan awak kabin. Sehingga pilot mengumkan bahwa pintu pesawat belum bisa ditutup karena masih menunggu 2 orang penumpang yang belum kembali.

Para penumpang lain tidak terlampau peduli dengan pengumuman itu karena toh masih ada waktu 5 menit untuk terbang. Namun, ketika lima menit kemudian penumpang yang ditunggu itu belum juga kembali, mulai ada yang menggerutu. Sepuluh menit sesudah itu; mereka tidak kunjung muncul juga. Sudah ada yang mulai marah. Dan sekitar lima belas menit kemudian dari arah depan terdengar suara berisik. Oh, rupanya penumpang yang ditunggu-tunggu itu sudah masuk kedalam pesawat. Kedua tangan mereka menggenggan beragam barang belanjaan. Dan, ketika mereka melintasi gang menuju ketempat duduknya mereka berkata sambil cengar-cengir; “Walaaah pada nungguin…, sory sory ya…hihihi. ….” mendengar cekikikannya, orang tahu bahwa mereka sama sekali tidak menyesal. Dalam hati saya berbisik; “duh, ternyata mereka orang Indonesia… ….”

Dari jaket seragam yang dikenakannya, kita bisa tahu bahwa mereka berangkat dalam rombongan. Dan ketika mereka sampai ke kursi bersama rombongannya, temannya menegur;”kemana aja sih elo? Penumpang laen udah pada kesel tuch….”

Salah satu orang yang telat itu menjawab;”tapi kita ditunguin kaaaann….hihihi. ….” Hati saya kembali menjerit. Ingin rasanya telinga ini mendengar penumpang berkebangsaan lain berkata;”Tenang saja mas, kami semua tidak mengerti apa yang bangsa anda katakan….. ”

Diruang meeting sebuah kantor di Jakarta; seorang penyelenggara rapat duduk menunggu. Lalu muncul seorang direktur. “Lho, yang lain pada kemanan nih?”
“Masih belum pada datang Pak,” jawabnya.
“Wah, kalau begitu saya balik ke ruangan dulu. Kalau yang lain sudah datang, kasih tahu saya.” Lalu beliau keluar dari ruang meeting.

Setelah itu, direktur lain datang. Mengajukan pertanyaan yang sama. Lalu pergi lagi. Direktur lainnya lagi datang. Bertanya lagi. Dan pergi lagi. Akhirnya, penanggung jawab rapat yang terbilang paling yunior itu hanya bisa mengurut dada.

Pada kesempatan lain, ada rapat sebuah lembaga pelayanan masyarakat. Para tokoh diundang untuk hadir membicarakan kepentingan masyarakat. Diundangan tertera rapat dimulai jam 19.30 WIB. Anehnya, tepat pada jam itu ditempat rapat baru ada 2 orang manusia aneh. Walhasil, rapat dimulai jam sembilan malam. Dan diisi perdebatan seru hingga larut malam.

Dua minggu kemudian, rapat lanjutan dilakukan. Seperti biasa, diundangan ditulis rapat dimulai jam 19.30 WIB. Kali ini, prestasi dicapai dengan lebih baik, karena rapat sudah berhasil dimulai pada jam 20.30 WIB. Lalu, salah seorang peserta rapat yang sok sibuk, dan pura-pura menghargai waktu angkat bicara. “Bapak pimpinan rapat,” katanya. “Saya sangat menghargai rapat ini…” katanya. Seluruh mata memandang tajam kearahnya. “Karena,” orang itu melanjutkan. “Rapat kali ini lebih baik dari rapat sebelumnya. Jika rapat sebelumnya kita molor satu setengah jam dari jadwal, namun rapat kali ini hanya molor satu jam saja.” Semua orang memelototinya seperti melihat alien yang baru mendarat di kebun jagung orang.

“Saya berharap semoga rapat mendatang bisa terlambat setengah jam. Dan rapat-rapat selanjutnya, bisa terlambat enol menit……” Sang alien mengakhiri pidatonya. Setelah itu, terdengar tertawaan nyaris seperti di panggung pentas srimulat. Setelah argumen ini dan itu keluar, sang Alien akhirnya menyadari bahwa kata-katanya tidak bisa mengubah keadaan.

Ketiga peristiwa yang saya ceritakan itu adalah kisah-kisah nyata yang sungguh-sungguh terjadi didunia ini. Hanya saja, saya sedikit menyamarkannya supaya tidak menyinggung kepentingan siapapun. Tapi, jika saya mengingat peristiwa-peristiwa itu; saya jadi mulai lebih mengerti; mengapa Tuhan bersumpah atas nama waktu. Mungkin saja kita tidak akan mengerti sepenuhnya mengapa Tuhan melakukan itu. Tapi, setidaknya itu menunjukkan bahwa Tuhan pun sangat prihatin dengan bagaiman cara kita menghargai waktu. Dan menghargai orang-orang yang menghargai waktu.

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangka darusman. com/

Catatan Kaki:
Menjadi orang yang menghargai waktu, kadang-kadang terlihat aneh. Namun, jika semakin banyak orang yang bersedia menjadi ‘aneh’ seperti itu, menghargai waktu bisa menjadi sesuatu yang tidak aneh lagi.

Categories: Celoteh, Kata Teman Tags: ,

KIAT-KIAT MEMPERCANTIK DIRI

  • Usap seluruh wajah dengan bedak merk *Air Wudhu,* niscaya akan bercahaya sepanjang masa.
  • Gunakan pemerah pipi dari kosmetik *Mustika Rasa Malu* agar senantiasa terjaga iman.
  • Oleskan lipstik *Kejujuran* pada bibir, agar senantiasa manis dalam bertutuk kata. Serta tambahkan lip-gloss *Tutur Kata Lemah Lembut* agar bibir terlihat indah bercahaya.
  • Hiasi mata dengan maskara *Ghadhul Bashor* (menundukan pandangan) agar semakin lentik, bening dan jernih.
  • Pakailah sabun wangi *Istighfar* untuk menghilangkan kotoran badan berupa dosa dan kesalahan, hingga harum setia setiap saat.
  • Rawat rambut dengan shanpo berupa *Jilbab Islami* untuk mencegah dan menghilangkan ketombe berupa pandangan laki-laki yang membahayakan
  • Hiasi tangan dengan gelang emas *Tawadhu* menengadahkan tangan beserah diri hanya kepada Allah.
  • Hiasi jari-jari dengan cincin bermata *Ukhuwah* agar semakin erat persahabatan.
  • Hiasi badan dengan baju dari rumah mode *Kesucian dan Taqwa* yang dapat membaluti tubuh agar senantiasa menutup aurat, menjaga diri dari pakaian tipis, tembus pandang.
Categories: Celoteh Tags: