Archive

Posts Tagged ‘Pendidikan’

Beasiswa di Jerman

The German Academic Exchange Service (DAAD) menginformasikan mengenai beasiswa “Postgraduate Course for Professionals with Relevance to Developing Countries”.

Lulusan perguruan tinggi yang telah bekerja selama dua tahun di institusi swasta atau negeri pada bidang-bidang berikut layak untuk mendapatkan beasiswa ini:

• Economic Sciences / Business Administration/ Political Economics

• Development Co-operation

• Engineering and Related Sciences

• Mathematics

• Regional Planning

• Agriculture and Forest Sciences

• Environmental Sciences

• Medicine / Public Health, and Veterinary Medicine

• Social Sciences, Education and Law

• Media Studies

Informasi lebih lengkap dapat mengunjungi tautan di bawah ini.

Postgraduate Courses for Professionals with Relevance to Developing Countries 2013/2014:

http://www.daadjkt.org/index.php?postgraduate-1

Daftar program studi:

http://www.daadjkt.org/download.php?f=e3398c6f488b434740f8267eb8800d97&target=0

 

Advertisements
Categories: Beasiswa, Pendidikan Tags: ,

BJ HABIBIE : Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh
Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..

“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim
dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini
membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.

Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’
Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….

Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier,
Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas…………………..

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat
sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama……………..

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,
– Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten
– C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis
– D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!

Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………

“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam………………………..seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………

“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!
2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………
3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan
pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia………….

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan
terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya enyetujui…………………

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).

Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya.

Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….”

(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam, Capt. Novianto Herupratomo

Beasiswa IELSP ( IIEF – GE Foundation )

Salam dari IIEF,
Terlampir adalah informasi program: Indonesia English Language Study Program (IELSP), yaitu program BEASISWA PENUH untuk belajar Bahasa Inggris (English for Academic Purposes) dalam program immersion dalam kelas-kelas
internasional selama 8 minggu di universitas ternama di Amerika Serikat.
Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa S1 (masih aktif – belum sidang kelulusan) dari berbagai jurusan dari universitas manapun di seluruh Indonesia. Batas akhir pendaftaran adalah tanggal 18 Oktober 2010 (diterima di IIEF).
Informasi lenfkap dan formulir pendaftaran bisa diunduh dari www.iief.or.id
atau dari
Good luck dan salam,
I E L S P
The Indonesian International Education Foundation (IIEF)
Menara Imperium 28th Floor Suite B
Jl. HR Rasuna Said, Jakarta 12980
Tel: 62-21-8317330; Fax: 62-21-8317331

Program Beasiswa S1

September 28, 2010 1 comment
Program Beasiswa S1 adalah beasiswa yang diberikan bagi mahasiswa baru strata 1 (S1) dalam negeri yang mempunyai prestasi akademis yang baik tetapi mempunyai keterbatasan finansial untuk tahun 2010.
*Pendaftaran Program ditutup 11 Oktober 2010*
*Persyaratan Calon Penerima Beasiswa*
1. Warga Negara Indonesia.
2. Usia tidak lebih dari 20 tahun pada bulan Juli 2010.
3. Memiliki nilai akademik rata-rata 7,00 selama SMA (semester 1 s/d 6).
4. Pada saat pengajuan lamaran beasiswa, tidak sedang menerima beasiswa dari organisasi/institusi manapun.
5. Dinyatakan lulus sebagai siswa SMA atau setara yang dibuktikan dengan ijasah atau Surat Pernyataan Bukti Kelulusan dari sekolah.
6. Atau terdaftar sebagai mahasiswa tingkat I pada salah satu perguruan tinggi yang menjadi mitra ETF untuk program Beasiswa S1.
*Cakupan Beasiswa*
1. Biaya pendaftaran ke perguruan tinggi dimana pendaftar telah diterima.
2. Biaya kuliah, tergantung dengan perguruan tinggi yang dipilih.
3. Uang saku, untuk mendukung biaya hidup selama masa kuliah.
4. Tunjangan lain untuk kelancaran studi.
*Sekilas Informasi Program Beasiswa S1*
Apa saja yang menjadi cakupan Program Beasiswa S1?
1. Biaya kuliah S1 di berbagai jurusan di perguruan tinggi negeri dan luar negeri yang menjadi mitra Eka Tjipta Foundation.
2. Tunjangan biaya hidup per bulan.
3. Tunjangan untuk mendukung kelancaran studi.
*Apakah program Beasiswa S1 mempunyai ikatan kerja?*
1. Ikatan kerja yang diberlakukan adalah ikatan kerja untuk bekerja di Indonesia minimal selama lima (5) tahun sejak menyelesaikan studi.
*Siapa saja yang boleh mendaftar?*
1. Lulusan SMA atau setara yang telah lulus seleksi di 10 perguruan tinggi negeri mitra rujukan program Beasiswa S1 dan memiliki prestasi akademik dan non-akademik.
2. Atau mahasiswa S1 semester pertama di 10 perguruan tinggi negeri mitra program Beasiswa S1 yang berprestasi akademik dan non akademik.
*Berapa lama beasiswa program Beasiswa S1 diberikan?*
1. Beasiswa program Beasiswa S1 paling lama diberikan selama delapan (8) semester.
2. Selama mengikuti program Beasiswa S1, minimum IPK yang harus dicapai di akhir semester genap adalah 3.0 dari skala 4.0.
*Mengapa peserta program Beasiswa S1 diwajibkan untuk membayar iuran paguyuban?*
Keberhasilan dan keberlanjutan program beasiswa termasuk program Beasiswa S1 memerlukan keterlibatan aktif para penerima beasiswa dalam mengumpulkan dana bagi pemberian beasiswa atau program terkait lainnya bagi adik-adik kelasnya yang memiliki keterbatasan finansial.
*Mitra Perguruan Tinggi Negeri Program Beasiswa S1*
1. Universitas Indonesia
2. Universitas Gajah Mada
3. Universitas Padjadjaran
4. Universitas Airlangga
5. Universitas Brawijaya
6. Universitas Diponegoro
7. Universitas Sumatera Utara
8. Institut Pertanian Bogor
9. Institut Teknologi Bandung
10. Institut Teknologi Sepuluh November
*Prosedur Pendaftaran:*
1. Mengisi formulir pendaftaran yang bisa di download
2. Formulir dikirim bersama dengan dokumen pendukung, yaitu:
– Data Akademis (Ijazah/Transkrip/Rapor SMA)
– Data Kondisi Ekonomi Keluarga (Surat keterangan Penghasilan Orangtua dan rekening listrik 3 bulan terakhir)
– Data prestasi yang diraih (piagam penghargaan)
Formulir pendaftaran dan Dokumen pendukung dikirimkan paling lambat tanggal 11 Oktober 2010 ke alamat:
Eka Tjipta Foundation
Plaza BII Tower II Lantai 33
Jl. MH Thamrin No. 51
Jakarta 10350
up: Ibu Monika

Program Beasiswa S1 adalah beasiswa yang diberikan bagi mahasiswa barustrata 1 (S1) dalam negeri yang mempunyai prestasi akademis yang baik tetapimempunyai keterbatasan finansial untuk tahun 2010.
*Pendaftaran Program ditutup 11 Oktober 2010*
*Persyaratan Calon Penerima Beasiswa*
1. Warga Negara Indonesia.2. Usia tidak lebih dari 20 tahun pada bulan Juli 2010.3. Memiliki nilai akademik rata-rata 7,00 selama SMA (semester 1 s/d 6).4. Pada saat pengajuan lamaran beasiswa, tidak sedang menerima beasiswadari organisasi/institusi manapun.5. Dinyatakan lulus sebagai siswa SMA atau setara yang dibuktikan denganijasah atau Surat Pernyataan Bukti Kelulusan dari sekolah.6. Atau terdaftar sebagai mahasiswa tingkat I pada salah satu perguruantinggi yang menjadi mitra ETF untuk program Beasiswa S1.
*Cakupan Beasiswa*
1. Biaya pendaftaran ke perguruan tinggi dimana pendaftar telah diterima.2. Biaya kuliah, tergantung dengan perguruan tinggi yang dipilih.3. Uang saku, untuk mendukung biaya hidup selama masa kuliah.4. Tunjangan lain untuk kelancaran studi.
*Sekilas Informasi Program Beasiswa S1*Apa saja yang menjadi cakupan Program Beasiswa S1?
1. Biaya kuliah S1 di berbagai jurusan di perguruan tinggi negeri danluar negeri yang menjadi mitra Eka Tjipta Foundation.2. Tunjangan biaya hidup per bulan.3. Tunjangan untuk mendukung kelancaran studi.
*Apakah program Beasiswa S1 mempunyai ikatan kerja?*
1. Ikatan kerja yang diberlakukan adalah ikatan kerja untuk bekerja diIndonesia minimal selama lima (5) tahun sejak menyelesaikan studi.
*Siapa saja yang boleh mendaftar?*
1. Lulusan SMA atau setara yang telah lulus seleksi di 10 perguruantinggi negeri mitra rujukan program Beasiswa S1 dan memiliki prestasiakademik dan non-akademik.2. Atau mahasiswa S1 semester pertama di 10 perguruan tinggi negeri mitraprogram Beasiswa S1 yang berprestasi akademik dan non akademik.
*Berapa lama beasiswa program Beasiswa S1 diberikan?*
1. Beasiswa program Beasiswa S1 paling lama diberikan selama delapan (8)semester.2. Selama mengikuti program Beasiswa S1, minimum IPK yang harus dicapaidi akhir semester genap adalah 3.0 dari skala 4.0.
*Mengapa peserta program Beasiswa S1 diwajibkan untuk membayar iuranpaguyuban?*Keberhasilan dan keberlanjutan program beasiswa termasuk program Beasiswa S1memerlukan keterlibatan aktif para penerima beasiswa dalam mengumpulkan danabagi pemberian beasiswa atau program terkait lainnya bagi adik-adik kelasnyayang memiliki keterbatasan finansial.
*Mitra Perguruan Tinggi Negeri Program Beasiswa S1*
1. Universitas Indonesia2. Universitas Gajah Mada3. Universitas Padjadjaran4. Universitas Airlangga5. Universitas Brawijaya6. Universitas Diponegoro7. Universitas Sumatera Utara8. Institut Pertanian Bogor9. Institut Teknologi Bandung10. Institut Teknologi Sepuluh November
*Prosedur Pendaftaran:*
1. Mengisi formulir pendaftaran yang bisa di downloaddisini<https://docs.google.com/viewer?url=http%3A%2F%2Fekatjiptafoundation.org%2Ffiles%2Fformulir-s1-2010.pdf>http://ekatjiptafoundation.org/files/formulir-s1-2010.pdf2. Formulir dikirim bersama dengan dokumen pendukung, yaitu:- Data Akademis (Ijazah/Transkrip/Rapor SMA)- Data Kondisi Ekonomi Keluarga (Surat keterangan Penghasilan Orangtuadan rekening listrik 3 bulan terakhir)- Data prestasi yang diraih (piagam penghargaan)
Formulir pendaftaran dan Dokumen pendukung dikirimkan paling lambat tanggal11 Oktober 2010 ke alamat:
Eka Tjipta FoundationPlaza BII Tower II Lantai 33Jl. MH Thamrin No. 51Jakarta 10350up: Ibu Monika

Beasiswa di Jepang

The International Graduate Program for non-Japanese students was launched in 1999, offering advanced professional training leading to the degrees of Master of Engineering and Doctor of Engineering. Students will have the unique opportunity of taking a degree from the University of Tokyo with lectures and research conducted completely in English. Applicants who have exceptional academic records will be awarded Monbu-Kagakusho scholarship for the whole period of graduate program.
The program is formed by the following 5 departments out of 19 departments in the School of Engineering, the University of Tokyo.
Mechanical Engineering
Electrical Engineering and Information Systems
Materials Engineering
Aeronautics and Astronautics
Chemical System Engineering
Special Application for Students from Tsinghua University and Seoul National University:
China scholarship Council:

Inspirasi buat Adik2 yg lagi Sekolah di Luar Negeri

Orang-orang Hebat Indonesia di Luar Negeri. Dari Miliarder AS hingga Orang Terpenting Jepang

Menjadi orang kaya tak melulu harus menjadi pengusaha. Memiliki otak encer dan berprestasi akademik tanpa terlibat dalam dunia politik pun bisa menjadi jalan untuk menjadi orang kaya.

Syaratnya cuma: Jangan berkiprah di Tanah Air. Setidaknya syarat ini diisyaratkan Sehat Sutardja, pria kelahiran Jakarta , 49 tahun silam. Nama ini mungkin terdengar asing dan tidak familiar di Tanah Air. Tapi di Amerika Serikat, Sehat adalah cerita sukses perjuangan seorang imigran yang tetap mengagungkan ilmu untuk meraih sukses.
Sadar menjadi cerdas di Indonesia tak bakalan dihargai oleh negara , ia hijrah ke AS saat usianya masih 19 tahun.

Ia pun memilih tinggal dan menjadi warga AS. Siapa sangka, Sehat kini termasuk salah satu orang terkaya di negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS).

Bersama kakaknya, Pantas Sutardja, Sehat mendirikan Marvell Technology Group, perusahaan yang terdaftar dan go public di indeks bursa Nasdaq (New York Stock Exchange).

Namanya tercantum dalam majalah Forbes dengan kekayaan bersih 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp. 10 triliun (kurs Rp. 10 ribu per dolar AS) . Ia masuk dalam kategori Exclusive Billioners Club untuk pertama kalinya di tahun 2007.

Perjuangan Sehat bersama tiga orang teman menembus industri semikonduktor di AS bisa menginspirasi ketika seseorang yang bukan siapa-siapa menjadi apa-apa. Kini Marvell, perusahaan yang dibentuknya tahun 1995, berkibar sebagai perusahaan yang paling
dipercaya publik tahun 2005. Hanya dalam waktu 10 tahun!

Bukan cuma itu, Marvell tercatat sebagai one of the Best Managed Company in America dan menjadi champion di bidang semi-conductor company top ten list. Semuanya bergengsi karena yang memilihnya adalah majalah Forbes, majalah referensi utama ekonomi dunia.

Kisah Sehat dimulai saat ia kelas enam sekolah dasar di Jakarta sekitar tahun 1970-an. Ia baru menyadari ketertarikannya pada bidang elektronik (komputer belum populer saat itu). Ia menyampaikan kepada orangtuanya bahwa ia bakal berkarir di bidang elektronik. Orangtuanya heran. Maklumlah, tahun 1970-an, karier di bidang
elektronik berarti menjadi tukang reparasi radio, dan syukur-syukur TV yang masih jarang waktu itu. Sang bapak dan Ibu ingin Sehat menjadi dokter.

Sehat kecil sudah bermimpi menciptakan hal-hal hebat yang muncul dari elektronik. Dia mulai gandrung dengan elektronika saat tanpa sengaja menemukan buku fisika milik saudaranya yang membahas soal listrik, rangkaian, kapasitor, resistor dan sebagainya. 30 tahun setelah itu, ia bukan saja mewujudkan mimpinya. Ia bahkan membuat bangga Indonesia meski tak lagi menjadi WNI. Tamat SMA di Kolese
Kanisius Jakarta , Sehat yang memiliki otak cerdas berpikir sekolah di Indonesia belum menghargai ilmu. Bermodalkan semangat, ia melamar di University of California , Berkeley , AS. Diterima di universitas bergengsi tak berarti jalan hidup Sehat lurus-lurus saja. Pada 1995,Sehat berpikir bahwa bila ingin sukses ia harus memiliki perusahaan sendiri. Maka, bersama Pantas, dan istrinya, Weili Dai,
mereka mengumpulkan duit lalu mendirikan perusahaan IT, Marvell Group. Tahun-tahun awal dilalui dengan sukses berat. Mereka bekerja tak kenal waktu siang dan malam demi kesempurnaan produknya. Mereka bahkan tidak menggaji diri mereka sendiri dan hidup dalam kesederhanaan. Jarang sekali mereka bertemu dengan keluarga. Bahkan
saat produk pertama mereka muncul di pasaran, mereka masih harus berjuang keras meyakinkan pembeli untuk membeli produk mereka tersebut. “Saat itu kami sangat-sangat kecil, terlalu berisiko,” kenang Sehat. “Saat itu sangat berat untuk kami. Kami rasa saat itu kami beruntung mendapatkan pelanggan, namun kami berhasil
menciptakan produk yang tak dapat dilakukan oleh pesaing kami. Setelah tiga atau empat tahun berjalan, kami mendapatkan satu pelanggan. Tahun berikutnya kami mendapatkan pelanggan lainnya.”

Akhirnya mereka berhasil. Tahun 2003, Ernst & Young menganugerahi Sehat dan istrinya sebagai Entrepreneur of the Year atas kegigihan mereka dalam inovasi, kepemimpinan teknologi, dan kesuksesan bisnis. Marvell bermarkas di Sunnyvale , AS. Hanya butuh waktu 10 tahun untuk membesarkan Marvell. Siapa yang mengira hanya dalam tempo 10
tahun, Sehat kini memimpin Marvell yang memiliki 1.800 pegawai dan menjelma menjadi perusahaan berharga miliaran dolar AS. Berdasarkan kesuksesan dan pengalamannya, Sehat memberikan nasihat kepada para mahasiswanya: “Belajarlah sebanyak mungkin, tentang software, biologi, fisika lanjutan, semua hal. Mengetahui satu jenis
pengetahuan saja tidaklah cukup. Banyak orang berhenti belajar ketika mereka ingin menjadi seorang pengusaha. Itu adalah kesalahan terbesar yang ada.”

Nelson Tansu – Profesor Termuda
Kisah sukses lainnya diperlihatkan Profesor Nelson Tansu. Siapa lagi nih? Asal tahu saja, Nelson adalah peraih gelar profesor termuda di AS. Nelson adalah ilmuwan kelahiran Medan , 20 Oktober 1977. Ia meraih gelar profesor di bidang electrical engineering sebelum berusia 30 tahun. Ia menjadi lulusan terbaik dari SMA Sutomo 1
Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika. Meraih gelar sarjana dari Wisconsin University yang ditempuhnya dalam 2 tahun 9 bulan dan dengan predikat Summa Cum Laude. Ia meraih gelar PhD dalam usia 26 tahun di universitas yang sama. Nelson mengaku, orang tuanya hanya membiayai pendidikannya hingga sarjana.
Selebihnya, karena otaknya yang encer, ia menjadi rebutan tawaran beasiswa. Dia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi profesor di Lehigh University , tempatnya bekerja sekarang.

Tesis doktoralnya mendapat award sebagai “The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award” mengalahkan 300 tesis doktoral lainnya.

Yow-Pin Lim – Acuan Utama
Yow-Pin Lim, putra kelahiran Surabaya adalah contoh lain kisah sukses putra Indonesia di luar negeri. Ia adalah pendiri Chief Scientific Officer Pro Thera Biologics, sebuah perusahaan di Rhode Island , AS. Pro Thera dibentuk sebagai keberlanjutan teknologi yang telah dikembangkan di Rhode Island Hospital , dengan misi mengembangkan dan memasarkan produk berbasiskan protein theranostic dan therapeutic.

Riset yang dihasilkan pria kelahiran Cirebon 49 tahun yang lalu ini berkontribusi pada pemahaman terhadap molekul kompleks pada fisiologi manusia dan berbagai macam penyakit, terutama sepsis, anthrax, dan kanker. Lim kini memiliki beberapa paten, antara lain Preparative Electrophoresis Device and Methods for Detecting Cancer
of the Central Nervous System. Hebatnya penemuan Lim menjadi acuan utama rumah sakit-rumah sakit di AS saat ini.

Yanuar Nugroho – Dosen Terbaik Inggris
Tahun 2009 lalu, seorang putra Indonesia menyedot perhatian dunia akademik di Inggris. Namanya Yanuar Nugroho, pengajar di Institut Kajian Inovasi ata Manchester Institution of Innovation Research dan Pusat Informatika Pembangunan Universitas Manchester.

Yanuar meraih penghargaan sebagai dosen terbaik 2009 dan hebatnya ia adalah satu-satunya orang Indonesia yang jadi dosen di Inggris. Menurut Yanuar, Desember tahun lalu, kriteria utama penilaian penghargaan tersebut adalah sumbangan akademik lewat penelitian, tulisan, seminar, kuliah dan konferensi. Selama dua tahun terakhir
ini, ia terlibat pada lebih dari 15 penelitian yang didanai oleh Uni Eropa, Dewan Riset Inggris, Dewan Riset Eropa, serta Departemen Industri dan Perdagangan Inggris. Selain mempublikasikan tulisannya di berbagai jurnal internasional, presentasi di konferensi kelas dunia, dan menjadi dosen tamu di beberapa universitas termasyhur,
seperti Oxford dan Cambridge . Nugroho adalah alumnus Teknik
Industri ITB tahun 1994. Ia mendapatkan gelar PhD-nya dari Universitas Manchester dalam waktu kurang dari tiga tahun pada 2007, dan menyelesaikan post-doctoral pada 2008. Sejak Agustus 2008, Nugroho menjadi staf penuh di Universitas Manchester .

Ken Soetanto
Ken Kawan Soetanto mungkin menjadi orang Indonesia yang paling sukses berkiprah dari sisi akademik di luar negeri. Bayangkan, ia sudah mematenkan 31 penemuannya, 29 di Jepang, dua di AS, untuk bidang interdisipliner ilmu elektronika, kedokteran, dan farmasi.

Soetanto juga adalah peraih gelar profesor dan empat doktor sekaligus dari empat universitas berbeda di Jepang. Sebegitu terkenalnya Soetanto di Jepang sampai-sampai oleh mahasiswanya ia memiliki metode khusus mengajar yang diberi nama “Metode Soetanto” atau “Efek Soetanto”.Metode ini menekankan pada menggali aspek yang
menyentuh hati mahasiswa dan mengumandangkan motivasi serta pemahaman tujuan yang ingin diraih. Pemerintah Jepang sangat menghargai Soetanto yang sudah menjadi warga Jepang ini. Satu penemuannya bernama NEDO (The New Energy and Industrial Technology
Development Organization) memberinya penghormatan sebagai penelitian puncak di Jepang dalam rentang 20 tahun, 1987-2007. “Itu riset smart medicine atau obat cerdas yang mampu menelusuri sistem jaringan pembuluh darah untuk mencari sel-sel kanker dan melumpuhkannya,” kata Soetanto. Mengapa ia hijrah ke Jepang? Soetanto mengatakan,
“Negara tanpa riset akan lemah. Riset harus dikembangkan melalui pendidikan yang baik. Di Indonesia, Soetanto pernah merasa terbuang. Tahun 1965, ketika terjadi pergolakan politik menentang komunisme, hak mendapat pendidikan Soetanto terampas. Sekolahnya, Chung-Chung High School di Surabaya ditutup untuk selamanya. Soetanto hanya menyelesaikan pendidikannya sampai kelas I SMA. Selama tak lagi bersekolah, dia bekerja mereparasi elektronik di toko abangnya di Surabaya . Setelah uang terkumpul, berangkatlah dia ke Jepang tahun 1974.

Andreas Raharso – CEO
Satu lagi putra Indonesia yang membanggakan di luar negeri adalah Andreas Raharso. Pria berusia 44 tahun itu saat ini menduduki pimpinan atau CEO pada sebuah lembaga riset global Hay Group. Hay Group mempunyai jaringan di hampir belahan dunia dan berkantor pusat di Amerika. Klien dari Hay Group ini kebanyakan adalah para pemimpin
dunia seperti AS, Perancis, dan Inggris. Jabatan yang diraih Andreas cukup fenomenal, karena merupakan satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki posisi puncak. Selama ini jabatan itu didominasi warga Amerika dan Eropa. Menilik prestasi dan kegigihan orang-orang Indonesia ini memang tidak kalah bahkan setara dengan ilmuwan dunia. Kesadaran bahwa kondisi pendidikan di Tanah Air masih belum kondusif
membuat mereka harus meninggalkan Indonesia untuk meraih sukses. Di Tanah Air, dunia pendidikan kita saat ini malah masih mempersoalkan perlu tidaknya ujian nasional (UN). Sayang sekali.

Sumber : Tribun Pekanbaru edisi 1.005 (31-01-2010)
From: iwan prasodjo

Categories: Motivasi, Pendidikan Tags: ,

Rusia Tawarkan 35 Beasiswa

March 14, 2010 4 comments

Pada tahun ajaran 2010/2011 Pemerintah Federasi Rusia memberikan 35 beasiswa bagi warga negara Republik Indonesia. Beasiswa diberikan untuk jenjang S-1 (Bachelor) dan S-2 (Magister) sebanyak 25 beasiswa. Sedangkan untuk Jenjang S-3 (Kandidatura), Post-Doktoral (Doktorantura) sebanyak 10 beasiswa.

Program studi (spesialisasi) yang ditawarkan, meliputi Ilmu Hukum, Ilmu Politik, Ilmu Kedokteran, Ilmu Alam (Natural Science); Ilmu Sosial/Humaniora; Ilmu Pendidikan; Ilmu Kesehatan (Public Health); Ekonomi dan Manajemen (Economic and Management); Spesialisasi Interdisipliner Teknik-Ilmu Alam; Geologi dan Sumber Daya Mineral; Eksplorasi Mineral; Ilmu Energi dan Teknik Mesin Pembangkit (Power Machinery Engineering); Metalurgi; Konstruksi Mesin dan Material Processing; Penerbangan, Roket dan Teknologi Angkasa (Space Machinery).

Kemudian, Teknologi Maritim (Maritime Machinery); Peralatan Transportasi Darat; Teknologi Pertambangan dan Perlengkapan; Teknik Elektro, Control Device Building; Radioteknik dan Komunikasi; Automasi dan Kontrol; Komputer dan Informatika; Service; Eksploitasi Transportasi; Teknologi Kimia; Reproduksi dan Proses Sumber Daya Kehutanan; Teknologi Makanan; Teknologi Komoditi Konsumen; Arsitektur dan Ilmu Konstruksi; Geodesi dan Kartografi; Agrikultur dan Perikanan; Ekologi dan Pemanfaatan Alam; Kesehatan dan Keselamatan.

Perguruan Tinggi atau universitas untuk belajar terdapat di kota-kota di seluruh Federasi Rusia. Penempatan penerima beasiswa ditentukan oleh Pemerintah Federasi Rusia.

Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bahasa Rusia. Untuk itu selama 1 (satu) tahun semua penerima beasiswa program studi S-1 dan S-2 akan belajar di Fakultas Persiapan (Preparatory Faculty) untuk mempelajari bahasa Rusia dan mata pelajaran yang sesuai dengan jurusan/program studi yang telah dipilih.

Bagi Penerima beasiswa Jenjang S-3, Doktorantura akan mempelajari bahasa Rusia selama proses belajar (tidak melalui Fakultas Persiapan).

Berkas lamaran lengkap harus diserahkan langsung ke Bagian Kebudayaan Kedutaan Besar Federasi Rusia – Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia di Jalan Diponegoro, 12, Menteng, Jakarta Pusat, sebelum tanggal 26 Maret 2010.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Pusat Ilmu Pengetahuan Dan Kebudayaan Rusia di nomor (021) 31935290 atau e-mail: pipkrusia@gmail.com.

http://www.VIVAnews.com

Categories: Beasiswa, Pendidikan Tags: ,